
Masih berada diapartemen Anggara...
Mereka tengah membahas tentang Kayla dan Devian, yang mampu membuat Kayla menangis tersedu-sedu tak berhenti membuat Eva kualahan dengan tingkah anaknya itu.
"Hoalah gadis besarku ini, kok nangisnya rauwes-uwes yo, opo yo ra isin didelok karo calon bojomu, ( gadis besarku ini kok nangisnya tidak berhenti-berhenti ya, apa ya gak malu dilihatin sama calon suamimu)" ujar Eva kumat mengunakan bahasa jawa, dan hal itu membuat Kayla berhenti menangis lantaran bingung dengan ucapan maminya itu.
"Apa artinya mih? "tanya Kayla polos dengan muka sembabnya.
"Pefffttttt... Khukhukhukkk" tawa Devian tanpa sadar, karena melihat wajah lucu dari Kayla itu, dan hal itu membuat semua orang menatap kearahnya.
"Lohh nak Devian, baru kali ini loh saya liat kamu ketawa, ternyata calon mantuku ini ganteng ya kalau ketawa ya gak mih?" tanya Dion pada istrinya.
"Iya dong pihh, itu sebabnya kita jadikan dia mantu, nanti kalau udah punya anak gennya pasti lucu dan manis huhuhu" ucap Eva malah melantur.
Devian yang tadinya tertawa langsung bungkam, lantaran digoda oleh pasutri dari keluarga Hames itu.
"Wahhh bener kamu jeng, udah gak sabar aku mau gendong cicit" ujar Laras sambil mempraktekan cara mengendong bayi.
"Wahhh kalau gitu kita nikahkan sekarang aja jeng" kata Eva bersemangat.
"lya ayo ayo, yuk pah kita nikahkan anak kita sekarang aja" ucap Laras tak kalah bersemangat, meminta suaminya untuk menikahkan anaknya itu.
"Lohh kok minta papa sih mah, harusnya mama minta tuh sama orang yang mau dinikahkan mau apa tidak, orang mukanya dari tadi ditekuk gitu hahahaha" tawa Darius mengema, sambil melihat kedua insan yang tengah berdiam diri.
"Gimana Devian! Kayla! Kalian mau tidak? mama pengen punya cicit nih" ujar Laras bertanya pada kedua manusia itu.
"Mahh, jangan maksa dong, emang Devian anak kecil pake dipaksa begitu" ucap Devian kesal dengan tingkah mamanya itu.
"Ish, kamu nih yaudah kalau gak mau dinikahin, kalian tinggal bersama aja biar kalian itu bisa saling bergantung satu sama lain, dan saling mencintai" ucap Laras pada anaknya.
"Tapi kan mah" ujar Devian.
"Gak ada tapi-tapi, gak boleh nolak titik" jawab Laras tanpa mempedulikan ucapan Devian.
"Bukanya tinggal bersama dengan lawan jenisnya itu malah berbahaya ya mah, kita aja belum nikah nanti kalau bunting duluan gimana" ucap Devian tanpa sadar dan hal itu membuat Kayla melotot kaget.
"Wahhh kalau itu mah mau tidak mau kamu harus jadi suaminya" jawab Laras seadanya.
"Mamah..." ucap Devian kesal tak tahu lagi harus berkata apa.
"Gini aja kita kasi kamu pilihan, kalian maunya gimana, dinikahin atau tinggal satu atap, pilih salah satu dari itu yaa" ujar Laras.
"Kalau itu mah sama aja bohong mahh" ucap Devian merasa kepalanya langsung berdenyut pusing dengan pertanyaan mamanya.
"Kita kasi pilihan itu biar kalian bisa belajar mandiri, jika kalian tinggal bersama nanti, tapi kalau kalian sudah merasa cocok kalian bisa bilang ke kami, dan kami akan langsung nikahkan kalian, bukan begitu jeng?" ucap Laras bertanya pada Eva.
"Iya jeng, tapi kalau kalian merasa tidak cocok atau merasa tidak nyaman, kalian bisa memilih pilihan kalian sendiri dan kita para orang tuan tidak akan ikut campur nanti" ujar Eva menjelaskan.
"Kayla merasa tidak cocok mi, dan sekarang kita batalin pertunangannya aja" ucap Kayla dengan gamblangnya.
"Eittss gak boleh gitu, tantangannya kan baru dimulai, mulai sekarang kalian harus tinggal bersama, dannnn kita beri kalian waktu selama satu tahun, selama satu tahun itu kalian harus tinggal bersama dan tidak boleh ada yang pulang kerumah jika waktunya belum selesai"
"Jika waktunya sudah selesai, maka kalian bisa pulang kerumah untuk mengutarakan keinginan kalian nanti" jelas Eva dengan panjang lebar.
"Kok gitu sih mihhhh.... Tantangannya sulit banget, mending tatanganya diganti aja jadi makan nasi sebakul, kalau itu Kayla langsung setuju mih" ujar Kayla malah menawar.
"Kalau itu mah enakan kamu Kayla" ujar Eva.
"Ya.. Enak lah mih orang makan kok" ucap Kayla mencebik memonyongkan bibirnya.
"Udah kamu gak boleh nawar pokoknya kalian tinggal diapartemen Ini bersama untuk malam ini saja, besok kalian baru bisa pindah kerumah baru kalian oke?" ujar Eva.
"Gak oke mih" tolak Kayla langsung.
"Oke, kalau sudah selesai pembicaraannya kita langsung pulang aja yuk udah larut malam juga besok harus kerja lagi yuk pih pulang" ucap Eva mengajak pulang Dion.
