
Saat ini Kayla sudah berada disalah satu kamar apartemen milik Darius untuk sementara mereka tinggal disana karena hari sudah malam, jadi mulai besok mereka akan pidah kerumah yang pastinya sudah disediakan oleh orang tua mereka jauh-jauh hari, sebelum mereka memulai pertunangannya itu.
"Om Kayla tidur dimana nih.." tanya Kalya pada Devian yang kini mereka sudah berada diruang tengah.
"Ya tidur dikamar lah, masa dilantai" jawab Devian ketus.
"Ihhhh maksudnya kamar yang mana? Kayla kan gak tau, makanya Kayla tanya sama om"
"Disana.." ujar Devian sambil menunjuk salah satu kamar diapartemen itu.
"Kok gelap banget sihh om.. Serem deh nanti ada hantunya" ucap Kayla sambil merinding ngeri.
"Kenapa? Mau tidur bareng" tanya Devian santai sambil mendudukan diri disofa.
"Yee... Gak lah, kita itu belum menikah belum sah ya om! Jadi om gak boleh nyetuh Kayla sedikit saja ngak boleh" ucap Kayla sambil menekan kata ngak boleh.
"Ya terus kamu mau tidur dilantai?"
"Ngak mau, om tidur dikamar itu aja ya om! Kayla maunya yang disana" ujar Kayla sambil menunjuk kamar yang sedikit terang itu.
"Gak! Itu kamar saya, kamarmu itu yang disana" ucap Devian tak mau kalah.
"Ihh gak boleh gitu dong om, Om itu tuh harus ngalah yang lebih muda"
"Yang seharusnya ngalah itu yang muda, bukan yang tua" jawab Devian, bukanya mereka cepat tidur malah berdebat seperti suami istri yang memperebutkan haknya.
"Gak mau om, om yang disana" keukeh Kayla.
"Udahlah bocah, saya mau tidur capek" ucap Devian sambil melangkah menuju kamar.
"Eh! Eh!... No! No! No! Gak boleh, Kayla disini" ujar Kayla dengan berlari menuju kamar yang tadi ia tunjuk.
"HEH! bocah ngapain kau disana, ini kamar ku" ucap Devian sambil mengedor-gedor kamarnya yang sudah dimasuki oleh Kayla.
Ceklek....
Kayla membuka pintunya dan menyembulkan kepalanya dipintu "Maaf ya Om, saat ini kamarnya om jadi milik aku, jadi om bisa pindah kekamar lain" ujar Kayla santai.
"Hei, sejak kapan kamu ngatur saya, dasar kamu ini benar-benar merepotkan ya bocah, keluar dari kamar saya sekarang" ucap Devian sambil menarik tangan Kayla agar mau keluar.
"Eh! Eh! Om gak boleh nyetuh Kayla, aduhh tangan Kayla udah gak perawan lagi" ujar Kayla mendramatis.
"Dasar bocah, belum diapa-apain sudah ngomong yang engak-engak, cepet kamu keluar dari kamar saya"
"Gak mau... Ish" kata Kayla sambil mendorong tubuh Devian, Devianpun oleng karena belum siap dengan dorongan Kayla, alhasil Kayla berhasil lepas darinya.
"Wleeee" ledek Kayla sambil memeletkan lidahnya kearah Devian pertanda bahwa dia yang menang.
"Dasar bocah, hei! Buka pintunya" kata Devian sambil mengedor-gedor pintu kamarnya yang sudah dikunci dari dalam itu.
"Gakkkk maooo" teriak Kayla dari dalam kamar.
"Dasar bocahhh, hahhhh.... emang bener-bener gimana bisa aku bertahan dengan bocah itu, satu tahun! Itu waktu yang sangat lama, astaga mama bikin aku jadi gila ajaaa hahhh" gerutu Devian, setelah itu ia berlalu pergi dari pintu kamar itu, ia sudah menyerah berdebat dengan Kayla karena hari sudah malam dan ia sanggat lelah melewati hari yang begitu panjang buatnya.
💙💙
Pagi hari.....
Matahari saat ini tengah malu-malu untuk keluar dari tidurnya, ralat! Bukan matahari tapi seorang pria yang sejak tadi masih bergelung dengan selimut tebalnya itu yang belum juga terbangun padahal jam sudah menuju angka 7:15 wib.
