
"Yeobo....... Bogo sipeoyong" ( sayang..... Aku merindukanmu).
Bersambung.....
"Aaaaaa kenapa digantungin sihhh, ahhh udah dibikin baper malah digantungin kesel deh" Ucap Kayla sambil bersungut sungut, ia saat ini berada dikamarnya sambil menonton drama korea kesukaannya dengan ditemani camilan aneka ragam, memang Kayla ini sangat doyan yang namanya makanan ringan sehingga kamarnya itu dipenuhi dengan plastik jajanannya.
Sebenarnya kemarin hp Kayla disita oleh maminya sebagai hukuman gara-gara perkara tidak mau nurut sama maminya itu, tapi yang namanya Kayla itu gak bisa jauh-jauh dari hpnya alhasil ia memohon kepada maminya dengan dalih akan patuh kepada Eva. Dan Eva pun tidak langsung menurutinya karena ia meminta sesuatu dari Kayla, dan Kayla langsung saja menurutinya tanpa bertanya langsung.
"Ngomong-ngomong mami tadi minta sesuatu, minta apa ya? Ah yasudahla gak usah dipikirin yang penting hp Kayla kembali gak jadi disita sampe seminggu huhuhu" ucap Kayla sambil berguling-guling bahagia hanya karena hpnya kembali.
Saat Kayla asyik berguling-guling, Tiba-tiba terdengar suara ketuk pintu.
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk aja gak dikunci kok" ucap Kayla mempersiapkan masuk.
Cklekk.... Terlihat Eva yang masuk kedalam kamar Kayla.
"Tumben mami ketok pintu, biasanya juga langsung treak-treak" ucap Kayla pada Eva yang berjalan menuju kearahnya sambil tersenyum misterius.
"Ihh pake senyum-senyum segala, serem deh" ujar Kayla sambil memperhatikan gelagat maminya itu yang terlihat aneh.
"Hohoho kapan mami teriak-teriak, biasanya mami kan juga ketuk pintu" ucap Eva sambil tersenyum yang membuat Kayla makin merinding.
"lss malah gak ngaku, emang mami ada urusan apa sampai datang kekamar Kayla?" ucap Kayla, bertanya pada maminya.
"Emang mami gak boleh datang kekamar anak sendiri?" tanya Eva.
"Ya boleh dong, tapi kalau mami tiba-tiba datang kekamar Kayla sambil senyum-senyum gak kayak biasanya, pasti ada maunya itu, kan biasanya kalau mami datang kekamar Kayla juga mami treak-treak sambil gedor-gedor pintu kamar Kayla" Jawab Kayla dengan panjang lebar.
"Hihihi kamu tau aja deh anak mami memang pinter ya" ujar Eva yang hanya ditanggapi helaan nafas oleh Kayla.
"Truss emang mami mau apa sebenarnya" tanya Kayla pada maminya.
"Gak susah kok, mami mau... kamu datang ke kantornya calon mantu mami Devian, trus kasi ini ke dia ya" kata Eva sambil menunjukan totebag berisi makanan.
"Ish, gak mau ah, mami aja yang kesana" jawab Kayla sambil menyilangkan tangannya.
"Loh? Gak boleh gitu.. Katanya mau dimintai tolong sama mami" ujar Eva sambil tersenyum paksa, karena ia dibuat kesal oleh anaknya ini.
"Gak mau mihhhh, Kayla takut nanti kalau pas pulang trus tinggal mayat gimana? Emang mami mau kehilangan anak yang cantik nan imut ini" ujar Kayla malah melantur.
"Oke, kalau gak mau hp kamu mami sita sampe sebulan, biar kamu gak bisa lihat suami transparan kamu" ucap Eva dengan nada mengancam. Setelah itu mengambil hp Kayla yang terletak tak jauh darinya, lalu membawanya pergi.
"Eh? Eh! mami jangan doongg" rengek Kayla sambil berlari menyusul maminya.
"Mihhh jangan dongg Kayla gak bisa hidup tanpa hp miii" ucap Kayla memohon pada maminya.
"Gak akan mami kasi, sebelum kamu nurutin apa kata mami" ucap Eva bersungut sungut.
"Yahh mii kenapa sih Kayla disuruh kesana... Gak ada permintaan lain apa?"
"Ya mami suruh kamu kesana buat kasi makanan, sambil minta maaf gara-gara kamu yang gak sopan, main nyelonong pergi aja kemarin" ujar Eva.
"Tapi kan miii, Kayla gak mau kesana orang itu bikin Kayla takut"
"Kalau gak mau hp kamu tetep mami sita, dan bukan sampe seminggu tapi se-bu-lan" ucap Eva dengan nada mengancam.
"Jangan dong miii, permintaan lain aja ya miii nanti Kayla langsung nurut kok janji" alibi Kayla agar maminya luluh.
"Gak mau, mami pengen kamu anter makan ini trus sambil minta maaf, kalau misi itu belum terselesaikan hp kamu tetep mami bawa"
"Kok gitu sih Mihh, yaudah iya! Iya! Kayla mau nganterin makanan itu, sekarang balikin hp Kayla" ucap Kayla sambil meminta hpnya untuk dikembalikan.
