My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Gara-Gara Mati Lampu



"Tadi Mia mau ngomong apa ya? Tadi dia bilang lagi ngejar sekretarisnya om, trus dia bilang sudah lama suk? Apa itu suk? Sukur? Atau suka?" ucap Kayla yang sedang berbicara sendiri itu.


Saat ini Kayla tengah berada didapur, ia sedang didepan kulkas untuk mengambil minuman serta camilan untuk dibawa keruang tv.


"Gak mungkinkan kalau sukur, bisa jadi kata-katanya itu 'sudah lama suka' nah kalau itu mah nyambung, Mungkinkah si Mia sudah lama suka sama sekretarisnya om, jiahh emang pinter banget kamu Kayla soal nebak-menebak Kayla mah jagonya hehehe" ujar Kayla yang sejak tadi rasa keponya itu belum menghilang padahal sudah berjam-jam hal itu berlalu, yang namanya Kayla jika misteri belum terpecahkan ia akan terus memikirkanya walaupun ia boker sekali pun.


"Nanti kalau ada Mia, Kayla ledekin ah muhehehe" cengegesan Kayla, setelah itu ia berlalu menuju ruang tv.


Bersamaan pada saat itu juga, Devian baru saja pulang dari kantor ia ingin menuju kekamar yang pada saat itu kamarnya melewati ruang tv.


Sekelabat kemudian Devian melihat Kayla diruang tv, Kayla juga menoleh kearah Devian. Beberapa detik kemudian Kayla dan Devian saling bertatapan, bukan tatapan romantis yang seperti ada didrama tv melainkan Kayla melayangkan tatapan sinis yang artinya mendirikan bendera siap bertempur melawan musuh, begitu pula dengan Devian ia menatap Kayla dengan tatapan dinginnya, entah kenapa mereka melakukan itu yang pasti sudah dilihat dengan jelas mereka seperti menyimpan dendam terhadap satu sama lain.


"Apa kau liat-liat" ucapan itu berasal dari Kayla, yang malah memlototi Devian.


Devian tak menanggapi Kayla, ia langsung pergi dengan acuhnya.


"Hisss, ingin ku bejek-bejek" kesal Kayla yang malah meremas remot tv.


Kayla duduk diruang tv sudah hampir satu jam, ia berkali-kali menguap karena sangat bosan dengan acara tv itu.


"Haiss bosan banget, si Mia kok gak keliatan sih sama bi Minah, mereka kemana ya? Apa dikamarnya ya? Samperin aja deh" ucap Kayla, ia lantas bangkit dari duduknya dan berlalu menuju kamar Mia yang juga ditempati bi Minah disana. Kamarnya dekat dengan dapur jadi ia tak perlu jauh-jauh melangkah kesana.


Saat Kayla tengah menuju kamar Mia tiba-tiba saja lampu mati, sontak hal itu membuat Kayla kaget sekaligus ketakutan karena ruangan begitu gelap sehingga Kayla tak bisa melihat apa-apa.


"Kyakkkkkk, mamiiiiii" teriak Kayla, yang langsung berjongkok ditempatnya ia tak tau harus kemana karena sanggat gelap akhirnya ia duduk saja dilantai.


"Mamiiiiiiiii, Kayla takutttt HUAAA" teriak Kayla mengencang diiringi dengan suara tangisnya.


Masih belum ada orang yang menolong Kayla dan hal itu membuat Kayla menangis terbirit-birit sangking takutnya. "Mamiiii hiks tolongin Kayla disini, Kayla gak mau dimakan dedemit disini" ucap Kayla yang sedari tadi memanggil maminya, padahal mah maminya gak ada disana.


Kayla yang tadinya jongkong kini ia memepetkan kepalanya dilantai dan tubuhnya kini seperti orang yang sedang sujud syukur, jika ia sanggat ketakutan maka ia akan melakukan itu.


"Mamiiii! Bi Minah! Miaa! kalian dimana tolong selamatkan Kayla Huaaaaa" lagi-lagi Kayla meraung tak jelas.


"Bocahh ngapain kamu seperti ini" suara berat itu berasal dari Devian yang saat ini ia masih mengenakan jubah mandinya, karena ia baru saja selesai mandi, gara-gara mati lampu dan juga suara aneh dari Kayla ia terpaksa menghentikan acara mandinya yang terbilang masi ditengah jalan itu.


Kayla yang mendengar suara seseorang itu mencoba mengangkat kepalanya ia sanggat gemetaran sekali takut-takut jika hantu yang ada didepanya itu.


"Kyakkkkkk dedemit jangan ganguin Kayla" ucap Kayla sambil mengibas-ngibaskan tangannya, rupanya ia tak melihat dengan jelas wajah Devian karena tertutup lampu senter hp ia mengira itu adalah hantu cahaya.


