My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Kericuhan Dipesta



Dimalam hari, restoran dipingir pantai itu sungguh sangat ramai, padahal hari sudah menjelang larut malam. Bagaimana tidak ramai jika pengunjung restoran itu adalah orang-orang pemilik perusahaan D. A. Entertaiment, yang mana artinya orang-orang atau karyawan Devian Anggara.


Sudah hampir lima jam lamanya, pesta itu berjalan dengan diiringi tawa dan sorakan orang-orang yang ada disana. Tetapi entah mengapa, sedari tadi seorang pria tampan nan rupawan itu hanya diam seperti tak menikmati acara tersebut.


Ya, siapa lagi kalau bukan Devian orangnya. Padahal acara itu digelar atas namanya, tapi entah mengapa rautnya terus saja ditekuk masam, sambil terus menyesap alkohol yang tersedia dimejanya itu.


Trian yang kebetulan ada disamping Devian itu hanya mengelengkan kepalanya, melihat tingkah aneh bosnya itu.


"Bos... Udah jangan minum terus... Nanti kembung loh" ucap Trian yang malah memperingati kata kembung, bukannya malah memperingati jika minum alkohol akan membawa dampak pusing atau mabuk. Sungguh memang aneh sekali sekretaris Devian itu.


"Udahlah... Pak Trian, tuan Devian kan pengen minum apa salahnya?" tanya seorang karyawan pria yang memang duduk bersama Devian dan Trian.


"Ya salah... Nanti kalo mabuk saya yang repot" ceplos Trian.


Devian yang mendengar perkataan Trian itu, menatap tajam kearah Trian. "Jika kamu tak ikhlas membantu saya, yasudah jangan paksa diri kamu, dan setelah itu saya akan memotong gaji kamu" tutur Devian membuat Trian memutar bola matanya malas.


"Gitu terus ancemannya... Bosen lama-lama aku dengernya" gumam Trian mengerutu.


"Apa kamu bilang?" ucap Devian yang memang bisa mendengar gumaman Trian itu.


"Eh? Gak ada kok bos, gak ada apa-apa" jawab Trian beralasan.


Devian acuh saja, lantas ia kembali meneguk minumanya itu.


"Sudah bos... Jangan minum teruss"


Devian tak puduli ia terus saja meneguk minumannya itu, sesekali ia melihat kearah dimana Kayla berada. Ya! Devian minum seperti itu alasannya adalah Kayla. Kayla yang mengacuhkannya, Kayla yang tak mau lagi mendengarkan omongannya, Kayla yang memilih bersama dengan pria lain. Mendengar kata pria lain membuat emosi Devian kembali membeludak.


Devian mengambil botol alkohol itu, tanpa pikir panjang ia langsung meminumnya sampai kandas. Membuat Trian dan juga beberapa karyawan disana melongo tak percaya.


"Bos! Bos, sudah... Nanti bos tambah mabuk lagi" ucap Trian sambil mengambil botol minuman itu ditangan Devian.


Devian menepis tangan Trian. "Sudahlah jangan menganguku" kata Devian dengan suara seraknya, sepertinya ia sudah sangat mabuk. Terlihat dengan rona wajahnya yang sudah sangat memerah.


Trian menghela nafas frustrasi. "Kalo memang cemburu, ya damperin aja orangnya gak usah gengsi!" kesal Trian yang akhirnya meneriaki atasannya itu.


Devian bangkit dari duduknya, ia berjalan dengan gontai kearah Kayla yang tengah tertawa keras bersama dengan Kim Soyun.


Trian yang melihat bosnya berdiri itu, ia pun ikut berdiri dan berjalan cepat menyusul bosnya.


"Saya mau kasih pelajaran pada bocah menyebalkan itu" gumam Devian.


"Hah! Apa bos?" beo Trian mendengarkan gumaman Devian, karena suasananya sangat ramai itu sebabnya ia tak mendengarnya.


Devian menepis tangan Trian. "Sudahlah Trian, jangan menganguku" setelah itu Devian kembali berjalan cepat kearah Kayla. Sesampainya pada tujuan ia langsung mencekal tangan Kayla, membuat Kayla tersentak kaget.


"Om?" beo Kayla terkejut.


"Ada apa sih om, lepasin tangan Kayla dong om..." ucap Kayla mencoba melepaskan cekalan Devian yang sangat ketat itu.


"Ikut denganku" sepertinya Devian mengacuhkan perkataan Kayla.


"Lepasin om.... Kayla masih mau main"


Soyun, lelaki itu yang melihat Kayla dipaksa oleh Devian tak bisa memendam emosinya lagi. Ia pun mencekal tangan Kayla dan menarik tangan Devian sampai terlepas.


Devian yang melihat gengamannya dilepas itu, mulai tersulut emosi. "Hei! Beraninya kau" teriak Devian pada Soyun, akibat teriakkannya itu semua mata yang ada disana menatap kearahnya.


Semua mulai berisik, membuat Kayla menahan malunya.


Kayla pun memegang lengan Devian. "Omm.... Jangan buat masalah disini" bisik Kayla pada Devian.


Kayla mengalihkan pandangannya kearah Trian. "Pak Trian, ini kenapa" tanya Kayla.


Trian hanya mengerikan bahunya sebagai jawaban. Kayla yang melihat jawaban dari Trian kembali kesal.


"Jangan paksa Kayla, tuan! Anda sebagai omnya seharusnya jangan mengrkangnya" ujar Soyun dengan lantangnya, tentunya membuat Kayla membelalakam matanya. Kayla takut jika perkataan Soyun itu membuat emosi Devian tersulut.


Dan ketakutan Kayla benar adanya, Devian yang sudah mabuk berat itu semakin mudah tersulut emosinya.


"Siapa kamu berani berkata seperti itu? Aku ini atasanmu" ucap Devian sedikit meredam kemarahannya.


"Hanya karena anda adalah atasan saya, bukan berarti anda bisa mengatur saya sesuka anda" balas Soyun tak kalah sengitnya.


"Jaga ucapanmu!" teriak Devian, membuat semua orang yang ada disana ketakutan.


Tbc.