My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Situkang Gengsi



"Aku ingin bicara serius denganmu Kayla" ujar Soyun yang masih menghiraukan keberadaan Devian itu.


"Bicara aja" jawab Kayla.


"Maksudnya bicara empat mata, hanya berdua saja" tukas Soyun lagi, sambil melirik sekitar.


Kayla pun langsung melirik Devian. "Yaudah kita bicara ketempat lain aja" ajak Kayla, yang ingin melangkah namun dicegah oleh Devian.


Devian mencekal tangan Kayla. Kayla melihat itu mengerutkan keningnya.


"Kenapa om?" tanya Kayla bingung.


"Kamu disini, mau menemui saya kan? Kalo begitu kamu ikut saya keruangan" ucap Devian langsung menarik Kayla, menghiraukan tatapan dari ketiga orang yang melihat itu.


Soyun yang melihat itu, semakin merasa bingung. Ia bingung karena Devian selalu menghalanginya jika ia ingin bersama Kayla.


"Ada hubungan apa antara Kayla dan tuan Devian?" gumam Soyun berfikir.


💙💙


"Yaampun om... Kenapa sih main tarik-tarik aja" gerutu Kayla kesal, saat sudah sampai pada ruangan Devian.


Devian diam, ia lalu mengajak Kayla duduk dikursi sofa.


"Kamu temani saya makan" ujar Devian.


Kayla melongo. "Hah? Gak salah denger nih om"


"Kamu gak budek, jadi kamu gak lagi salah denger" ucap Devian enteng, dan membuka ratang makanan yang dibawakan oleh Kayla.


Kayla mencebik. "Ish.. Om ini makin lama makin ngeselin deh" ucap Kayla bersungut-sungut.


"Tapi kamu suka kan?"


Ucapan Devian itu membuat Kayla bergidik ngeri, pasalnya Devian tak bisanya mengatakan hal yang sealay itu.


"Idih... Om ini kepedean banget deh, udah ngeselin kepedeannya kebangetan lagi"


"Udah kamu gak usah cerewet, sekarang kamu makan saja, pasti kamu juga belum makan" kata Devian mengabaikan ucapan Kayla.


"Kayla udah makan ya om! Om makan aja sendiri" ucap Kayla sambil melipat tangannya tak peduli.


"Gak usah gengsi, nanti pingsan lagi kayak kemarin"


"Ihh.. Ngak ya om, om makan aja gak usah bawel" tukas Kayla dengan bibir yang dipoutkan.


Devian acuh, ia lalu menyendokan makanan berisi ikan pedas dan nasi kedalam mulutnya. Devian pun mengunyahnya dengan lahap, bahkan Kayla yang melihat itu meneguk ludahnya sendiri. Siapa yang tak ileran coba liat orang makan ayam sambal disertai nasi gurih yang mengungah selera, bahkan baunya itu semerbak kemana-mana. Membuat cacing siapapun akan meronta-ronta ingin dikasi asupan.


Groouw... Suara perut Kayla membuat Devian menghentikan acara makanya, ia melirik kearah Kayla.


Sedangkan Kayla sendiri, sudah memerah malu sejak tadi. Sungguh! Jika ada lubang semut disana maka ia akan lompat dan bersembunyi untuk menghindari rasa malunya itu.


Kayla memalingkan wajahnya. "Malu bangetttt... Dasar cacing biangkerok" gumam Kayla mengerutu kesal.


"Kamu juga lapar? Sini aku suapi" ucap Devian yang membuat Kayla langsung menengok kearahnya.


"Ngak mau om" ucap Kayla mengeleng keras.


Devian mendengus. "Masih aja gengsi, dasar keras kepala"


"Biarin"


Devian tak mau ambil pusing, ia mengambil nasi disendok serta lauk dan menentengnya kearah Kayla. Devian lantas memberikan sesendok makanya kedalaman mulut Kayla, untung saja mulut Kayla itu sedikit terbuka karena dumelannya itu belum selesai, itu sebabnya sendok Devian mendarat dengan pas tepat sasaran.


