
🍁🍁
Masih berada diapartemen Anggara,
Saat Devian keluar dari kamarnya ia seperti mencium aroma masakan yang entah datang dari mana, ia pun penasaran karena baunya itu sangat sedap membuat cacing yang ada diperutnya itu meronta ingin dikasi asupan.
Ternyata bau yang ia cium tadi berasal dari dapur, dan disitu masih terdapat Kayla yang sudah anteng duduk dimeja sambil melahap makanannya, Devian pun mematung sambil melihat Kayla dengan tatapan yang mudah diartikan itu karena dengan melihat wajahnya saja orang pasti tau bahwa Devian saat ini tengah kelaparan.
Saat Kayla ingin melahap makanannya dimulutnya itu, ia tak sengaja melihat Devian berdiri tak jauh darinya "Kenapa om?" tanya Kayla pada Devian.
Devian pun tersadar dari lamunya itu saat Kayla bertanya padanya "Ehem.. tidak saya mau kasi tau kamu bahwa nanti kita kerumah orang tua saya dan kamu segera bersiap saya tunggu kamu dimobil"
"Emang mau ngapain kerumahnya om?" tanya Kayla kepo.
"Ada yang mau dibicarakan sama orang tua saya katanya hal itu penting" jelas Devian.
"Hal penting apa om?" tanya Kayla lagi.
"Udah kamu gak usah bertanya terus, teruskan makanmu dan cepat bersiap jangan lama-lama" ucap Devian dengan nada kesal.
"Yaelah om... Kan Kayla cuman nanya ya gak usah ngegas gitu kali" ucap Kayla sambil memanyungkan bibirnya.
"Gak usah cerewet kamu bocah, cepet bersiap gak pake lama" suruh Devian tak sabaran.
"Om gak liat apa Kayla lagi makan, Kayla lagi laper tauuu"
"Udah gak usah dilanjutin, disana nanti kita juga akan makan" jelas Devian.
"Loh nanti mubasir ini kalau gak dimakan"
"Yaudah bawa aja"
"Tapi kan om.."
"Atau kamu mau saya tinggal disini sendirian biar kamu tinggal sama hantu-hantu diapartemen ini" ancam Devian sangking kesalnya dengan ocehan Kayla itu.
"Ish iya-iya jangan nakut-nakutin dongg Om, bentar Kayla siap-siap dulu" ujar Kayla bangkit dari duduknya dan berlalu menuju kamarnya.
"Cepet gak pake lama" ucap Devian sambil melipat tangannya itu didadanya.
"Dasar om-om peot, suka ngatur ngeselin lagi" gerutu Kayla dengan suara pelan dan hal itu masih didengar oleh Devian.
"Saya denger ucapan kamu"
"Nyenyenyenye" ucap Kayla kesal sambil membanting pintunya.
Brakkkkkkkk....
Devian yang melihat tingkah Kayla hanya mengeleng sambil memijat kepalanya yang terasa pusing itu.
💙💙
Kediaman Anggara......
Kini Devian dan Kayla sudah sampai dirumah Darius dan Laras tepatnya orang tua Devian, terlihat rumah yang dulu pernah jadi kenangan masa kecil Devian hingga ia dewasa itu masih terlihat sanggat mewah tak terlihat akan kesunyian, selalu ada tawa yang diisi oleh pekerja disana yang sudah terlihat sekali akan keramahan mereka.
"Wahhh rumahnya om bagus banget gak kalah keren sama rumah milik papi" ucap Kayla takjub.
"Siapa dulu pemiliknya" ucap Devian menyombongkan dirinya.
"Tentu saja om Darius yang ganteng milik tante Laras" ucap Kayla tak kalah sobongnya, dan hal itu membuat Devian yang tadinya bersemangat jadi kesal dengan tanggapan dari Kayla.
"Yayayaya suka-suka kamu bocah" ucap Devian pasrah.
"Iya dong tentu saja suka-suka Kayla" ujar Kayla santai.
"Dasar kau boc-" ucap Devian terhenti kala Laras menghampiri mereka.
"Ehh kalian kapan datengnya, kok gak masuk sih, Devian kenapa gak ajak tunangan kamu masuk sih" ucap mama Laras menegur Devian.
"Baru aja sampai tante" ucap Kayla menjawab pertanyaan dari Laras.
"Jangan panggil tante dong panggil aja mama" ucap Laras membenarkan.
"Tapi tante-"
"Eitss gak boleh, mama yang bener" ujar Laras tak mau dibantah.
"Oke mama" jawab Kayla pasrah.
"Nah itu baru bener, oiya kamu belum jawab pertanyaan mama loh Devian kenapa kamu gak ajak tunangan kamu masuk malah berdiri aja disini" ujar Laras bertanya pada Devian yang diam itu.
"Ini juga mau diajak masuk mah"
"Dasar kamu ini kalau gak diomongin pasti gak diajak masuk" omel Laras pada Devian yang hanya diam tak menanggapi, Kayla yang melihat Devian diomeli oleh mamanya tertawa kesenangan.
"Hahhhh" helaan nafas dari Devian lagi-lagi dibuat pusing oleh dua wanita yang sudah berlalu masuk itu.