"Eits... mana boleh begitu, kalau sudah nganterin makanan baru hp kamu mami balikin" ujar Eva dan hal itu membuat Kayla melotot.
"Aaaa kok gitu sii Mihh, mamih jahat dehh" rengek Kayla merasa tak terima apa yang dikatakan maminya.
"Yaudah iya iya huhh ini hanya demi my henpone"
"Hiss kalau diancem soal hp aja langsung nurut, yaudah sana cepet siap-siap dandan yang cantik"
"Gak usah dandan aja mih, gini aja yah? Lagi mager nih" ucap Kayla enteng.
"Kayla..." ucap Eva sambil berkecak pinggang.
"Ish iya-iya deh" jawab Kayla langsung berlalu pergi agar tidak diamuk maminya itu.
Setelah Kayla pergi, Eva langsung berbalik menghadap keruang tengah yang saat itu ada papi Dion yang tengah membaca koran.
"Pih... Pih... Liat deh mami berhasilkan" ucap Eva membanggakan dirinya ala-ala orang yang menang dari medan perang.
Dion yang melihatnya hanya mengeleng kan kepalanya, ia sudah tidak tau menghadapi kedua wanita yang dicintainya itu, yang menurutnya kelakuan sama-sama kayak anak kecil yang membuat dirinya mengelekan kembali kepalanya.
💙💙
Di kediaman Anggara....
kini terlihat Devian dan kedua orang tuanya duduk diruang tengah khusus keluarga, hari ini Devian mengajak orang tuanya karena ingin membahas soal perjodohannya.
"Mah... Pah... Devian mengajak kalian disini ingin membahas soal perjodohan, sepertinya Devian menolak perjodohan ini pah" ucap Devian langsung pada intinya.
"Loh? Kenapa kamu tiba-tiba membatalkan perjodohan, kemarin kan kamu bersedia Devian, lantas apa alasannya kamu membatalkan perjodohan ini" ucap Darius kepada anaknya yang ada dihadapanya itu, ia heran mengapa tiba-tiba anaknya ini membatalkan perjodohannya.
"Iya nak kemarin kan kamu sudah bilang setuju, tapi kenapa sekarang kamu tidak mau dijodohkan" ucapan lembut itu berasal dari laras, istri dari Darius sekaligus mama Devian.
"Alasannya kemarin Devian bertemu dengan anak dari om Dion, Kayla yang papa jodohkan untuk Devian, ternyata setalah Devian liat kelakuanya jauh dari kata anggun, kekanakan dan satu hal yang Devian tidak suka yaitu merepotkan, Devian memutuskan untuk membatalkan perjodohan itu" ucap Devian kepada orang tuanya.
"Tapi kan sayang, kamu kan udah janji sama mama kalau kamu mau dijodohin" ucap laras pada Devian.
"Loh, Devian gak pernah ngomong gitu kok mah, Devian kan bilang mau dijodohin asalkan wanita itu tidak merepotkan Devian " ujar Devian menjawab pertanyaan mamanya.
"Sama aja Devian, mama gak mau tau pokoknya kamu harus nikah sama dia, mama maunya punya menantu Kayla, gak mau yang lain titik gak boleh dibantah" ucap Laras bersungut sungut.
"Loh, gak boleh gitu dong mah ini namanya pemaksaan"
"Biarin..." ucap laras dengan santai.
"Jangan gitu dong mah.. Pahh..." ucap Devian beralih pada papanya.
"Udah-udah, kita cari jalan pintasnya aja" ucapan papanya seketika membuat mata Devian berbinar.
"Kita tunda dulu perjodohannya, lebih baik kalian bertunangan dulu saja, nanti kalian putuskan sendiri jika kalian sudah dekat atau sudah merasa cocok" ucapan bijak itu berasal dari Darius papa Devian.
Dan hal itu sontak membuat Devian yang awalnya senang jadi lemas kembali.
"Pahhhh.... Kok gitu sih" ujar Devian dengan nada sedikit merengek.
"Udah Devian kamu trima aja, keputusan ini sudah bulat papa akan membahas ini dengan om Dion untuk melaksanakan pertunagan kalian minggu depan" sontak pernyataan dari papanya itu membuat Devian kaget, tapi berbeda dengan mamanya yang menanggapi pernyataan itu dengan binaran mata.
"Tapi pah, itu kan terlalu cepet apa papa gak kasian sama Devian Pahh..." rengek Devian merasa frustrasi.
"Udah Devian, gak usah ada alasan lagi kamu harus terima dan gak ada kata pembatalan" ucap Darius dengan nada serius.
"Iya sayang, kamu harus terima yahh, kalau kamu gak terima nanti mama nangis loh" ucap Laras pada anaknya agar mau dibujuk.
Devian pun tak tau lagi harus berkata apa, ia terkulai lemas dikursi sofa sambil memejamkan matanya "Hahhhh harus gimana lagi nasip aku ini, masa aku harus dinikahin sama bocah merepotkan itu hancur sudah masa depanku" ucap Devian dalam hati merasa sangat frustrasi.
Tbc.
Jangan lupa like and komen biar othor makin semangat nulisnya, dukungan kalian sanggat sanggat aku nantikan... 💙💙