
Siang hari, Kayla tengah rebahan diruang tv ia menonton sambil memakan camilanya.
Eva yang kebetulan melintas itu melihat anaknya, ia lalu mengeleng. "Hahhh.. Anak ini emang bener-bener"
"Kayla!" panggil Eva pada putrinya.
"Hemm, apa mih" sahut Kayla, masih dengan mengunyah keripiknya.
Eva yang melihat itu langsung mengambil keripik Kayla.
Kayla mendongak, kala keripiknya terbang dihadapanya dan memperlihatkan wajah maminya yang garang. "Mihh... Balikin keripik Kayla, belum abis itu" ucap Kayla yang masih berbaring disofa.
Eva berkecak pinggang. "Kamu udah mandi belom?" tanya Eva yang mengabaikan ucapan putrinya itu.
Kayla mengeleng. "Nanti aja mandinya, Kayla masih wangi, sekarang balikin keripik Kayla" ucap Kayla menyodorkan tangannya.
"Mandi dulu, cewek kok males mandi gak malu diliatin mertuamu disini" ujar Eva.
"Bukan mertua Mihh..tapi masih calon" ucap Kayla tak mau kalah.
"Kamu ini kok susah dibilangi... Cepet mandi sana, setelah itu kekantor Devian anter makanan, tunanganmu itu tadi lupa sarapan"
"Lah, kan om bisa makan dikantin mih.."
"Udah gak usah bawel, cepet mandi sana" ujar Eva, sambil menarik tangan Kayla dan membawanya menuju kamar.
"Ihh... Mami kok maksa banget sih.. Mami nih juga kenapa gak pulang-pulang sih" gerutu Kayla.
"Biarin lah, kenapa kamu ngusir mami, rumah ini kan mami juga yang pilih jadi kamu gak usah bawel deh" sewot Eva.
Saat ibu dan anak itu tengah berdebat, tiba-tiba saja Laras datang menghampiri mereka.
"Loh, ini kenapa kok main dorong-dorongan?" ucap Laras. Merasa bingung.
Eva menengok, kemudian ia tersenyum pada besan sekaligus teman lamanya itu. "Ini loh jeng.. Putri aku ini disuruh mandi susah banget.. Seharusnya itu anak perawan kalo jam segini udah harum trus dandan cantik, ini malah sebaliknya! Leha-leha didepan tv sambil ngemil" crocos Eva, yang membuat Kayla memanyungkan bibirnya, cemberut.
Laras yang mendengar itu bukannya marah malah terkekeh, lucu sekali melihat tingkah mereka, apalagi melihat raut wajah Kayla.. Sungguh! Mengemaskan sekali.
"Haha..yaampun jeng, gak papa kali.. Yang namanya juga anak muda" ujar Laras.
"Nah.. Karena Kayla masih muda, harus dinasehati mulai sejak dini biar nanti kalo sudah punya anak, gak nurun sama anaknya" jelas Eva, yang membuat Kayla menghela nafasnya, pasalnya ia belum menikah mengapa malah bahas tentang anak.
"Yaampun mih... Kayla kan belum nikah, kok malah bahas anak sih.."
"Loh kamu kan bentar lagi nikah sama Devian" ujar Eva.
"Hah? Siapa bilang?" ucap Kayla bingung.
Eva dan Laras hanya tersenyum.
"Udah.. Cepat sana kamu mandi, habis itu dandan yang cantik, dan bawain makanan buat De ian" ucap Eva mengalihkan pembicaraan.
"Loh? Kayla mau kekantor Devian jeng?" tanya Laras dengan senyum mengembangnya.
"Wahh.. Bagus dong, kalo gitu cepet Kayla siap-siap, mungkin Deviannya udah kelaparan dikantor" ucap Laras malah ikut mendukung Eva.
Sedangkan Kayla hanya bisa menghebuskan nafasnya pasrah, ia lalu berjalan kearah kamar dengan lemas dan lunglaiy.
💙💙
Sesampainya dikantor, Kayla keluar dari mobil dengan menenteng rantang berwarna biru ditanganya. Ia tak sendiri, tentunya ia mengajak Mia untuk menemaninya. Karena ia tak mau berduaan diruangan dimana ada Devian yang membuat jantungnya senam tak karuan entah kenapa jantungnya seperti itu Kayla hanya mengabaikanya.
"Udah dua hari ya, Kayla kita gak kesini" ujar Mia pada Kayla.
Kayla menganguk. "Iya, yuk kita langsung masuk aja, Kayla gak mau lama-lama pengen cepat pulang kerumah dan rebahan lagi" ucap Kayla enteng.
"Kaum rebahan mah begitu" celetuk Mia mengejek.
"Biarin" ucap Kayla santai, setelah itu berjalan lebih dulu menuju kedalaman kantor diikuti Mia yang mengikutinya.
💙💙
Saat berjalan menuju ruangan Devian, ia berpapasan pada Devian yang kebetulan ingin menuju ruanganya itu.
Bruk... Karena berjalan lawan arah, mereka berdua tak tau jika mereka berjalan dengan arah yang sama.
Kayla mengusap keningnya, dan mendongak keatas melihat siapa yang menabraknya itu.
Kayla menghebuskan nafasnya ketika melihat siapa yang menabraknya itu. "Kirain siapa, ternyata om toh!" ujar Kayla bermula malas.
"Emang siapa lagi kalau bukan saya? Kamu berharapnya orang lain gitu?" tanya Devian selidik.
"Terserah deh om... Kayla males berdebat, nih rantang.. Mami nyuruh Kayla kesini buat kasi ini" ucap Kayla, sambil menyodorkan rantang pada Devian.
Devian menerimanya, saat Devian ingin berucap tiba-tiba saja Soyun menghampiri mera dan membuatnya tak jadi bicara.
"Loh? Kayla" sapa Soyun, menuju kearah Kayla, dan membungkuk kala melihat Devian yang ada dihadapannya.
"Eh? Coyun" ujar Kayla yang melihat kedatangan Soyun, sedangkan Devian yang mendengar panggilan konyol dari bibir Kayla itu entah kenapa merasa panas ditelinganya.
"Kamu dateng kesini lagi?" tanya Soyun mengabaikan tatapan tajam dari Devian itu.
"Iya" jawab Kayla membalas Soyun itu.
Devian mendengus. "Mengapa pria menyebalkan ini terus saja muncul" gumam Devian lirih yang tak bisa didengar oleh mereka.
Entah kenapa ia merasa kesal sendiri ketika melihat kedekatan Kayla dengan Soyun. Apalagi saat Soyun tiba-tiba muncul itu, entah kenapa Devian rasanya ingin menjauhkan Kayla dengan pria yang dihadapannya itu, padahal pria itu adalah artis idol diperusahaannya sendiri.
Tbc.
Jangan lupa mampir juga dikarya author yang ini ya👇