My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Teman Baru Buat Kayla....



Saat ini Kayla tengah berada diruang tengah sambil membawa cemilan aneka ragam, sampai-sampai kulit jajanan berserakan dibawah meja membuat lalat berdatangan.


"Ternyata enak banget tinggal sendiri tanpa gangguan mami, kenapa Kayla kemarin nolak mentah-mentahan ya? Padahal tinggal sendiri kayak gini damai banget haduhaii.... bego banget kau Kayla, malah nolak rejeki" saat ini Kayla tengah menonton drama kesukaannya, ia merasa hari ini adalah hari kedamaianya, karena biasanya saat ia tengah menonton tv dirumahnya maka maminya akan memarahinya sampai terdengar ketetanga sebelah akibat suara maminya yang lumayan super cempreng itu.


"Haduhhhh itu cowoknya kok ganteng banget sihh, boleh gak sih dicomot satu elahh... andai aja si om gantengnya kayak gitu, Kayla mah langsung menerima lapang dada dipaksa nikah pun Kayla langsung nurut muhehehe" oceh tak jelas Kayla saat sedang menonton, bahkan ia tak sadar jika ada seseorang dibelakangnya.


"Wahh bener banget tuh, aku juga pasti langsung setuju kalau dijodohin sama ibu, apalagi cowoknya ganteng gitu"


Kayla yang tak tau ada orang dibelakangnya pun kaget bukan main "Hua Monyet! Ayam! Sapi! Kambing! Biawak! Suara apa itu tadi" kaget Kayla sambil memegangi dadanya yang merasa jantungnya akan loncat tiba-tiba itu, bahkan ia tak sadar, jika jajanan yang ia pegang tadi sudah jatuh berserakan kemana-mana.


"Huahahaha lucu banget sampe kaget gitu hahaha"


"Ehh ada apa ini? Kok berantakan kayak gini" ucap bi Minah yang baru datang itu.


"Itu bu, gadis ini yang bikin berantakan" Kayla yang merasa ditunjukpun langsung berdiri menghadap mereka.


"Ini gara-gara cewek ini bi, tadi dia muncul entah dari mana langsung ngagetin Kayla, yah gini deh jadinya yang bibi liat sekarang" ujar Kayla membela dirinya.


"Lohh sebelum aku datang kesini juga ruangan ini sudah berantakan kok bu" bela gadis itu yang juga tak mau kalah.


"Sudah-sudah! Kamu ini ndok jaga bicara kamu, Nona yang dihadapan kamu ini pemilik rumah ini" ucap bi Minah menengahi mereka.


"Hah! Beneran bu?" ujar gadis itu kelagapan merasa menyesali atas ucapannya tadi.


"Iya, kamu ini sudah ibu bilangi jangan sembarangan kalau dirumahnya orang, malah gak mau dengerin ibu gini to jadinya" omel bi Minah pada gadis itu.


"Iya bu, aku salah" kata gadis itu sambil menundukkan kepalanya.


"Yaudah minta maaf sama non Kayla dulu"


"Maafkan atas ketidak sopanan saya non Kayla" ujar gadis itu sambil menundukkan kepala.


"Udah gak papa, kamu juga gak tau kok jadi gak usah nundukin kepala begitu" ujar kayla sambil memegang bahu gadis itu.


"Terimakasih non Kayla" ucap gadis itu.


"Tapi ngomong-ngomong kok bi Minah bisa kenal sama cewek ini?" tanya kayla pada bi minah.


"Oiya! Bibi lupa ngenalin, ini putri ibu yang dari kampung non, namanya Mia ayo nak kenalan sama non Kayla" ucap bi Minah menyuruh anaknya untuk berkenalan sama Kayla.


"Halo... Nama saya Mia non" ujar Mia sambil mengulurkan tangannya, dan tentu saja disambut oleh Kayla diiringi angukan kepala.


"Maaf ya non, bibi ndak kasi tau non Kayla dulu, sebenarnya Mia adalah putri ibu satu-satunya, dia kesini karena bibi ndak tega membiarkan anak bibi tinggal disana sendirian jadi bibi bawa dia kesini, sebenarnya disana ada kerabat tapi ibu ndak mau merepotkan mereka, dulu Mia tinggal bersama kakeknya, saat bibi bekerja dirumahnya tuan Devian tapi sekarang ayah saya atau kakeknya Mia sudah meninggal tiga minggu yang lalu, jadi bibi bawa putri saya kesini tapi hanya tinggal sementara kok non!" jelas bi Minah yang dianguki kepala oleh Kayla.