"Oum.. Inwi mawin mawsa-mawsa ajaw.. Emmm" dumel Kayla tak jelas.


"Udah kamu makan aja, ngedumelnya nanti aja setelah kamu kenyang" ujar Devian santai sambil menyendok makanannya, ia juga tak lupa menyendokan makanan kedalam mulut Kayla.


Kayla kali ini tak protes, ia manut-manut aja ketika Devian menyuapinya. Bahkan ia mengunyah makanannya dengan hikmat.


Devian melirik Kayla. "Enak kan... Tadi ada sok-sok nolak" celetuk Devian, dan hal itu membuat Kayla memerah malu.


"Habisnya.. Enak sih om... Kayla kan ketagihan" jawab Kayla tanpa malu.


Devian yang melihat kepolosan Kayla hanya mengelengkan kepalanya. "Dasar bocah" gumam Devian pelan yang tak didengar oleh Kayla.


Mereka tak tau saja sejak tadi interaksi mereka tak luput dari pandangan Soyun, Soyun memang sengaja mengikuti mereka, bahkan Devian tak mengunci pintunya dengan rapat, sehingga Soyun dapat melihat dengan jelas adegan romantis yang disaksikan oleh kedua matanya itu.


"Sebenarnya Kayla itu siapanya Devian?" gumam Soyun, yang tak lagi menggunakan kata embel-embel ketika memanggil Devian dengan sebutan tuan atau bos.


💙💙


"Kayla ini, kebiasaan banget! Gak inget apa kalau aku juga ikut dengannya" gerutu Mia kesal.


Saat ini Mia tengah berada diruangan Trian yang tak jauh dari ruangan Devian berada. Karena ia bingung ia lebih memilih ikut bersama Trian dari pada melihat perdebatan antara Kayla dan Devian.


Mia melirik Trian yang tengah fokus pada dokumennya. Ia mengamati wajah Trian. "Paman Trian gantengnya gak ada duanya hihi..." gumam Mia pelan agar tak terdengar oleh Trian.


Trian yang merasa ditatap itu melihat kearah Mia. "Ada apa Mia?" tanya Trian.


Mia kelagapan. "Eh! Um-em, enggak kok paman" jawab Mia gagap.


Trian mengerutkan alisnya. "Ada apa? Kenapa kamu terus menatap saya? Apa kamu lapar.. Jika memang, nanti saya akan langsung pesankan" ujar Trian pada Mia.


"Eh! Engak kok paman, Mia udah sarapan tadi dirumah.. Jadi paman gak usah repot-repot" ucap Mia merasa sungkan.


"Emm.. Yaudah, kalau kamu lapar langsung bilang pada saya ya? Biar saya bisa langsung pesankan"


Mia mengangguk sambil tersenyum.


Trian kembali pada dokumennya, namun tiba-tiba saja pintu ruangannya ada yang mengetuk.


"Ya.. Masuk" jawab Trian mempersilahkan.


"Selamat siang tuan Trian" ucap seorang pegawai wanita, yang tak lain adalah orang yang sempat menabrak Mia pada saat dikantin itu.


Mia yang melihat itu langsung menundukkan wajahnya.


"Ya, ada apa Lina?" ucap Trian pada pegawai itu yang bernama Lina.


"Saya kesini ingin meminta tanda tangan tuan" ujar Lina sambil menyelipkan rambutnya dan tersenyum manis didepan Trian.


"Baiklah, sini saya tandatangani"


"Ini tuan" ucap Lina menyerahkan, Lina mengedarkan padanya dan melihat keberadaan Mia yang tak jauh dari meja kerja Trian itu.


Lina mengerutkan keningnya kala melihat Mia. "Kayak pernah liat, siapa ya?" gumam Lina berfikir.


Sekelebat kemudian ia langsung melototkan matanya. "Loh ngapain cewek itu ada disini?" kata Lina berucap keras.


Mia yang mendengar ucapan Lina itu tersentak, ia semakin menundukkan kepalanya untuk menetralkan rasa gugupnya itu.


Tbc.