Saat sedang enak-enaknya tidur bermimpi indah bertemu bidadari, tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh suara yang mengelegar memenuhi isi ruangan itu membuatnya seketika bangkit dari tidurnya dan berdiri tanpa melihat kondisinya saat ini, yaa saat ini Devian hanya mengenakan celana boker karena kebiasaan tidurnya yang bertelanjang dada malas memakai pakaian atas, alasannya hanya karena merasa gerah dan ia tidak bisa tidur jika tak bertelanjang dada, padahal ia sering sekali menyetel ac dengan suhu yang sanggat dingin tapi tetap saja ia merasa itu tetap gerah baginya.
Suara berisik itu berasal dari arah dapur, Devian pun segera kesana takut-takut jika ada penyusup yang masuk.
Saat Devian sudah berada didapur ia melihat sosok mungil tengah jongkok seperti mencari sesuatu, Devian pun mendekati sosok mungil itu.
"Kyaaaakkkk" teriak dari sosok mungil tak hayal adalah Kayla, yang tadi berjongkok membereskan panci yang jatuh, ia berteriak karena ia merasa kaget karena Devian berdiri dibelakangnya itu.
"Astaga ommmm ngagetin aja dehh" ucap Kayla sambil mengelus bagian jantungnya yang masih berdetak kencang akibat terkejut tadi.
"Kenapa kamu disini?" tanya Devian.
"Mau makanlah, emang mau ngapain lagi" jawab Kayla ketus.
"Maksudnya kenapa kamu dirumah saya?" tanya Devian yang memang lupa.
"Wahhh pura-pura amnesia nih om, emang om lupa kemari orang tua kita yang seenaknya itu nyuruh kita tinggal bersama selama setehun inget itu, setahun" kata Kayla menekan kata setahun sangking kesalnya.
"Ohhh kirain itu cuman mimpi"
"Kebanyakan tidur ya gitu udah pagi juga, bukanya mandi malah keliaran pake ****** *****, om gak malu apa sama anak kecil disini yaampun inget umur ommm" cerocos Kayla, Devian yang mendengar ucapan dari Kayla langsung melirik kebawah dan ternyata benar ia berlari kedapur hanya mengunakan celana boker, betapa malunya Devian saat ini.
"Hei bocah, kamu bukanya merasa malu kalau lihat laki-laki gak pake baju"
"Ngapain malu Kayla udah sering lihat didrama-drama cowok gak pake baju ommm, malah otot rotinya lebih gede dari om" ucap Kayla dengan gamblangnya.
"Dasar, emanang ya walau kamu kayak anak kecil tapi kamu ini sebenarnya bocah mesum" setelah mengucapkan itu, Devian berlalu pergi kekamarnya menyisakan Kayla yang melotot tak terima dengan ucapan Devian barusan.
"Heii omm, Kayla bukan orang mesum yaaa, Kayla juga gak napsu liat otot peot milik om itu" teriak Kayla pada Devian yang tak mendengar karena sudah masuk kedalam kamarnya.
"Hihhhh bener-bener nyebelin deh orang itu" gerutu Kayla dengan nada kesal.
💙💙
Drtdrtdrtdrtdrt.....
Suara hanpone milik Devian bergetar diatas mejanya, Devian pun langsung melihat siapa gerangan yang menelfonnya itu.
Sekretaris bodohh is calingg.....
Ternyata sekretarisnya Trian yang menelfon Devian itu "Yaa kenapa?" ucap Devian mengangkat telfonya.
"Boss, anda tidak datang kekantor?" tanya Trian diseberang telfon.
"Saya mungkin akan datang siang nanti, apakah ada jadwal penting yang masuk hari ini" tanya Devian pada sekretarisnya.
"Tidak boss, anda ada jadwal nanti siang meting dengan klayen anda sekitar jam 12"
"Oke, handel semua dengan baik jangan ada kesalahan"
"Baik boss" jawab Trian setelah itu sambungan telfonpun diputus sepihak oleh Devian.
Saat ini Devian sudah rapi dengan pakaian santainya, ia tak memakai jas kantor karena hari ini ia akan pulang kerumah orang tuanya dulu karena tadi pagi mereka menghubunginya untuk datang kerumah sekaligus menyuruhnya membawa Kayla bersamanya.
Tbc.
Jangan lupa tinggalkan jejak^_^💙
See youu🤗