My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Nikah Bareng-bareng



Kini Kayla dan Devian tengah berjalan berdampingan, tak lupa dengan tangan mereka berdua saling bertaut. Pancaran kebahagian terlihat diwajah mereka, semua itu karena mereka resmi menjadi sepasang kekasih, ralat, sepasang tunangan yang sedang dimabuk cinta.


Tidak beda dengan duo sepasang insan, Trian dan Mia. Mereka pun saling berjalan berdampingan bedanya Trian memeluk pinggang Mia dengan posesifnya.


Mereka berempat tak tahu saja, kaki mereka melangkah tepat dijalan yang sama. Dan ya! Mereka langsung saja saling bertemu dan berhadap-hadapan sekarang.


Mereka berempat saling mengerutkan alisnya bingung.


"Loh Mia?" beo Kayla.


"Kayla?" ujar Mia.


"Kok kalian bisa bersama? Trus.. Itu kok pelukan mesra banget." ucap Kayla sambil menutup mulutnya, tanda ia tengah terkejut.


Mia malu-malu, tak tahu harus menjelaskan apa. "Emm.. Itu" gagap Mia.


"Kita berdua resmi berpacaran dan akan segera menikah." bukan Mia tapi Trian yang berbicara.


Devian dan Kayla melotot mendengarnya. "Hah?" beo mereka bersama.


"Kok bisa sih?" tanya Kayla merasa kepo.


"Ada suatu hal yang terjadi diantara kami, jadi kami memutuskan untuk menikah." jelas Trian.


"Mia! Jadi orang yang lo suka selama ini itu paman ini Trian?" tanya Kayla sambil menunjuk Trian. Sedangkan Mia menjawab pertanyaan Kayla dengan mengangguk malu-malu.


"Waah..." ucap Kayla tak percaya.


"Tidak bisa!" tekan Devian, membuat mereka bertiga mengalihkan pandangannya.


"Apanya yang tidak bisa om?" tanya Kayla.


"Trian! Kamu tidak bisa menikah!" ujar Devian membuat Trian melotot tak terima.


"Apa maksud bos? Kenapa kita tak boleh menikah?" tanya Trian bingung.


"Iya om, kenapa kok gitu?" tanya Kayla lagi.


"Hahhh... Karena saya sama Kayla juga akan menikah, jadi kalian tak boleh menikah dulu sebelum kami." jawab Trian.


"Loh! Suka-suka saya dong bos.. Mau nikah kapan, bos gak boleh main ngatur gitu. Untuk kali ini saya tak mau menuruti permintaan bos, saya cukup mengalah selama ini." jelas Trian dengan nada penekanan.


"Kamu! Berani kamu ya... Kamu tau kan akibatnya?"


"Ya, ya.. Saya tau bos, kalo bos mau motong gaji saya silahkan. Saya ini bukan orang yang tak mampu ya bos.. Ingat keluarga saya juga kaya." ucap Trian santai.


"Kau benar-benar.." geram Devian.


"Udah-udah kok malah ribut sihh... Kalo memang begitu, ya kita nikah bareng-bareng aja." ucap Kayla merelai.


"Hah?" beo Devian dan Trian bersamaan.


Kayla yang melihat itu tak tahan ingin tertawa. "Ciee... Barengan" ledek Kayla.


"Kayla... Apa yang kamu katakan?" tanya Devian.


"Yah itu... Dari pada debat terus, mending kita nikah bareng-bareng aja, gampang kan?" santai Kayla.


"Tidak! Bisa!" jawab Trian dan Devian bersamaan.


"Loh? Kok gak bisa sih.." kesal Kayla.


"Saya tak mau Kayla, kalau harus nikah berdamping-dampingan bersama dia!" ucap Devian sambil menatap Trian sinis, padahal mereka berdua sudah menjalin pertemanan sejak lama. Tapi entah kenapa sifat mereka seperti Tom and Jery.


"Eh... Emang saya mau gitu? Ya enggak lah.." sinis Trian.


Kayla yang melihat itu mencebik kesal. "Mia! Kalo kamu setuju gak?" tanya Kayla pada Mia.


"Kalo Mia mah, setuju-setuju aja Kayla." jawab Mia apa adanya.


"Noh.. Mia ama Kayla aja setuju." ujar Kayla.


"Tapi apa sih om? Kalo gak mau yaudah.. Nikah sendiri Noh sama nenek-nenek." sinis Kayla.


