My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Devian Kehilangan Kesadaran



Saat Devian bersiap ingin memukul wajah Soyun, Kayla langsung cepat-cepat Menghentikan Devian.


"Stop, om.... Jangan buat keributan dong" teriak Kayla sambil menarik lengan Devian agar tak terlalu dekat dengan Soyun, bisa berabe jika mereka saling berdekatan.


"Lepaskan aku bocah! Aku harus memberi pelajaran padanya agar tak terus berdekatan dengan mu" geram Devian mencoba melepaskan tangannya dari Kayla.


"Apaan sih om, cuman gitu doang aja langsung marah... Mana bau alkohol lagi. Om lagi mabuk ya?" ucap Kayla sambil mengamati Devian yang seperti tak bisa menopang tubuhnya dengan benar itu. Terbukti saat Kayla menarik Devian, Devian hampir saja terjungkal jika Kayla tak memeganginya.


"Aku tak mabuk, aku masih sadar. Lepaskan aku bocah, jangan menghalangi jalanku" berontak Devian namun Kayla yang tak mau melepaskannya.


"Ish, mending aku bawa om deh, dari pada bikin rusuh disini" gerutu Kayla kesal.


Ia lalu mengalihkan pandangannya kearah Soyun. "Soyun maaf ya... Kayla mau bantu om biar gak bikin keributan disini" ujar Kayla.


"Tapi Kayla... Kenapa harus kamu? Kamu kan hanya keponakanya, kan masih ada orang lain yang bisa bantu tuan Devian" jelas Soyun merasa tak terima.


"Soal itu..."


Perkataan Kayla terhenti, kala Devian tiba-tiba saja merangkul Kayla. Membuat Kayla terkejut bukan main.


"Dia bukan keponakan ku, tapi dia tunanganku. Yang artinya akan menjadi istriku" jelas Devian dengan nada menekan, membuat semua orang yang ada disana terkaget-kaget.


Bagaimana tak kaget? Jika atasannya yang terkenal galak dan juga pemarah itu, tiba-tiba mengumumkan jika ia sudah mempunyai tunangan.


"Ap-apa maksudnya Kayla?" gagap Sonyun merasa bingung.


Kayla memijit kepalanya yang terasa berdenyut itu. "Hahhhh... Nanti aku jelasin Soyun, sekarang aku tak bisa. Aku harus mengantar om keapartemen dulu" ujar Kayla, lalu melangkakhan kakinya dengan Devian yang masih merangkul bahunya. Namun Kayla memberhentikan langkahnya dan langsung menghadap pada Trian yang masih terdiam itu.


"Oh iya, pak Trian tolong jaga Mia dulu ya? Mia kayaknya udah mabuk. Kayla gak bisa bantu Mia, jadi Kayla minta tolong ya pak Trian" ujar Kayla menyuruh Trian. Setelah Kayla benar-benar berlalu pergi, tanpa mendengar jawaban dari sang empun itu.


Trian membeo. "Lah?"


Disisi lain, Soyun tengah berperang pada pikirannya.


"Kayla tunanganya?" batin Soyun merasa tak percaya. Bahkan ia merasa sakit hati mendengar ucapan Kayla yang langsung berbeda saat berbicara dengannya itu, pasalnya biasanya Kayla memanggilnya dengan sebutan Coyun tapi sekarang ia malah mengubahnya, selain itu Kayla juga berbicara dengan intonasi Aku, Kamu tidak memakai namanya seperti biasanya.


"Kenapa seperti ini" gerutu Soyun mengusar rambutnya dengan frustrasi.


Member Boys Seven sekaligus teman dari Soyun itu, merasa prihatin melihat temannya. Mereka merasa prihatin karena saingan Soyun adakah bosnya sendiri, bagaimana Soyun akan mendekati Kayla nanti? Mereka tak tahu, keputusan itu nanti yang akan Soyun tentukan sendiri.


💙💙


Kayla dengan tertatih-tatih membawa Devian masuk kedalam apartemen, atau kamar miliknya dengan Mia. Ia memutuskan pergi kekamarnya, karena Kayla tak tau dimana kamar Devian berada.


Kayla menjatuhkan tubuh Devian kekasur begitu saja.


"Hahh.... Akhirnya sampai juga" hela Kayla merasa lega.


"Lagian om ini! Ngapain sih bikin keributan dipesta, malu-maluin aja" gerutu Kayla kesal, ia lalu melirik Devian yang seperti tengah tertidur itu.


Saat Kayla melangkahkan kalinya, tiba-tiba tangan Devian mencekal tangannya. Mau tak mau Kayla menghentikan langkahnya.


"Apaan sih om!" gerutu Kayla melirik Devian dengan wajah kesalnya.


Devian tak menjawabnya, ia dengan tiba-tiba menarik tubuh Kayla. Membuat Kayla oleng dan ambruk disamping Devian.


"Aaaaa.... Om, ngagetik Kayla tau gak" teriak Kayla sambil memukul-mukul tangan Devian.


"Diam" serak Devian, membuat Kayla langsung kicep.


"Om ngesel--"


Ucapan Kayla terhenti kala Devian dengan cepatnya menarik tubuh Kayla, dan membawanya kedalam pelukannya.


Kayla tertegun tak bisa berkata-kata, jantung terus berdebar-debar membuat Kayla bertambah gugup.


"Jangan bersama pria lain" gumam Devian yang masih didengar oleh Kayla.


"Hah? Maksudnya?" beo Kayla bingung.


"Jangan bersama pria lain selain aku, aku tak suka kamu bersama dengan pria lain" ucap Devian semakin mengeratkan pelukannya pada Kayla.


"Om cemburu?" tebak Kayla hanya menduga-duga.


Devian mengelus rambut Kayla dengan perasaan tulusnya. "Ya, sepertinya aku cemburu. Aku selalu marah saat kamu berdekatan dengan pria lain"


Devian lalu mengurai pelukannya dan ia lantas langsung menatap mata Kayla dengan dalamnya, membuat jantung Kayla kembali berdebar-debar kencang.


"Kayla... Sepertinya aku sudah jatuh padamu, aku jatuh cinta padamu" ungkap Devian tiba-tiba dan hal itu membuat Kayla membeku.


"Om serius?"


Devian meraih tangan Kayla dan mengengamnya. "Aku tak pernah main-main dengan ucapanku" setelah mengucapkan itu Devian membawa tangan Kayla didadanya, dan sedetik kemudian ia memejamkan matanya. Sepertinya efek alkohol membuatnya merasa mengantuk.


Kayla menghirup oksigennya dalam-dalam. "Apa om benar-benar suka padaku? Ini tiba-tiba banget" gumam Kayla berperang dengan batinnya.


💙💙


Disatu sisi Trian tengah melihat sosok gadis mungil yang tengah mendumel sendiri. Trian tak tahu lagi harus berbuat apa pada gadis dihadapannya itu.


"Mia, ayo kita pergi dari sini! Disini udaranya dingin sekali, bisa-bisa kamu kedinginan nanti" ucap Trian yang terus saja membujuk gadis mungil itu yang tak lain adalah Mia.


"Gak mau! Mia gak mau...." rengek Mia seperti anak kecil.


"Hahhh... Mia kalo mabuk, keras kepala juga ya?" gumam Trian merasa frustrasi.


Tbc.