
Kini Devian sudah sampai dirumah barunya, yang mulai dari sekarang ia tinggali bersama dengan bocah yang menurutnya sanggat menyebalkan itu.
Tapi entah perasaan apa saat ia menuju masuk kerumah, keadaan rumahnya itu terlihat begitu ramai dengan suara-suara tawa entah dari mana asalnya itu, ia pun penasaran dan mengikuti arah suara itu berada.
"Hahaha rasain bi Minah kalah lagi deh, huahahaha pemenangnya adalah Kayla sang joki gem ini"
"Aduhh emang Nona ku ini gak ada tandinganya, bi minah mah dari tadi kalah teruss, bibi nyerah aja deh non"
"Eittss gak boleh gitu bii, setelah kalah harus dapat hukuman dulu, ya ngak mang"
"Bener banget non, bi minah gak boleh lari dari kekalahan yaa hahahaha"
Ternyata suara keramaian yang Devian dengar itu berasal dari ruang tengah, yang disana terdapat Kayla dan para pekerja rumahnya itu tak lain ialah bi Minah pembantu rumah tangga, dan mang Anton pekerja kebun halaman atau tukang bersih-bersih khusus pria.
Sangking asyiknya bermain, mereka sampai tak melihat kedatangan tuan rumah yang sudah beberapa menit ia berdiri tak jauh dari mereka, ia sedang mengamati mereka terutama pada Kayla, entah perasaan apa yang ia rasakan ketika ia melihat tawa lepas yang berasal dari Kayla itu, perasaan yang tadinya hampa kini seperti terisi kembali dengan rasa damai yang sebelumnya belum pernah ia rasakan, karena ia tidak tau tentang perasaannya itu, ia pun hanya mengabaikanya walau lambat laun hal itu pasti akan berdampak pada dirinya sendiri suatu saat nanti.
Saat Kayla tengah mengambil permainan yang tak sengaja jatuh dari meja, ia tak sengaja melihat Devian yang berdiri tak jauh darinya itu.
"Om ngapain disitu?" tanya Kayla pada Devian yang melamun tak sadar jika ia saat ini jadi sorotan oleh mereka.
Tak ada jawaban dari Devian Kayla pun bangkit dan menghampirinya "Helooo ommmm, ngapain om berdiri aja disini" ucap Kayla sambil melambai-lambailkan tangannya didepan wajah Devian, Kayla pun mengkerutkan alisnya lantaran tak ada jawaban dari Devian.
Sekelebat ide jahil muncul dari pikiran Kayla, Kayla pun menoleh kebelakang memberi tahu pada bi Minah dan mang Anton untuk tetap diam tak bersuara.
"Nona mau ngapain" ucap bi Minah merasa takut jika ulah Kayla nanti membuat tuannya itu marah.
"Ssst diam bii" ujar Kayla menyuruh bi Minah diam.
"Tapi non nanti kalau tuan Devian marah gimana non" tanya bi Minah khawatir.
Kayla tak menanggapi ucapan bi Minah, ia malah memulai aksinya untuk membuat Devian tersadar dari lamunnya itu.
"AWAS ADA BANJIR OM" teriak Kayla didepan wajah Devian bersamaan dengan tangan Kayla yang mentoel pinggang devian, hal itu membuat Devian terkejut bukan main sampai-sampai ia tak sengaja mengeplak wajah Kayla yang ada didepannya itu membuat seketika ringisan tertahan pada Kayla.
Plakkkk....
"Akkkkkkk haduhhhh" ringisan Kayla mengaduh kesakitan.
Beberapa detik kemudian keadaan menjadi hening, bi Minah yang tadinya merasa khawatir jika tuanya itu marah berubah menjadi terbengong-bengong mencerna kejadian saat ini begitu pula dengan mang Anton yang hanya mangap melihat kejadian itu.
"Hiks hisss mamiii hiks mamiiiiii"
Tangisan Kayla seketika membuat mereka tersadar dengan acara bengong-bengongan tadi, mereka pun kalang kabut melihat kayla menangis terjerit-jerit itu mereka tak tau harus berbuat apa.
"Aduhh non Kayla gak apa-apa kan? Mana yang sakit non sini bi Minah obatin" ucap bi Minah sambil membawa Kayla duduk disofa itu.
