My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Kemesraan



Devian mendudukan Kayla dikasur pasien itu, Kayla menekuk wajahnya kesal akibat Devian yang mengendongnya tiba-tiba itu.


"Gak usah ditekuk gitu mukanya" kata Devian sambil menoel hidung Kayla.


Kayla mengusap hidungnya. "Habisnya om ngeselin banget sih, kan Kayla jadi kaget digendong gitu, nanti kalo ada yang ngeliat gimana?" gerutu Kayla.


"Gak ada yang bakal melihat" ucap Devian.


"Om gak ingat ya? Kemarin kan ada suster yang tiba-tiba masuk kekamar, kan Kayla merasa malu" ucap Kayla, sedetik kemudian ia sadar apa yang ia ucapkan itu, ia jadi teringat dengan kejadian saat Devian ingin menciumnya, pipi Kayla bersemu merah, malu dengan ucapannya sendiri.


"Aduh... Pake inget-inget segala lagi, kan jadi malu" gerutu Kayla dalam hati.


Devian pun tak kalah malunya mengingat kejadian kemarin malam, sungguh! Devian seperti makhluk buas yang ingin memangsa makanan yang ada didepannya.


"Sudah.. Gak usah dibahas, sekarang makan dulu, nanti sore kita baru bisa pulang" kata Devian mengalihkan pembicaraan.


Kayla yang masih merona itu, mencoba mengibas-ngibaskan tangannya agar perasaannya kembali normal, saat ini jantugnya berdetak kencang akibat teringat kejadian kemarin malam, entahlah mungkin Kayla belum mengakui perasaan apa yang ia rasakan saat ini.


"Kok panas ya?" alibi Kayla.


"Panas?" tanya Devian.


"Iya" jawab Kayla beralasan.


"Tapi acnya menyala tuh" kata Devian sambil menambah suhu udara pada ac.


Kayla gugup. "Tapi Kayla merasa panas ya" kata Kayla yang masih beralasan biar tidak ketahuan jika ia sedang berbohong.


Devian mengecek suhu dikening Kayal. "Tidak panas? Saya pangilkan dokter dulu ya! Takutnya kamu kenapa-napa" ucap Devian yang benar adanya ia merasa khawatir. Saat Devian ingin melangkah, Kayla tiba-tiba saja mencekal tangan Devian.


"Gak usah om, Kayla gak papa kok"


"Tapi kamu nanti kenapa-napa" ucap Devian.


"Beneran om gak papa" ucap Kayla memelas.


"Beneran gak papa?" tanya Devian, yang masih merasa khawatir.


"Iya omm.... Mending sekarang Kayla makan aja deh" ucap Kayla mengalihkan topik.


Devian akhirnya menganguk, Kayla yang melihat Devian itu akhirnya bisa bernafas lega.


"Hufttt... Untung aja om percaya" batin Kayla dalam hati.


"Ayo makan" ujar Devian sambil mencondogkan sendok kearah Kayla.


"Hah? Kayla kan bisa makan sendiri" kata Kayla, ia ingin mengambil sendok yang ada ditangan Devian, namun Devian tak memberikannya.


"Tapi kan omm... Kayla pengen makan sendiri" rengek Kayla.


"Jangan keras kepala Kayla, ayo makan biar kamu cepat sembuh"


Kayla mendengus. "Bukanya om sendiri yang keras kepala" gerutu Kayla kesal.


"Jangan mendumel terus, ayo cepat makan"


"Iya-iya bawel banget sih.. Dasar om-om" kesal Kayla, namun ia tetap mau menuruti perkataan Devian itu.


Devian mulai menyuapi bubur kepada Kayla, bahkan Kayla yang belum selesai menelan, Devian tetap menyodok sendok kedalam mulut Kayla. Alhasil pipi Kayla tampak tembam akibat memakan bubur terlalu banyak itu.


Kayla mendorong sendok saat Devian ingin memberikannya lagi. "Swudwah owmm... Inwi bewlum ketwen" 'sudah om.. Ini belum ketelen'. Kata Kayla yang tak bisa berucap dengan benar, akibat Devian itu.


"Kamu ini makanya lama sekali" ucap Devian yang tak merasa Dosa itu.


Kayla kesal mendengar ucapan enteng dari Devian, ia berdiri dan mengambil paksa mangkuk yang ada ditangan Devian itu. Ia lalu menyendokan bubur dan memberikannya pada Devian. Bahkan Kayla menyendoknya beberapa kali dan memasukkan paksa pada Devian.


Devian pun kualahan menerima suapan dari Kayla itu, dan saat ini bukan hanya Kayla yang pipinya tembam tapi pipi Devian juga ikut tembam, bahkan lebih tembam dari milik Kayla. Karena Kayla memasukkan semua bubur itu pada Devian, sehingga buburnya habis tanpa sisa.


"Suwdah bowcahh.. Kenawpa kwau mawlahw mewyuwpiku" ucap Devian yang tak bisa berbicara Dengan jelas.


Sontak saja hal itu membuat Kayla tertawa puas, melihat Devian yang sudah tak mampu itu.


"Hahaha.. Rasakan itu, emang enak.. Makanya jangan coba-coba main-main sama Kayla" ucap Kayla banga sambil berkecak pinggang, untung saja Kayla cepat menelan buburnya itu, jika tidak maka saat itu Kayla akan tersedak.


Devian menelan semua bubur itu, seketika perutnya kenyang sendiri. Devian meletakkan mangkuk itu pada meja, ia lalu berjalan kearah Kayla.


Kayla mundur saat Devian mencoba mendekatinya dengan tatapan aneh dari mata Devian itu.


Saat Devian sudah lebih dekat, Kayla memejamkan matanya. Lama Kayla memejamkan matanya tak ada reaksi dari dirinya, ia membuka mata dan saat itu Devian sudah ada didepan sambil menatapnya.


"Ada bubur yang menempel" kata Devian sambil menunjukan tangannya.


Kayla yang mendengar ucapan Devian itu malu seketika, pipinya bersemu merah kala memikirkan hal kotor yang ada dikepalanya itu.


"Bodohnya kamu Kayla.." batin Kayla dalam hati.


"Kamu kenapa?" tanya Devian kala melihat tingkah aneh Kayla.


"Kenapa pipimu memerah, apa kamu baik-baik saja?" tanya Devian merasa khawatir.


"Kayla baik-baik saja kok..." ucap Kayla mengalihkan padangannya.


Tbc.