"Kok jadi nenek-nenek?" bingung Devian.


"Yah... Kalo om gak setuju sih..."


Devian menghela nafas frustrasi. "Yasudah saya mau, tapi ini demi kamu ya." ucap Devian yang akhirnya mengalah.


Kayla tersenyum sumringah, ia pun tak segan memeluk Devian. "Yeyyy gitu dong."


"Truss... Kalo paman mau gak?" tanya Mia beralih pada Trian.


Trian kembali merangkul Mia. "Apasih kalo gak, buat kamu." ucap Trian menggoda Mia, Mia pun ngeblus dibuatnya.


"Ceilah.. Alay banget.." sindir Kayla.


"Eh, Kayla juga alay ya.." bela Mia.


Saat mereka tengah berbincang-bincang, mereka tak tahu saja member Boys Seven tengah berjalan kearah mereka.


Terutama pada Soyun, Soyun melihat begitu jelas saat Devian dan Kayla tengah bermesraan.


"Kayla?" panggil Soyun.


Empat pasangan itu, mengalihkan pandangannya kearah sumber suara.


"Soyun?" ucap Kayla.


Kayla begitu gugup melihat keberadaan Soyun, terutama saat ia mengingat begitu jelas saat Soyun menembaknya ditepi pantai.


"Kamu sama tuan Devian?" bingung Soyun bertanya.


Kayla menelan kegugupannya dan mencoba memberanikan diri, sekilas ia melirik kearah Devian. Devian yang juga melihat kearah Kayla itu memberikan senyum hangatnya. Dan hal itu membuat semangat Kayla tumbuh.


"Aku ingin menjelaskan kepadamu Soyun, Soyun... Untuk perasaan kemarin.. Sepertinya aku tak bisa menerimamu." jelas Kayla, membuat dada Soyun sedikit nyeri.


"Apa karena ini alasannya Kayla?" tanya Soyun lagi.


Kayla menganguk, "Ya.. Selain itu, alasannya karena aku sudah lama bertunangan dengan Devian." jawab Kayla yang lagi-lagi membuat Soyun tersenyum kecil, menahan rasa sesaknya.


"Yaudah... Kalo itu memang pilihan kamu, aku turut bahagia jika kamu bahagia. Dan aku tak akan pernah menyesali pernah menyukai gadis sebaik dirimu Kayla." ucap Soyun secara terang-terangan.


"Terimakasih Soyun." ucap Kayla merasa bersalah, namun mau bagaimana lagi. Ia akan tetap memilih Devian, karena Devian sudah berhasil menetap dihatinya lebih dulu.


"Iya." jawab Soyun tersenyum ramah, sepertinya yang ia tunjukkan pada Kayla. Ia tidak mau menunjukan rasa sedihnya.


"Kalo gitu aku pamit dulu ya.." setelah dapat anggukan dari Kayla, Soyun pun benar-benar pergi dari sana.


Dan tersisalah Gilang yang masih ada disana.


Mia mengerutkan keningnya, melihat keterdiaman Gilang yang ada dihadapannya itu. "Kenapa Gilang?" tanya Mia.


Gilang tersadar dari lamunnya. "Eh? Enggak.." jawab Gilang mengeleng sambil tersenyum. 'Sebenarnya aku juga ada rasa sama kamu Mia... Tapi aku sadar, sepertinya kamu udah diambil sama orang yang ada disamping kamu.' gumam Gilang dalam hati, sambil melirik kearah Trian.


"Kalo gitu aku pamit juga ya... Permisi." ucap Gilang berlalu pergi menyusul Soyun.


Kayla mendekatkan diri pada Mia, dan membisikan sesuatu. "Mia... Sepertinya Gilang suka sama kamu deh.." bisik Kayla.


Mia terhenyak. "Gak mungkinlah..." sangkal Mia ikut berbisik.


"Sepertinya memang benar jika Gilang suka sama kamu, tapi sayangnya dia tidak bisa mendapatkan mu, dan itu tak akan pernah bisa. Karena kamu akan tetap jadi milikku." ucap Trian yang memang mendengar percakapan Mia dan Kayla.


Mia yang mendengar itu, lagi-lagi tersenyum malu-malu.


"Mulai lagi deh.." gerutu Kayla, ia pun tak lupa merangkul tangan Devian dengan posesifnya.


Tbc.