My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Ajakan Liburan



💮💮


"Kalian lagi, ngobrolin apa?" tanya Gilang, pada Kayla dan Mia yang ada dihadapannya itu.


"Eh! Engak ada kok" jawab Kayla cengegesan.


Gilang hanya mengangukan kepalanya, ia lalu melirik kearah Mia.


"Hai, Mia.." sapa Gilang dengan senyuman.


Mia hanya menjawabnya dengan angukan kepala, dan tersenyum manis. Membuat jantung Gilang menjadi tak karuan dibuatnya.


Gilang mengeplak-geplak punggung temannya yang ada disampingnya itu.


"Gilaa, manis banget coy... Senyumannya" kata Gilang namun pandangannya terus tertuju pada Mia.


Yang terkena geplakan itu merasa kesal, kemudian ia menonyor kepala Gilang sedikit kencang. "Manis.. Sih manis.. Tapi ya ngak usah pake acara mukul kali" ucapnya kesal.


Gilang mengelus kepalanya, ia menyengir kuda. "Hehehe... Ya maaf" ucap Gilang sambil tersenyum, tapi dimata temannya itu terlihat sangat menyebalkan.


"Cih.." decihnya sambil melengos.


Kayla melihat kearah Mia, ia dengan sengaja menyengol siku Mia. "Eiyy... Udah dapat gebetan aja nih Mia.." goda Kayla, sambil menarik turunkan alisnya menatap Mia yang dibuat malu atas tingkah Kayla itu.


"Ssstt... Gebetan apaan, orang Mia aja baru kenal" ucap Mia sedikit berisik, agar tak didengar oleh para pria yang ada dihadapannya itu.


"Ciee... Yang malu-malu" ucap Kayla yang masih saja menggoda Mia.


"Udah, gak usah godain Mia terus, kamu gak liat Kayla?, dari tadi Soyun liatin kamu terus" ucap Mia yang membuat Kayla menengok kearah Soyun.


"Ada apa Coyun?" tanya Kayla pada Soyun.


Soyun tersadar dari lamunnya.


"Oh! Engak ada" ucap Soyun ambigu.


Kayla bingung dibuatnya, kemudian Kayla teringat akan sesuatu. "Oh, iya Coyun, tadi sepertinya kamu ingin mengatakan sesuatu yang penting? Emang apa itu?" tanya Kayla pada Soyun.


"Oh! Ngak jadi, nanti aja kalo ada waktu pas, aku akan menyapaikannya" ujar Soyun.


"Hah? Emang sekarang bukan waktu yang pas ya?" tanya Kayla dengan muka polosnya itu.


Soyun terkekeh melihatnya. "Ya... Bisa dibilang begitu, karena ini adalah sesuatu yang rahasia, itu sebabnya hari ini bukanlah waktu yang pas" kata Soyun sambil meletakkan jari telunjuknya dibibirnya itu.


"Lah? Emang apaan sih? Kan Kayla jadi makin penasaran, pokoknya Coyun harus bertanggung jawab karena buat Kayla penasaran, cepet bilang sekarang Coyun..." ucap Kayla sedikit merengek.


Soyun yang melihat tingkah kekanak-kanakan Kayla itu tertawa. Soyun sangat menyukai Kayla yang seperti itu, polos dan juga ceria, dimata Soyun Kayla sungguh mengemaskan. Sepertinya ia sudah jatuh pada pesona Kayla yang terbilang sederhana itu.


Tangan Soyun refleks terulur memegang pipi Kayla, ia mencubitnya pelan sehingga Soyun dapat merasakan jika pipi Kayla itu sangat tembem.


"Imut banget sih..." kata Soyun sambil tersenyum mencubit pipi Kayla.


"Habisnya kamu lucu banget sih" ujar Soyun tertawa kecil.


"Ya gak usah pake cubit kali, emang Kayla apaan, Kayla paling gak suka ya! Kalo pipi Kayla dipegang" gerutu Kayla kesal.


"Oh ya? Berarti aku termasuk beruntung dong, bisa cubit pipi kamu" ucap Soyun mengoda Kayla, sepertinya moodnya kembali seperti semula. Padahal sejak tadi ia terus termenung kala melihat Kayla dan Devian makan bersama diruangan Devian itu.


"Ehem... Jangan jadikan kita obat nyamuk ya? Disini masih ada kita loh! Kalian gak sadar?" seloroh Gilang yang tadi hanya diam melihat kedua insan itu.


"Iya kalo mau pacaran ya cari tempat lain aja"


Kayla mengerutkan alisnya. "Pacaran?" ujar Kayla bingung.


"Udah... Gak usah dengerin mereka, mereka emang gitu, suka aneh" ucap Soyun.


"Wah... Bener-bener nih Soyun, malah ngangep temennya aneh nih"


"Biasalah kalo udah ada si-ono, kita semua dilupain"


Kayla semakin tak mengerti arah pembicaraan mereka itu.


"Oh iya Kayla, apa kamu sudah tau? Kalo agensi kita akan ngadain party" ujar Soyun mengabaikan ucapan membernya itu.


"Party?" tanya Kayla bingung.


"Iya, kita akan ngadain pary dibali atas suksesnya album kita, para stav disini juga akan ikut meramaikan acara itu"


"Beneran? Wah... Selamat ya, gak nyangka kalian makin sukses aja" ujar Kayla.


"Iya makasih ucapannya..." kata Soyun tersenyum. "Aku mau ngajak kamu liburan kebali Kayla, karena disini kita juga boleh mengajak kerabat atau teman, mumpung kamu udah jadi teman aku, aku ingin kamu juga ikut, kamu mau kan Kayla?"


"Hah? Kayla kan orang luar, emang boleh gitu?" tanya Kayla bingung.


"Ya boleh dong... Kan aku tadi udah bilang, itu sebabnya aku ngajak kamu"


Kayla masih berpikir, ia tak tau harus menjawab apa, sebenarnya ia sangat ingin ikut, apalagi kebali. Sungguh! Kayla ingin sekali jalan-jalan kesana.


"Iya Kayla... Ajak Mia juga kesana, biar kamu ada temennya" celetuk Gilang tiba-tiba.


"Yee.... Itu mah, maunya elo" ucap temannya itu sambil menonyor kembali kepala Gilang.


"Apaan sih? Suka banget deh mainin kepala aku" gerutu Gilang.


Apa yang diucapkan Gilang itu membuat Kayla tersenyum, ia jadi punya alasan jika ada Mia.


"Oke, kalo gitu aku setuju, aku perginya sama Mia ya? Boleh kan?" tanya Kayla yang membuat Mia memlototkan mata kearahnya.


Soyun menganguk tersenyum, ia senang jika ada Kayla ikut keacara itu. Ia jadi tak sabar menunggu hari esok.


Tbc.