My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Debaran



"Kamu jangan keras kepala bocah" ucap Devian yang juga ikut kesal.


"Biarin... Ini kan juga salah om, main tarik-tarik Kayla aja, bukanya ditanyain udah makan malah diajak keapartemen trus dimarahin" crocos Kayla, sambil mempoutkan bibirnya.


Devian menghela. "Saya minta maaf" ucap Devian singkat.


Kayla yang mendengar itu pun tertegun, ia lalu menengok kearah Devian, terlihat wajah Devian yang lesu, itu berarti ia bersungguh-sungguh mengatakannya.


"Om bicara apa Kayla gak denger" alibi Kayla.


"Saya minta maaf" ucap Devian.


Kayla yang mendengar itu terkikik. "Hah? Apa om, Kayla gak denger nih" kata Kayla sambil memegang telinganya.


"Saya minta maaf Kayla" ucap Devian sedikit keras.


"Om ngomong apa sih, Kayla gak denger, ngomongnya yang keras dong om" ujar Kayla sambil menahan tawanya.


Devian mendengus. "Saya minta maaf bocah" ucap Devian bersuara keras.


Kayla yang mendengar kata bocah itu, menengok kearah Devian. "Kok malah bocah sih, kalau mau minta maaf, harusnya yang bener dong om"


Devian yang sudah setengah kesal itu tak tahan lagi, ia langsung menerjang tubuh Kayla dan menindihnya diatas kasur, kini posisi mereka sudah terbilang sangat intim, dikarenakan Devian yang sudah ada diatas Kayla dan begitu sebaliknya.


"O-om ngapain..." gugup Kayla.


"Dengarkan saya baik-baik, saya tak akan mengulanginya" ucap Devian yang masih ada diatas Kayla itu.


Devian mendekatkan wajahnya kearah Kayla, Kayla pun semakin gugup dibuatnya, sedari tadi jantung sudah main senam tanpa seizin Kayla. "Duh.. Jantungku rasanya mau meledak, om denger gak ya" batin Kayla dalam hati, setelah itu ia menutup matanya rapat-rapat kala Devian yang sudah sangat dekat dengan Kayla itu.


"Om ini ngapain sih... Pake deket- deket Kayla" gerutu Kayla dalam hati.


"Saya salah... Saya minta maaf Kayla" kata Devian yang berucap pelan pada telinga Kayla, Kayla yang mendengar ucapan Devian itu merinding seperti tersengat listrik, perkataan pelan Devian itu terdengar lembut pada pendengaran Kayla, hal itu sampai menembus keuluh jantungnya.


Devian lalu beralih menatap Kayla yang ada dibawahnya itu. "Kamu dengarkan?" tanya Devian.


Kayla yang mendengar itu langsung melek, ia refleks langsung menganguk. Sedangkan Devian yang melihat angukan polos dari Kayla itu tersenyum, dimatanya Kayla sungguh manis seperti anak ayam yang dimarahi oleh induknya.


Devian tanpa sadar mengelus surai rambut Kayla, Kayla yang merasakan sapuan lembut dari Devian itu memejamkan matanya, untuk menikmati sensasinya.


"Permisi Nona Kayla, saya akan mengecek kondisi an- oh!" ucap perawat wanita itu terpotong, kala melihat pemandangan yang tak lazim didepan matanya itu.


"Ehem... Sepertinya ini waktu yang tak tepat, saya akan kembali lagi, jika nyonya dan tuan sudah selesai dengan urusannya" ucap perawat itu, sambil mesem-mesem sendiri, perawat itu memegang pipinya saat keluar dari ruang rawat itu, sepertinya ia merasa malu memergoki sepasang manusia yang masih terbengong itu.


Kayla yang tersadar itu langsung mendorong tubuh Devian yang ada didepanyanya itu. "Ommmm ngeselin banget...." teriak Kayla pada Devian yang sudah terduduk dilantai itu.


Devian mengaruk tengkuknya yang tak gatal itu. "Apa yang tadi kulakukan?" gumam Devian.


💙💙


Pagi menyambut hari, seorang pria yang tergelung nyaman disofa itu, tak tau jika jam sudah lewat setengah sembilan, dan dia masih tidur tanpa tau jika ia seharusnya sudah berangkat kekantor sedari tadi.


Sinar matahari mengenai matanya, ia melenguh terganggu dengan itu. "Hemm" gumam pria itu yang tak lain adalah Devian, siapa lagi kalau bukan dia? Seorang bos idol yang terbilang suka marah-marah pada karyawanya jika terlambat kekantor, kini ia yang malah memakan omongannya itu.


Devian membuka matanya dan melirik kearah kamar dimana Kayla tidur disana. Devian seketika melebarkan matanya kala sosok yang ia cari tak ada dikamar itu.


"Dimana dia?" gumam Devian, setelah itu ia mencari kesana kemari, sampai kolom lemari pun ia tengok.


Saat ia ingin berjalan keluar terdengar gemricik air dari arah toilet. "Mungkin dia ada didalam" gumam Devian, ia lalu bersandar didinding dekat pintu toilet itu.


Klek.. Terdengar suara pintu yang terbuka, dan terlihatlah Kayla yang baru keluar dari toilet itu.


"Kamu kenapa tak memangil saya?" ucap Devian.


"Eh monyet... Astaga" teriak Kayla yang terkejut bukan main, kala ucapan Devian yang membuatnya merem melek akibat terlalu kaget itu.


"Om ini... Bikin kaget aja" ucap Kayla sambil mengelus jantungnya yang berdebar kencang itu. "Kenapa sih om! Berdiri disini" ucap Kayla kesal.


"Saya bertanya.. Kenapa kamu tak membangunkan saya, saat kamu mau ketoilet" ucap Devian sambil menyilangkan tangannya.


Kayla mendegus mendengar ucapan Devian itu. "Emang Kayla harus izin dulu gitu? Mau makan, main hp, mandi, kencing, berak, semuanya harus dilapor gitu?" tanya Kayla sambil memonyongkan bibirnya.


Devian yang melihat itu ikut mendegus, setelah itu ia mengendong Kayla tiba-tiba dan membawanya menuju kasur.


"Kyak... Om.... Mau ngapain" teriak Kayla memberontak.


Tbc.