"Jadi non Kayla bisakah ijinkan anak saya tinggal beberapa hari disini saja?"


"Oh! Tentu saja tidak boleh bi kalau beberapa hari" ucapan Kayla seketika membuat mereka lesu.


"Tapi kalau tinggal seterusnya disini baru Kayla ijinin" lanjutnya.


"Hah!" ucap berbarengan bi Minah dan Mia, mereka dibuat bingung dengan apa yang diucapkan Kayla itu.


"Maksud saya anak bi Minah bisa tinggal disini selamanya bersama bibi, biar bibi ada yang nemenin nanti"


"Aduhh non.. Bibi mah bersyukur kalau anak bibi tinggal disini beberapa hari saja, bibi ndak mau ngerepotin non Kayla sama tuan Devian nanti" ucap bi Minah yang merasa tak enak hati.


"Eiit gak boleh gitu bi, Kayla gak mau ngijinin kalau cuman tinggal beberapa hari disini"


"Tapi non, bagaimana dengan tuan Devian pasti tuan Devian akan merasa tidak nyaman jika putri saya tinggal disini"


"Gak usah peduliin om-om itu bi, biar Kayla yang tanggung nanti kalau om marah" ujar Kayla merasa percaya diri bisa menghadapi kemarahan Devian itu.


"Haduhh non Kayla kenapa non Kayla bisa sebaik ini, non seharusnya non Kayla jangan terlalu percaya dengan orang luar, bibi takut jika non Kayla begini bisa dimanfaatin sama orang luar nanti"


"Siapa bilang anak bibi orang luar? Orang kalau itu anggota keluarga bibi itu namanya bukan orang luar, bibi sudah Kayla anggap seperti ibu kedua bagi Kayla, bibi ini orang baik tentu Kayla bisa menilai kalau anak bibi juga orang baik, Kayla bisa membedakan loh bi, mana yang baik, mana yang enggak jadi jangan meremehkan Kayla ya" ucap Kayla sambil menepuk dadanya merasa bangga dengan ucapannya sendiri itu.


Bi Minah yang mendengar ucapan Kayla itu merasa terharu, dan menitikan air matanya tak tau harus berkata apa lagi.


"Lohh kok bibi nangis sihh, duhh jangan nangis bii Kayla kan jadi merasa bersalah" ujar Kayla kelagapan saat melihat bi Minah menangis.


"Hemm, bibi nangis karena merasa bahagia bisa dianggap orang tua sama non Kayla, padahal non Kayla bertemu dengan saya baru kemaren loh"


"Tapi ya jangan nangis juga dong bii, Kayla kan jadi merasa bersalah begini" ucap Kayla sambil ikutan menangis, karena pada dasarnya Kayla lemah jika melihat orang tua menangis didepanya apalagi karena dirinya.


"Lohh kok non Kayla juga ikutan nangis haduhhh" ucap bi Minah langsung memeluk Kayla dan membawanya kearah sofa.


"Waduhh, Mia juga mau dipeluk dong buuu" ujar Mia sambil ikut duduk bersama mereka dan memeluk mereka, jadilah mereka bertiga berpelukan seperti orang tua dan anak.


"Yaampun ndok, kamu ini kok jadi ikut-ikutan juga" ucap bi Minah sambil mengelengkan kepalanya itu.


"Yaa ndak papa to bu, asyik loh punya sodara dadakan begini" ucapan polos yang berasal dari Mia itu membuat Kayla seketika mendongakan kearahnya dan menatap bi Minah yang juga menatapnya.


"Hahahahahahaha" tawa berbarengan itu berasal dari Kayla dan juga bi Minah.


"Loh kenapa kalian ketawa?" tanya Mia dengan muka polosnya.


"Haduh bii, mimpi apa Kayla bisa dapet temen baru, polos banget lagi" ujar Kayla sambil mengelap air matanya akibat tertawa keras tadi.


"Jangan gitu non, orang non Kayla dimata bibi juga polos, mugkin bukan bi Minah aja yang mikir begitu pasti orang lain juga mikir begitu, masa non kayla gak nyadar sih" tanya bi Minah sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Hah, masa sih bi?" tanya Kayla bingung, bi Minah yang melihat itu terkekeh pelan melihat wajah bingung Kayla itu.


Tbc.


Chapter hari ini Devian gak muncul dulu ya, dia lagi sibuk di kantor soalnya muheheh🤭


Jadi chapter berikutnya akan full Devian dan Kayla ditunggu dulu yaa💙


See youuu bey bey^_^


Jangan lupa Vomen...