💙💙
"Papahhh, siapa nih yang mama bawa" ucap Laras bertanya pada suaminya yang sedang membaca koran itu.
"Ehh Kayla calon menantu papa" jawab Darius ketika melihat Kayla bersama istrinya itu.
Kayla yang disebut calon mantu pun hanya tersenyum, tak tau harus menanggapi seperti apa bukan karena merasa bahagia, ia disebut begitu tapi ia merasa canggung karena masih merasa asing kepada orang tua Devian itu.
"Kamu gak perlu canggung begitu Kayla, anggap aja kita itu orang tua kamu sendiri, yakan mahh" ujar Darius bertanya pada istrinya.
"Iyaa dong pahh, mulai sekarang kamu panggil kita dengan sebutan mama sama papa kayak Devian ya... sayang" tanya Laras pada Kayla.
Kayla yang ditanya itu merasa tidak enak jika menolak akhirnya ia menganguk sebagai jawaban iya.
"Nahh gitu dong huhu seneg banget dehh punya mantu kayak Kayla ini" ucap Laras sambil memeluk Kayla dengan rasa bahagia.
"Belum nikah mah... Udah nyebut mantu aja" ujar Devian ketus, ia yang sedari tadi diam merasa jengah dengan interaksi mamanya dengan gadis yang membuatnya kesal tadi.
"Loh gak papa dong bentar lagi kan Kayla jadi mantu mama" ujar Laras tak mau mengalah.
"Hahhhh.... Suka-suka mama aja deh, kita bahas sekarang aja pah, Devian sebentar lagi mau ada miting dikantor"
"Loh... Kok buru-buru kita sarapan dulu dong orang baru datang juga" ujar Laras pada anaknya itu.
"Gak bisa ditinggal mahhh... Proyek ini penting bagi perusahaan Devian"
"Yaudah-yaudah, kita bahas aja sekarang, mahh ajak Kayla duduk dong masa berdiri terus disana" ujar Darius menyuruh istrinya untuk duduk bersama.
"Oiyaa hahaha mama sampai lupa yuk sayang kita duduk" setelah itu merekapun duduk.
"Mulai dari intinya aja ya, papa nyuruh kalian berdua kesini mau bahas soal rumah yang nanti kalian tinggali, papa udah nyiapin rumah itu jauh-jauh hari bersama dengan om Dion tentunya" jelas papa Darius.
"Hah.. Papi juga ikut nyiapin om?" tanya Kayla pada papa Darius.
"Loh kok om sih, papa dong mangilnya" ucap Darius membenarkan ucapan Kayla.
"Hahaha papa maksudnya" ucap Kayla canggung.
"Gitu dong baru bener, soal papa kamu itu memang benar orang tua kamu Kayla... Juga ikut menyiapkan rumah itu untuk Kayla dan juga Devian" jelas Darius.
"Kok Kayla gak dikasi tau ya pah?" tanya Kayla pada Darius.
"Kan biar surprise sayang" ucap Laras menjawab pertanyaan Kayla.
"Gimana nanti siang kalian liat aja rumah baru kalian, kalian mau kan?" tanya Darius pada kedua insan yang tengah terdiam dengan pikiran masing-masing itu.
"Lohh kok pada bengong si" ujar Laras menyadarkan mereka.
"Gimana Devian? Kamu mau kan sayang" tanya Laras pada anaknya itu.
"Emang kalau Devian jawab tidak mau, emang mama mau nurutin kemauan Devian"
"Kamu pasti tau jawaban mama dong sayang" ujar Laras sambil tersenyum, Devian yang melihat itu hanya menghela nafas tak tau harus menanggapi apa dengan sifat mamanya itu.
"Gimana sayang kamu mau kan?" tanya Laras yang kini bertanya pada Kayla.
"Kayla gak mau tante" ucap Kayla menolak permintaan mama laras itu.
"Loh kenapa sayang?" tanya Laras.
"Soalnya Kayla takut sama om" jawab Kayla dengan gamblangnya.
"Hah? Om? Maksud kamu Devian sayang"
"Iya mahh" jawab Kayla polos.
"Hahahaha, papah mantu kita lucu banget pah hahahah" tawa Laras mengelegar lantaran ucapan Kayla tadi.
"Yaampun Kayla, emang kamu takut kenapa? Emang Devian gigit kamu sayang" tanya Laras yang masi diselingi tawanya.
"Emm... Om itu mukanya nyeremin kalau lagi marah mah, jadi Kayla gak bisa tinggal sama om mah" jawab Kayla yang lagi-lagi mengundang gelak tawa dari mereka, sedangkan Devian yang jadi bahan topik itu hanya diam dengan muka yang dibuat kesal itu.
"Hahaha Devian! Devian! Kamu itu berbuat apa sama Kayla, sampai-sampai Kayla takut sama kamu" tanya Darius sambil tertawa terpingkal membuat wajah Devian semakin kesal dan mengerutkan bibirnya.
Tbc.
Setelah membaca jangan lupa tinggal kan jejak yaa^_^
See youu💙💙