
Kini Kayla sedang menonton tv sambil menyemil keripik yang ia pegang, ia tak sendiri, disana juga ada Mia yang menemani Kayla menonton tv.
"Kayla" panggil Mia.
"Hemm" dehem Kayla menjawab panggilan Mia.
"Aku minta maaf ya.. Seharusnya kemarin aku ikut kamu saat tuan Devian ngajak kamu pergi" ucap Mia merasa bersalah.
Kayla yang mendengar tutur kata Mia, menengok kearah Mia. "Gak papa Mia... Kayla kan juga udah sembuh" ucap Kayla.
"Tapi kan aku jadi ngerasa bersalah, seharusnya kita cepet pulang aja kemarin, Mia juga baru tau kalo Kayla dirawat dirumah sakit jadinya Mia gak bisa jenguk Kayla" ucap Mia lesu.
"Yaampun Mia gak papa kok, itu juga salah Kayla gara-gara lupa sarapan dan juga itu si om main bawa-bawa aja, jadi itu semua bukan salah Mia" tutur Kayla, sambil memegang tangan Mia.
"Tapi kan..."
"Gak ada tapi-tapi, mending ngemil aja dari pada mikirin itu terus, nih.." kata Kayla sambil menyodorkan bungkusan keripik pada Mia.
Mia menerimanya, dan mengambil keripik itu, Mia mengerutkan keningnya seperti ada yang aneh pada keripik itu. Mia melihat isi dari bungkusan itu, ternyata isinya kosong, bisa-bisanya Kayla memberinya bungkusan keripik yang tak ada isinya.
"Kaylaaa... Ihhhh... " teriak Mia melempar bungkusan itu pada Kayla.
Kayla tertawa terbahak-bahak. "Huahahaha"
"Kayla baru keluar dari rumah sakit kok tambah ngeselin ya!" gerutu Mia, sedangkan Kayla masih tertawa terpingkal-pingkal.
💙💙
Malam hari pukul 22:00, mobil Devian baru sampai diperkarangan rumahnya, mang Anton yang melihat mobil majikannya itu segera membuka gerbang itu.
"Selamat malam tuan" sapa mang Anton.
Devian menganguk. "Mang Anton bisa istirahat sekarang" ucap Devian, yang dianguki oleh mang Anton.
Devian memasukkan mobilnya kedalam garansi, ia melihat bahwasanya mobil papanya masih ada disana bukan hanya itu, mobil milik orang tua Kayla juga masih ada disana.
"Sepertinya mereka semua akan menginap disini" gumam Devian, sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
Saat ia masuk, terdengar suara tawa dari arah ruang keluarga. Ternyata orang tuanya dan juga orangtua Kayla masih belum tidur, padahal malam semakin larut, namun sepertinya mereka masih asyik mengobrol. Devian mengedarkan pandangannya namun sosok mungil yang ia cari itu tak ada disana.
"Sudah pulang Dev?" ucap Darius yang melihat putranya yang tak jauh dari ruang keluarga itu.
"Iya pah" jawab Devian.
"Ngapain masih ada disana? Kamu tak mau mandi dulu?" tanya Darius pada Devian yang masih celingak-celingukan itu.
"Iya sayang, mengapa masih ada disana, cepet bersih-bersih dulu habis itu kamu pergi sarapan" ucap Laras pada putranya.
"Iya pah, mah" jawab Devian.
"Iya dong, emang gak boleh" ujar Laras.
"Boleh kok mah" ucap Devian.
"Kalau gitu, nanti mama sama papa tidur dikamarmu ya sayang, soalnya kamar yang satunya belum dibersihkan" ucap Laras.
Devian mengerutkan keningnya. "Trus.. Devian tidur dimana mah?" tanya Devian bingung.
"Tidur sama Kayla aja nak Devian, Kayla juga tidur sendiri kok" ujar Eva menimpali.
Devian terpaku mendengar ucapan dari maminya Kayla itu. 'Masa iya, aku harus tidur bareng sama bocah itu' batin Devian dalam hati.
"Kenapa nak kok ngelamun?" tanya Eva.
Devian tersadar. "Tidak apa-apa, Devian masuk dulu" ucap Devian setelah itu berlalu.
💙💙
Setelah Devian selesai dengan sarapannya, Devian melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya. Namun langkahnya terhenti, kala Laras memanggilnya.
"Loh, sayang mau kemana?" tanya Laras yang tiba-tiba datang dari belangkan sambil membawa air putih.
Devian yang mendengar suara mamanya itu sedikit terkejut. "Mau tidur mah" jawab Devian.
"Tidur dimana?" tanya Laras lagi.
"Diruang kerja Devian" jawab Devian.
"Kok diruang kerja sih, kan tadi mama Eva udah nyuruh kamu tidur bareng sama Kayla, seharusnya kamu tidur disana dong sayang"
"Tapi mah... Nanti Kayla terganggu" ujar Devian.
"Gak akan terganggu kok, udah cepet sana masuk kedalam kamar" ucap Laras, sambil mendorong tubuh Devian, dan memasukanya kedalam kamar milik Kayla.
"Selamat malam sayangku" ucap Laras setelah itu menutup pintunya dari luar.
Devian yang melihat tingkah mamanya itu, hanya bisa menghela nafas pasrah, ia lalu membalikkan badannya dan berjalan kearah kasur milik Kayla.
Devian dapat melihat, jika didalam gundukan selimut itu, ada makhluk mungil yang selalu membuatnya kerepotan dengan tingkah lakunya itu. Namun entah mengapa saat Kayla tak ada dalam jangkaunnya hatinya selalu diliputi rasa gelisah, seperti dikantor tadi, ia selalu memikirkan Kayla hatinya selalu gundah takut jika Kayla terjadi apa-apa jika ia tak ada. Namun ketika Kayla sudah ada dihadapanya, hatinya merasa tenang dan hal itu membuat Devian nyaman.
Devian naik keatas kasur, ia membaringkan dirinya disamping Kayla, tangannya refleks mengusap kening Kayla. Devian tersenyum, ada rasa geli dihatinya ketika ia melakukan itu.
"Selamat malam bocah" gumam Devian, setelah itu ikut memejamkan mata, dan menyelami mimpi indahnya bersama Kayla.
Tbc.