
🍃🍃
Saat ini kedua insan yang merupakan pemeran utama diacara tersebut, sudah berdiri ditempat yang sudah seharusnya, ditemani dengan para orang tua dan juga penonton yang merupakan kerabat atau teman bisnis dari kedua belah pihak.
Para orang tua sedari tadi memancarkan senyumnya yang sejak tadi tidak lepas dari wajahnya itu, mereka memperlihatkan betapa bahagianya mereka hari ini. Sampai-sampai mereka tidak melihat salah satu mempelai yang sedari tadi menekuk wajahnya dan memonyongkan bibirnya, mambuat pipinya yang sudah besar malah tambah mengembung, orang yang melihatnya pasti akan merasa gemas, ya... Siapa lagi kalau bukan Kayla, yang saat ini ia tidak punya pilihan lain selain menerima pertunangan itu, jika ia menolak pertunangan itu sudah pasti ia akan langsung berhadapan dengan maminya yang super cerewetnya yang membuat Kayla kualahan jika menghadapinya.
"Oke, acaranya langsung kita mulai sekarang ya" ucap Darius papa Devian.
"Iya pah... tunggu dulu, cincinnya belum diambil, pelayan berikan cincinnya" ucap Laras menyuruh pelayan yang ada disana.
"Baik nyonya" ucap pelayan itu.
"Ini nyonya" kata pelayan itu memberikan cincin yang ia ambil tadi kepada Laras.
"Nah, untuk meresmikan pertunangan kalian sekarang kalian harus bertukar cincin, ayok saling pasang kan ke jari kalian" ucap Laras memberikan sekotak cincin yang didalam terdapat dua pasang nan elegan itu.
Kayla yang melihat itu bergetar, ia tak menyangka diumurnya yang terbilang sangat muda itu, harus dijodoh kan dengan pasangan yang bukan ia sukai. Sungguh miris sekali padahal diumurnya itu pasti waktunya untuk bersenag-senang dengan temannya tapi ini apa? Ia harus diikat dengan seorang pria? Yang bahkan lebih tua darinya.
"Mihh" ucap Kayla, memohon agar maminya bisa membatalkan pertunangan itu.
"Cepet Kayla jangan buat kita nunggu dong" kata Eva sambil memelototi Kayla.
Kayla yang melihat tak ada harapan dari maminya itu, ia lalu menatap Devian yang dialah satu-satunya jalan yang bisa membatalkanya.
Devian yang melihat Kayla hanya mengacuhkanya tak peduli, ia lalu beralih mengambil cincin dan menyematkanya pada jari kayla tanpa bertele-tele.
Prok..... Prok.... Prok....
"Wahhh bravoo" ucap Eva sambil bertepuk tangan diikuti para tamu yang juga memberikan tepuk tangan.
Hal itu lantas membuat Kayla membulatkan matanya tak percaya, bagaimana mungkin ia tak kaget, pria yang ia temui hanya tiga kali itu jelas-jelas pernah menunjukan rasa tidak sukanya kepadanya, dan sekarang mengapa pria itu dengan mudahnya memberikan cincin? Sungguh Kayla dibuat bingung dengan pria yang ada didepannya itu.
"Kayla kok bengong aja si, ayolah sekarang giliran kamu sayang" ujar Eva menyadarkan lamunan Kayla.
"Tapi kan Mihh"
"Apa tapi-tapi, kamu gak liat sekarang orang-orang lagi liatin kamu, Kayla ayolah anggep aja ini demi mami" ucap Eva memohon kepada Kayla.
"Ihh mami memang super nyebelin" gerutu Kayla, walau Kayla bilang begitu, ia langsung saja menyematkan cincin itu kepada jari manis milik Devian, semu orang yang melihat itu lantas bertepuk tangan dan bersorak karena akhirnya mereka sudah resmi menjadi pasangan yang terikat dalam tali pertunangan.
"Wahhh memang anak mami debes banget" ucap Eva sambil memeluk putrinya itu.
"Wahhh selamat ya sayang sudah jadi tunangannya orang hihihi" ucap Laras sambil memeluk Kayla dan bergantian pada Devian.
"Mamah jangan godain mereka dong, nanti mereka jadi malu loh" ucap Darius dengan nada megejek.
"Selamat ya sayang, sekarang kamu udah ada yang jagain, nak Devian tolong jaga anak saya baik-baik ya, dia adalah putri saya satu-satunya yang saya cintai, jangan pernah buat dia nangis, nanti kalau kamu buat dia nangis kamu harus berhadapan dengan papamu yakan yus? "
"Oh iya dong harus itu, jika putri kita dibuat nangis sama anakku kamu.. " kata Darius sambil menjuk putranya itu "Devian akan langsung berhadapan dengan papamu ini hahahahaha" Devian yang ditunjuk hanya mengeleng tak peduli dengan ucapan papanya itu, ia tak tau lagi apa yang direncanakan oleh orang tuanya.
"Haduhh papi nih kayak Kayla mau pindah rumah aja deh pake acara bilang dijagain lah, Kayla kan belum nikah pihh masa udah bilang begitu" ucap Kayla bernada kesal sambil melipat kedua tangannya.