"Yukk, Kayla juga capek pengen bobok" ujar Kayla sambil berdiri ingin segera pulang karena sedari tadi ia sanggat merindukan kasurnya itu.
"Ehh, siapa bilang kamu boleh ikut pulang, kamu disini aja kan mami udah bilang kalian gak boleh pulang sebelum tantangan ini selesai"
"Kalau ngantuk tidur disini aja, sambil peluk tunangan kamu itu" ujar Eva sambil terkekeh kecil.
"Gak mau mih, Kayla masi kecil gak boleh peluk laki-laki dewasa, gak boleh mih! Gak boleh!"
"Siapa bilang kamu udah besar, emang kamu ini masi kecil makanya mami titipin kamu sama Devian, biar kamu bisa tambah dewasa, yuk pii kita langsung pulang, ayok jeng kita pulang biar mereka disini aja"ujar Eva sambil mengajak Laras untuk keluar dari ruangan itu.
"Ayok jeng" jawab Laras sambil mengandeng tangan suaminya itu untuk diajak pulang.
"Beneran nih mih kita tinggalin mereka beruaan saja, papi kok jadi khawatir ya" ucap Dion bertanya pada istrinya.
"Iya gak usah dipikirin pih, ini satu-satunya cara biar mereka bisa tambah deket nanti"
"Yaudeh deh apa kata mami aja"
Setelah itu mereka langsung pergi menyisakan kedua insan yang terbengong-bengong itu.
"Loh kok Kayla ditingalin sihh huwaaa" tangis Kayla pecah akibat ditinggal oleh kedua orang tuanya itu.
"Mami jahat banget sihh hiks... Hiks, masa Kayla ditinggal sama om-om, Kayla gak mau huaaa"
Devian yang mendengar raungan Kayla merasa jengah lantaran kelakuan Kayla memang terbilang sanggat kekanak-kanakan itu. "Berisik jangan bikin saya pusing bocah" ucap Devian sedikit ketus.
"Huaaa mana bisa Kayla tinggal sama om-om ini, Om ini kayak penjahat Kayla gak mau"
"Kayla kejar mami aja deh, siapa tau mereka masi ada disana" ucap Kayla langsung berlalu pergi meninggalkan Devian diruangan itu.
"Hei Bocah! Mau Kemana Kau" teriak Devian yang sudah tidak didengar oleh Kayla.
"Hahhhhh.... bagaimana mungkin aku bisa bertahan dengan bocah merepotkan itu" ujar Devian sambil memijit kepalanya yang terasa berdenyut itu.
💙💙
Sesampainya diparkiran Kayla celingak-celinguk mencari keberadaan mobilnya yang ia tumpangi tadi bersama dengan orang tuanya, Kayla sampai kesana kemari mencari keberadaan mobil itu tapi nihil, mobil itu sudah tidak ada dan keadaan parkiran sudah terlihat sangat sepi tak ada kendaraan.
Kayla pun menangis kembali kala tidak menemukan mobil milik orang tuanya itu. "Hiks.. hiks... hiks.. Mami sama papi kok tega banget sih, ninggalin Kayla begini, Kayla merasa seperti dibuang sama orang tua sendiri hiks.. Hikss.." ucap Kayla sambil menangis.
Sebenarnya orang tua Kayla tidak benar-benar pulang, mereka saat ini tengah berada tak jauh dari parkiran itu, mereka sebenarnya merasa tak tega meninggalkan anak kesayangannya bersama orang yang baru dikenal anaknya itu, mereka tau bahwa Kayla itu sangat manja bahkan sangking manjanya Kayla tak bisa lepas dari orang tuanya.
"Gimana ini mih, papi jadi gak tega melihat anak kita menangis" ujar Dion pada Eva.
"Mama juga sebenarnya gak tega pihh, tapi mau bagaimana lagi, ini satu-satunya cara agar Kayla bisa belajar mandiri" ucap Eva sambil meneteskan air matanya, tak tega melihat putri satu-satunya itu menangis disana.
"Kita harus tahan pih demi rencana kita berhasil" ujar Eva meyakinkan tekadnya.
Saat Kayla tengah menangis, tiba-tiba saja Devian datang dan memberikan selimut pada Kayla, agar tidak kedinginan karena hari sudah semakin larut.
"Ngapain disini, ayo masuk, udaranya jadi makin dingin, nanti kamu masuk angin saya tidak mau direpotkan oleh kamu, jika kamu sakit nanti" ucap Devian sambil memegang tangan Kayla.
"Ihh Kayla gak mau masuk.."
"Ohh gak mau masuk, yaudah kamu gak tau aja disini kalau malam-malam hantunya pada keluar" ujar Devian sambil berlalu pergi.
"HAH hantu! Om jangan nakut-nakutin dong" ujar Kayla mulai ketakutan sampai bulu kuduknya berdiri merinding jika benar-benar ada hantu.
Tidak ada jawaban dari Devian dan hal itu membuat Kayla tambah ketakutan. "OMMM.... JANGAN TINGALIN KAYLA" teriak Kayla sambil mengejar Devian.
Interaksi itu tak luput dari penglihatan orang tuanya, mereka merasa lega jika ada Devian yang menjaga putrinya itu. "Tuh kan pihh udah ada Devian yang jagain putri kita, jadi kita ga usah khawatir lagi, yuk kita pulang pih udah malam nih mami pengen cepet istirahat"
"Yaudah kita pulang sekarang, papi sudah merasa lega jika ada Devian yang menjaga putri kita" ucap Dion, setelah itu mereka benar-benar berlalu meninggalkan gedung itu.
Tbc.
Yokk kalau sudah baca jangan lupa tinggalkan jejak ^_^💙
See you🍁🍁