Sedangkan Devian yang melihat itu hanya berdiri, ia juga tidak tau harus berbuat apa, ia tak menyangka ia sampai menampar Kayla sangking terkejutnya tadi.
"Hiksss sakit bii" rengek Kayla sambil memegangi pipinya yang merah itu.
"Iya non bibi obatin yaa biar ndak sakit, mang Anton tolong ambilkan kotak obatnya ya ada dirak dapur, mang Anton coba cari disana" ujar bi Minah menyuruh mang Anton untuk mengambilkan obat.
"Iya bentar mang Anton ambilin" kata mang Anton sambil berlari menuju dapur.
"Aduh sakit banget bii, sakit banget" ucap Kayla menambah-nambahi kata seperti orang yang sedang sakit gigi.
"Iya non bentar ya mang Anton masi ngambil obatnya"
"Tapi ini sakit banget biiii"
"Kan tadi bibi udah peringatin gini kan jadinya kena batunya sendiri" omel bi Minah seperti emak-emak pada umumnya.
"Ihhhh kok bi Minah malah ngomel sihh, seharusnya bi Minah tuh marahin aja om ituu" ujar Kayla sambil menunjuk Devian yang masih anteng berdiri ditempatnya "Dari tadi cuman diemm aja berdiri kayak palang lampu"
"Biarin emang dia yang salah kok" ujar Kayla tak mau kalah.
"Ini Minah obatnya" ucap mang Anton sambil menenteng kotak obat dan memberikanya pada bi Minah.
"Makasi ya mang, sini bibi obatin"
"Jangan kenceng-kenceng ya bi, nanti perih" ujar Kayla sambil memegang pipinya itu.
"Apanya yang kenceng-kenceng non, emang bi Minah mau main bola apa kok pake acara kenceng-kenceng" ujar bi Minah yang tak mengerti maksud ucapan Kayla.
"Ihhhh maksudnya tuh kalo ngobatinya jangan diteken biar ngak sakit bii"
"Ohhh gitu tohh bilang dong non, bikin bibi bingung aja hahaha" ujar bi Minah sambil tertawa.
"Ihhhh bi Minah ngeselin banget dehh" ucap Kayla sambil memanyunkan bibirnya.
"Hahaha udah-udah, sini bibi obatin kok malah ngajak bibi ngelawak dari tadi"
Saat bi Minah ingin mengambil obat yang ada dikotak itu tiba-tiba suara dari Devian menghentikanya.
"Tunggu biar saya yang obati" ucap Devian sambil menuju sofa dimana Kayla berada disana.
"Yaa tuan?" tanya bi Minah tak mendengar ucapan Devian.
"Biar saya yang obati dia, kalian pergi saja karena ini sudah malam" ucap Devian menyuruh mereka untuk pergi.
"Tapi tuan" ujar bi Minah.
"Tidak papa kalian pergi saja"
"Baik tuan, ayok mang" ajak bi Minah pada mang Anton untuk meninggalkan mereka.
"Ihhhh apaan sih omm, Kayla gak mau diobatin sama omm nanti malah tambah sakit lagi"
"Diam kamu bocah, saya juga merasa gak sudi ngobatin kamu kalau bukan rasa kemanusiaan saya ini"
"Kalau gak sudi yaudah biar bi Minah aja yang obatin, BII MIN--emp"
Ucap Kayla terhenti saat tangan besar milik Devian membungkam mulutnya agar ia tak bisa berteriak "Berisik kamu bocah, diemm biar saya obati luka kamu itu"
"Gak mau omm Kayla gak mauuu" rengek Kayla membuat Devian tambah pusing dibuatnya.
"KAYLA"
Ucapan singkat dari Devian membuat kayla sekitar bungkam, bagaimana tidak? itu pertama kalinya ia mendengar namanya disebut oleh lelaki yang ada didepannya itu.
Deg deg deg deg...
Hal itu tanpa sadar membuat jantung Kayla berdebar hanya karna namanya disebut oleh Devian "Kenapa jantungku ini?.... tiba-tiba bunyinya kok jadi keras gini? Apa jangan-jangan Kayla ada kelainan" ucap Kayla malah melantur didalam hati.
.
.
.
Tbc.
Untuk yang baca cerita aku ini wajib tinggalkan jejak yaa ^_^ wkwkwk jangan sampai lupa...
See youu next timeđź’™