"Nahh kalau soal itu, kita lanjut nanti pas makan malam dirumah kita, sekarang kita nyambut tamu dulu kan gak enak diangurin hahahaha" ucap Darius menjawab pertanyaan Kayla. Kayla yang mendengar jawaban ambigu dari Darius itu mengkerutkan keningnya bingung, ia tak mengerti apa yang dimaksud dengan papanya Devian itu?.
💙💙
Setelah pesta pertunangannya selesai, keluarga Anggara, dan keluarga Hames memutuskan untuk istirahat sejenak disalah satu ruangan apartemen milik keluarga Anggaran. Yang memang disediakan khusus untuk keluarga besar, makanya ruangan yang ditempati mereka itu cukup luas dan leluasa untuk berkumpul saat ini.
"lya yuss, melelahkan sampai rasanya capek hilang seketika hahaha" tawa Dion menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.
"Hahahaha bisa aja kamu yon"
Devian yang melihat kedua pria paruh baya itu hanya diam tak menagapi, saat ini para pria sedang duduk diruang tengah dan menikmati kopi yang sudah disediakan, sedangkan para wanita tengah didapur menyiapkan camilan untuk mereka semua.
"Sekarang Kayla udah besar ya jeng" ucap Laras kepada Eva.
"Iya jeng, udah makin dewasa dia hohoho"
"Lah emang udah besar, siapa yang bilang Kayla masi kecil?" tanya Kayla bingung.
"Mamih yang bilang" ucap Eva gamblang.
"Mamih nih bikin Kayla kesel deh dari tadi" grutu Kayla pada maminya itu.
"Udah... jangan kayak anak kecil kamu tuh Kayla, udah punya tunangan sekarang jangan nyusahin tunangan kamu itu yaa" ujar Eva pada Kayla.
"Gapapa lah jeng, gunanya punya tunangan ya harus direpotin hohoho" ucap Laras sambil mengelus rambut Kayla.
"Haduh jeng kamu itu baik banget sih.. Gak nyesel aku pilih kamu jadi besan aku hohoho"
Kayla yang mendengar percakapan antara ibu-ibu itu merasa jengah, ia sanggat malas berada disini ia ingin sekali cepat-cepat pulang sekarang, entah kenapa jika ia memikirkan itu rasanya ia rindu sekali pada kasur empuknya itu.
"Miss you my kasur" ucap Kayla dalam hati malah membayangkan tentang kasur.
"Udah yuk udah selesai nih, yuk kita nyusul para bapak-bapak disana, mungkin mereka sudah merindukan kita hoho" ujar Eva membuat Kayla bergidik ngeri.
"Hayukk lahh hohoho" jawab mam laras, Kayla hanya mengelengkan kepalanya kala melihat kelakuan emak-emak itu. Ia lantas mengikuti mereka dari belakang sambil membawa nampan berisikan camilan yang tadi dibuat.
"Helo helo para boy, sudah nungguin lama ya" ujar Eva.
"Wahhh apa ini" ucap Dion mengambil camilan itu.
"Keripik itu pih" jawab Eva, Dion yang mendengar hanya mengangukan kepala.
"Hemm berhubung kita kumpul disini, kita bahas sekarang aja ya mahh" ujar Darius pada istrinya Laras.
"Iya pah sekarang aja"
"Emang mau ngomongin apa sih yus bikin penasaran aja" tanya Dion pada sahabatnya itu.
"Masa kamu sudah lupa sih yon, ituloh tentang Devian sama Kayla, kita sudah sepakat kan kalau setelah pertunangan mereka selesai, mereka harus tinggal bersama dirumah yang sudah kita siapkan jauh-jauh hari, guna agar mereka bisa tambah mandiri agar bisa menghadapi masa depan yang akan mereka tempuh nanti" Jelas Darius.
"Hohh, iya-iya sampai lupa aku yuss untung kamu ingetin hahaha" kata Dion, yang seketika membuat Kayla tersedak saat ia tengah minum.
"Puftssss.. Uhuk Uhuk Uhuk.." selak Kayla saat minum air, saat ini ia syok bukan main lantaran mendengar perkataan yang sakral baginya.
"Kalau begitu dimulai sekarang aja ya yus rencananya" ucap Dion membuat Kayla seketika melotot tak percaya dengan ucapan gamblang dari papinya itu.
"HAH! Apaan sih pih, Kayla gak mau.... papi jangan buat Kayla menderita dong hiks hiks huuuuuu..... HUAAAAAAAA" tangis Kayla mengema diseluruh penjuru ruangan, sampai-sampai orang yang berada disebelah ruangan itu kaget saat merasakan ada gempa dikamarnya itu, orang yang tadinya tidur malah terbangun semua dan mengemasi barang-barangnya untuk dibawa keluar takut-takut jika ada gempa susulan.
Tbc.
Gimana dengan episode hari ini, ngakak gak tuh, aku aja yang nulis ngakak kok wkwkwkwk🤣