"Hei! Bocah saya bukan hantu, bocah!" panggil Devian sambil mengerak-gerakan tubuh Kayla.


Kayla yang seperti familiar dengan suara dan sebutan itu mencoba kembali untuk mendongak, Sekelabat kemudian ia melihat wajah Devian dengan jelas rupa-rupanya ia melihat dengan sanggat intens.


"OMMM" jerit Kayla, lantas langsung melompat kearah Devian dan mengalungkan kaki dan tangannya ditubuh Devian, dan terlihatlah bocah kecil yang meminta gendong ala koala itu.


Devian hampir saja berjingkrat jika ia tak menetralkan tubuhnya itu, ia tersentak karena ulah Kayla yang tiba-tiba itu.


"Bocah ngapain kamu, turun sekarang" ucap Devian sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya berharap Kayla turun atau jatuh dengan sendirinya.


"Gak maoo omm Kayla gak maoo" rengek Kayla yang malah mengeratkan penganganya ditubuh Devian.


"Hahhh" helaan nafas dari Devian sambil memegang kepalanya itu. "Bocah, jika kamu begini bagaimana saya bisa berjalan?"


"Terserah om aja yang penting Kayla gak mau turun" kuekeh Kayla yang masih tetap pada posisinya itu.


Devian pun sampai ditempat tujuannya, ia melihat ada mang Anton disana seperti sedang mengecek saklarnya.


"Bagaimana mang? Apakah ada kesalahan" tanya Devian tiba-tiba membuat mang Antong berjekrit kaget.


Mang Anton menoleh kearah sumber suara. "Astagfirullah" ucap mang Anton sambil mengelus dadanya yang mau copot akibat melihat Devian yang mengendong Kayla itu, ia kaget karena ia mengira demit yang bawa anak.


"Yaampun tuan Devian ngagetin mang Anton aja kirain hantu tadi" ucap mang Anton yang masi mengelus dadanya itu.


"Maaf mang, jangan salahkan saya, salahkanlah bocah ini" tunjuk Devian pada Kayla yang masih menempel itu.


"Hei bocah turun kamu, sekarang sudah ada mang Anton disini, turun kamu bocah" ujar Devian sambil mengoyangkan pelan tubuhnya itu.


"Gak mauuu, sebelum lampunya nyala Kayla gak mau turun" kuekeh Kayla.


Mang Anton pun cekikikan melihat itu. "Sudah tuan biarkan saja, mungkin non Kayla ketakutan sekali" ucap mang Anton.


"Hahhhhh, gimana mang apa ada yang salah dengan saklarnya kenapa tiba-tiba saja langsung mati lampu" tanya Devian pada mang Anton.


"Saya juga tak tau tuan, sepertinya memang ada kesalahan" jawab mang Anton.


"Kalau gitu panggil saja tukang listrik biar mereka yang kerjakan"


"Sepertinya memang harus begitu, saya akan langsung telfon tukang listrik, sebaiknya tuan dan nona kembali saja kedalam, biar saya yang urus" ucap mang Anton sambil melihat kembali Devian dan Kayla, jika ada kamera mang Anton pasti akan mengabadikan momen ini sanggat sayang jika dibiarkan begitu saja.


"Yaudah mang jika ada masalah segera beri tahu saya"


"Siap tuan" jawab Mang Anton.


Setelah itu Devian berlalu menuju kekamar, ia sampai didepan pintu kamar Kayla. "Bocah sekarang turun, ini sudah didepan kamar kamu"


Kayla pun menengok kebelakang ternyata masih sanggat gelap, membuat Kayla seketika merinding. "Temenin Kayla dulu lah om, Kayla takut nih" rengek Kayla yang masi menempel pada Devian itu.


"Kamu sudah besar bocah yang namanya hantu itu tidak ada" sanggah Devian.


"Pokoknya Kayla gak mau ditinggal sendiri om"


Devian tak tau lagi harus berkata apa, ia berjalan saja menuju kamarnya tentunya membawa Kayla juga.


Brukkk


Kayla dilepas begitu saja oleh Devian bukan dilantai melainkan dikasur Devian. Kayla yang merasa terlepas oleh pelukannya itu mencoba bangkit dari ambruknya dikasur, ia meraba-raba mencoba mencari keberadaan Devian.


"Omm, Om dimana jangan tinggalin Kayla hiks..." ujar Kayla mulai menangis.


"Saya disini lagi ganti baju, kamu diam saja disitu" ucap Devian, dan hal itu membuat Kayla bernafas lega setelah itu ia menutupi dirinya dengan selimut agar tak ketakutan dan merebahkan dirinya dikasur empuk milik Devian.


Tbc.


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa...


See you^_^