
Atas permintaan dari Lionel, ketua komite audit kemudian mengirimkan lewat surat elektronik, data pribadi milik Aaron dan Julie, yang adalah direktur pemasaran di R&H Corp.
Dari data yang bisa dilihat Casey di dalam surat elektronik itu, Aaron dan Julie adalah alumni dari satu jurusan di universitas yang sama, dan dalam tahun kelulusan yang sama pula.
Yang berbeda, hanyalah Aaron yang masih melanjutkan kuliahnya, hingga mendapatkan gelar Master, dan Julie yang hanya sampai bergelar Bachelor.
Menurut Casey, kedua orang itu berarti sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama, dan tidak menutup kemungkinan, kalau memang Julie lah, yang menjadi kekasih dari Aaron.
Namun bukan itu saja yang jadi perhatian dari Casey, melainkan data yang menunjukkan, bahwa Julie mendapatkan fasilitas tambahan dari perusahaan R&H Corp.
Julie diberikan satu unit kendaraan bermotor beroda empat, untuk dipergunakan sebagai alat transportasi khusus, bagi kelancaran pekerjaannya di perusahaan itu.
"Apa setiap anggota jajaran direksi, mendapatkan kendaraan operasional dari perusahaan?" tanya Casey, penasaran.
"Tidak ... Hanya direktur pemasaran yang mendapatkannya. Dengan alasan, karena pekerjaannya yang memiliki tanggung jawab, hingga di luar perusahaan....
... Karena mobilitasnya yang tinggi, sehingga perusahaan memberikan kompensasi berupa satu kendaraan perusahaan, yang bisa dipakainya secara khusus," jawab Lionel.
"Dia mendapatkan perlakuan istimewa dari perusahaan," celetuk Casey.
"Pengajuan permintaan kendaraan operasional itu, disetujui oleh jajaran direksi," kata Lionel, menimpali.
"Casey! ... Sekarang sudah jam istirahat makan siang. Apa kamu tidak mau istirahat sebentar?" lanjut Lionel.
"Hmm ... Okay!" sahut Casey, kemudian berdiri dari tempat duduknya.
Lionel yang juga sudah berdiri, tidak memakai jasnya lagi, dan segera berjalan keluar dari ruang kerjanya bersama dengan Casey.
Ketika akan memasuki lift, Casey dan Lionel, berpapasan dengan Aaron, namun jangankan menyapa, Casey justru tidak mau melihat ke arahnya, dan bertingkah seolah-olah tidak saling mengenal dengan Aaron.
Hanya Lionel saja, yang saling menyapa dengan Aaron.
Begitu juga saat mereka sudah di dalam lift yang bergerak turun, Casey hanya sibuk melihat tampilan layar ponselnya.
Hingga di lantai ke sekian sebelum mencapai lantai dasar, pintu lift kemudian terbuka, dan seorang wanita dengan wajah familiar, yang baru saja dilihat Casey dari komputer Lionel, berjalan masuk ke dalam lift.
Julie Tosch, tampak saling menyapa dengan Aaron sambil saling tersenyum.
Casey hampir tertawa melihatnya, dan benar-benar tidak merasa terganggu dengan adegan mesra, yang diperlihatkan oleh Aaron dengan Julie.
Casey justru menggandeng lengan Lionel, ketika mereka berjalan keluar dari lift, hingga beberapa eksekutif yang ikut di dalam lift yang sama, tampak memandangi Casey dan Lionel sambil tersenyum.
"Apa kamu tidak khawatir, jika kamu dirumorkan macam-macam, saat kamu nanti sudah mulai bekerja di perusahaan ini?" tanya Lionel.
"Pffftt...! Apa yang harus aku khawatirkan? Aku tidak melakukan apa-apa yang berlebihan....
... Bagaimana kalau aku **c**ollapse, sementara tunanganku, sedang sibuk bermesraan dengan wanita lain?" ujar Casey, tanpa beban.
"Apa kamu merasa pusing?" tanya Lionel.
"Geez, Lionel! ... Itu hanya seandainya saja. Jangan sampai kamu melapor macam-macam kepada Grandpa! Dia sudah cukup khawatir, saat membiarkan aku datang sendiri ke tempat ini," sahut Casey.
***
Setelah Casey dan Lionel selesai makan siang di luar, dan kembali ke kantor, di dalam lift yang hampir tertutup, Casey dan Lionel mendapati Aaron dan Julie yang berada di dalam sana.
Namun Casey tetap melangkah masuk ke dalam lift, bersama Lionel yang mengikuti dengan berjalan di sampingnya.
"Hai, Mister Hamilton!" ujar Casey, menyapa Aaron sambil tersenyum ramah, dan seolah-olah mereka memang benar-benar akrab.
Dari raut wajahnya, Aaron sepertinya merasa kesal, karena tingkah laku yang diperlihatkan oleh Casey itu, sementara dia sedang bersama Julie.
"Kamu pegawai di divisi mana? Apa kamu tidak tahu, kalau ini lift khusus untuk eksekutif?" tanya Julie, ketus.
Casey yang berdiri membelakangi Aaron dan Julie, merasa kalau pertanyaan yang diajukan oleh Julie, tampaknya diarahkan kepadanya.
