
Pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Kayla yang baru datang setelah dari kamar Devian itu.
"Kayla, kok kamu lama banget sih?" tanya Mia yang sedang duduk santai dikamarnya yang juga akan ditempati oleh Kayla.
Kayla melompat kekamar dan merebahkan dirinya. "Gak usah nanya lagi Mia, kamu pasti tau lah om itu kayak gimana!" ucap Kayla sambil memejamkan matanya.
Mia bingung. "Maksudnya apa Kayla? Aku gak ngerti"
Kayla menghela. "Udah ah.. Jangan bahas itu terus, Kayla pengen istirahat sejenak"
"Yaelah kan aku juga gak ngerti maksud Kayla, yaudah deh Kayla tidur aja, aku mau mandi dulu"
"Hemm" gumam Kayla.
Mia hanya mengeleng melihat itu, ia ingin beranjak kekamar mandi namun ia urungkan kala mendengar suara ketukan dari arah pintu itu.
"Sebentar.." ucap Mia.
Mia membuka pintu itu dan terlihatlah sosok Soyun yang ada dihadapanya, Soyun sudah rapi dengan baju pantainya membuat kulit putihnya terlihat bersinar.
"Kenapa Soyun?" tanya Mia.
"Oh! Hai Mia, Kaylanya ada?"
"Kayla lagi tidur Soyun" ucap Mia sambil mengaruk kepalanya.
"Oh! Lagi tidur ya... Nanti kalo Kayla udah bangun, tolong bilangin ya, nanti kita semua mau kumpul ditepi pantai buat liat sunset matahari terbenam"
Mia menganguk. "Iya Soyun"
"Oke, aku balik dulu" setelah itu Soyun meninggalkan kamar itu.
Mia menutup pintu itu dan berjalan kearah Kayla yang tengah tertidur pulas dikamar.
Mia mengoyangkan bahu Kayla. "Kayla.." panggil Mia.
"Mmm... Apa sih Mia... Kayla ngantuk nih..." rengek Kayla dan membalikkan tubuhnya membelakangi Mia.
"Ish.. Kayla.. Bangun dong, kamu gak mau ikut jalan-jalan nanti?"
"Jalan-jalan kemana sih... Besok aja lah jalan-jalannya Kayla pengen bobo hari ini" ucap Kayla yang masih memejamkan matanya.
"Katamu kamu mau liat pemandangan di bali? Tadi Soyun kesini ngajak kita buat liat sunset nanti ditepi pantai" ujar Mia.
Kayla membuka matanya lebar-lebar, ia segera bangkit dari tidurnya dan langsung berlari ngancir kearah kamar mandi.
Terdengar suara gemircik air, setelah itu hening dan pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Kayla yang baru saja mandi itu, Kayla berjalan masih menggunakan handuk ditubuhnya.
"Kok cepet banget? Gak ada semenit loh!" ujar Mia heran.
"Takutnya nanti ketinggalan sunsetnya Mia" jawab Kayla sambil memakai bajunya dengan tergesa-gesa.
Mia mengelengkan kepalanya. "Soal jalan-jalan aja cepet banget, tadi aja bilangnya pengen bobo dulu" ledek Mia.
"Ya kan Kayla gak mau melewatkan kesempatan ini"
"Iya-iya serah kamu deh... Mia mau mandi dulu" ucap Mia berlalu masuk kedalam kamar mandi.
"Hah? Kamu belum mandi Mia? Dari tadi ngapain aja kok gak mandi-mandi" gerutu Kayla.
"Kan tadi ada Soyun Kayla.." ucap Mia yang ada didalam kamar mandi.
"Ishh... Kalo gitu cepetan mandi mandinya... Nanti kalo lama Kayla tinggal loh" teriak Kayla.
"Iya-iya"
💙💙
Keadaan pantai hari ini sangat ramai, membuat Kayla bahagia sampai berbinar-binar. Kayla pun berlari-lari sangking bahagianya.
"Kayla jangan lari-lari dong" teriak Mia.
"Kalo gak lari itu gak seru"
"Nanti jatoh loh kalo lari terus"
"Ngak bakalan Mia" teriak Kayla dengan percaya diri, sampai ia tak melihat kedepan dan membuatnya menubruk tubuh seorang pria yang ada didepannya itu.
"Nah kan? Baru juga dibilangin" ucap Mia berlari keara Kayla untuk menolongnya.
"Aduhhh sakit"
Tubuh Kayla tiba-tiba ditarik oleh seorang pria yang ia tubruk itu.
"Ngapain lari-lari?" ucap suara berat yang berasal dari pria itu.
Kayla mendongak. "Hah om? Ngapain disini?" tanya Kayla, entah kebetulan apa ternyata yang ia tabrak itu adalah Devian, Devian tak sendiri ia juga ditemani sekretarisnya yang setia membuntutinya itu.
Devian menghela. "Emang pantai ini milik kamu?" ucap Devian malah bertanya balik.
Sedangkan Mia yang ingin menghampiri Kayla itu, ia urungkan, ia melihat bahwa Devian ada disana, tentu saja Mia tak mau mengangu urusan Devian dan Kayla bukan hanya itu, ia juga saat ini tak mau bertemu dengan Trian, karena entah mengapa jika ia menatap mata Trian hatinya ingin terus didekatnya. Mia mengeleng, ia tak mungkin bisa berdekatan dengan Trian karena ucapan Trian tempo hari lalu bahwa ia menyebut dirinya hanya sebagai keponakan tak lebih dari itu, Mia yang mengingat hal itu hatinya terasa nyeri, Mia sadar! Bahwa dirinya bukanlah siap-siap dari Seorang Trian.
Trian mengerutkan alisnya kala melihat tingkah aneh Mia, yang seperti sedang menghindari seseorang itu. Trian berjalan kearah Mia, lebih baik ia bersama Mia dari pada menonton orang yang sedang pacaran itu.
Trian menepuk bahu Mia. "Mia" sapa Trian.
Mia tersentak. "Eh paman" ucap Mia merasa gugup.
"Kamu kenapa disini aja, gak samperin Kayla?" tanya Trian.
"Oh iya? Aku lupa, makasih ya paman udah ngingetin aku... Kalo gitu aku samperin Kayla dulu" ujar Mia berlalu meninggalkan Trian.
Trian bingung, mengapa tingkah Mia itu sangat aneh dan juga kaku? Trian menaikkan bahunya tak mau ambil pusing.
"Om ini ngeselin banget deh..." gerutu Kayla yang masih saja berdebat dengan Devian.
Mia menepuk bahu Kayla. "Yuk Kayla, katanya mau lihat matahari terbenam"
Kayla menepuk keningnya. "Oh iya... Kayla sampai lupa, gara-gara om nihh... Ngajakin Kayla debat terus.." gerutu Kayla, Mia yang melihat tingkah Kayla itu mengelengkan kepalanya.
"Yaudah yuk... Takutnya udah ditungguin Soyun nanti" ucap Mia.
"Oh! Yaudah ayok.."
Devian yang mendengar nama Soyun disebut itu tanpa aba-aba langsung mengikuti Kayla.
Kayla berbalik. "Om ngikutin Kayla ya?"
"Kamu lupa dengan syarat yang saya ajukan tadi siang?"
Mendengar itu Kayla langsung mengingatnya. "Terserah om deh.." ucap Kayla pasrah.
"Syarat apa yang dimaksud tuan Devian Kayla?" tanya Mia penasaran.
"Udah... Kamu gak usah kepo" jawab Kayla yang membuat Mia melengkungkan bibirnya.
Tbc.
Jangan lupa komen ya, Author malah seneng jika ada yang komen...