"Pffftt...! Namaku Casey!" kata Casey sambil tertawa, tanpa menyebutkan nama belakangnya, dan tanpa berbalik untuk melihat Julie.
"Hey! Breng—" perkataan Julie tidak berlanjut, seolah-olah ada sesuatu yang menghentikan ucapannya di situ, dan kemungkinan besar, Aaron lah yang menghentikan Julie.
"Jaga mulutmu! Kamu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa!" ujar Lionel, yang tiba-tiba saja berbalik, hingga Casey tidak sempat menahannya, dan menghentikannya bicara.
"Ooh! ... Jadi sekarang ini, bebas membawa kekasih ke kantor?" tanya Julie.
Kelihatannya, kali ini Julie tidak keluar di lantai di mana dia datang tadi, yang kemungkinan menjadi lantai tempat ruang kerjanya berada.
Julie justru terus ikut sampai di lantai paling atas gedung, di mana ruang kerja Aaron dan Lionel berada.
Menurut Casey, hal itu jadi semakin menarik saja, jika Julie memang akan ikut ke dalam ruang kerja Aaron.
Dugaan Casey memang benar, karena dari ujung matanya, Casey bisa melihat kalau Julie berjalan dengan Aaron menuju ke ruang kerja CEO, setelah keluar dari lift.
Sementara Casey terus berjalan dengan Lionel menuju ke ruang kerja Lionel, dan dengan suara pelan, Casey kemudian berkata,
"Aku ingin melihat data umum, dari perusahaan ini."
"Okay! ... Tapi, apa kamu tidak merasa lelah?" tanya Lionel, tampak cemas.
"Tsk! ... Cukup dengan pertanyaan, yang selalu saja mencemaskan keadaanku! Kalau aku sudah lelah, aku pasti akan berhenti," sahut Casey, ketus.
"Maafkan aku ... Sejak pagi, sudah banyak hal yang kamu amati. Tentu saja aku akan merasa cemas," sahut Lionel, sambil mengacak rambut Casey.
Setelah masuk ke dalam ruang kerja Lionel, tanpa berlama-lama lagi, Casey langsung duduk di kursi kerja Lionel.
Sementara Lionel terlihat membuka brankas lemari arsip, dan memeriksa beberapa berkas di dalamnya.
"Lionel! ... Apa kamu tidak memiliki kekasih?" tanya Casey, sambil menunggu Lionel, yang mencari berkas yang Casey inginkan.
Lionel yang kelihatannya sedang membaca judul berkas di tangannya, kemudian menghentikan gerakannya, dan melihat ke arah Casey.
"Belum," jawab Lionel. "Untuk apa kamu menanyakan hal itu?"
"Selama kamu menghabiskan waktumu denganku, kamu tidak pernah membicarakan tentang kekasihmu....
... Kontak yang ada di ponselmu, juga rata-rata hanya laki-laki," jawab Casey.
Lionel terdiam.
"Apa mungkin, kalau kamu ...?" ujar Casey, hendak mengejek Lionel.
"Aku, apa?" tanya Lionel, sambil menautkan kedua alisnya, dan menatap Casey lekat-lekat.
"Apa kamu penyuka sesama jenis?" tanya Casey, buru-buru, sambil tersenyum lebar.
Seketika itu juga, Lionel memukul lengan Casey, dengan satu buah berkas yang dipegangnya.
"Aku laki-laki normal!" ujar Lionel, ketus, dan meletakkan berkas di tangannya ke atas meja, dengan sedikit membantingnya.
"Auch!" Casey meringis kesakitan, lalu tertawa puas. "Pffftt...! Hahaha!"
"Kamu merasa senang mengejekku?!" ujar Lionel yang tampak gemas, sambil mencubit salah satu pipi Casey.
"Auch! ... That's hurt!" kata Casey mengeluh, lalu menepis tangan Lionel dari wajahnya.
"Ini berkas yang kamu inginkan!" Lionel menunjuk berkas di atas meja. "Apa yang ingin kamu lihat di sana?"
"Aku ingin tahu jumlah kepemilikan saham, antara Roberts dan Hamilton," jawab Casey, yang sudah membuka berkas dan melihat-lihat di dalamnya.
"Roberts grup memiliki 62 persen, dari total jumlah saham R&H Corp," kata Lionel menimpali.
"Hmm ... Grandpa mau mendukung penuh perusahaan ini. Apa prospek perusahaan ini, memang sebagus itu?" ujar Casey, sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Seharusnya memang bagus. Jika melihat perkembangannya selama beberapa tahun ini. Apalagi, setelah Aaron yang menjabat jadi CEO....
... Terobosan baru yang dilakukannya, bisa membuat perkembangan perusahaan ini jadi lebih pesat, jika dibandingkan dengan CEO lama, yang mungkin karena sudah 'berumur', sehingga kurang bisa berinovasi," kata Lionel.
"Itu tidak terlalu mengherankan. Bisnis berbasis internet seperti ini, tentu orang yang lebih muda yang akan lebih memahaminya," sahut Casey.
Sambil terus membaca data-data umum perusahaan, Casey kemudian hanya terdiam untuk beberapa saat, dan begitu juga Lionel, hingga akhirnya Lionel berkata,
"Apa yang sebenarnya sedang kamu pikirkan?"
Casey tidak menjawab pertanyaan Lionel, dan hanya tersenyum ke arahnya.