Memory Of Love

Memory Of Love
Chaper 5



Rea membuka matanya dan melihat sekitar,dia kaget karena kini tangan dan kakinya terikat,mulutnya juga ditutup.Dia melihat seorang cewek yang seumuran dengannya berdiri membelakanginya


"Udah bangun Lo?"cewek itu masih membelakanginya.Dia menjetikkan jarinya,teman-temannya membuka penutup mulutnya


"Lo siapa?"Dia takut,suaranya bergetar,karena tempatnya begitu gelap dan hanya ada satu lampu yang menerangi,cewek itu terkekeh,lalu berbalik,Rea kaget mengetahui siapa cewek itu"Sarah?"Sarah hanya tersenyum miring,dia melihat Rea begitu takut dengan gelap


"Heh...Lo takut gelap?Cemen lo"Rea Masih memperhatikan sekitar


"Apa yang Lo mau?lepasin gue"Dia berusaha melepaskan diri karena tidak tahan lagi dengan suasana itu


"Heh...Lo pikir semudah itu.Sebelum itu gue ada satu permintaan"Mata Rea sudah berkaca-kaca


"Jauhi Kei,Lo gk pantas dengannya.Kalo Lo masih deketin dia,Lo bakal tau apa akibatnya,ingat!!gue udah punya senjata untuk melawan Lo,jadi jangan macam-macam,paham Lo?"Rea menunduk,suara Isak tangisnya mulai terdengar,Sarah tersenyum penuh kemenangan,dia memberi kode ke temannya untuk melepaskannya,sebelum mereka pergi,Sarah berbalik dan berkata


"ah satu lagi,Lo jangan bilang siapapun tentang ini,awas kalo Lo bilang siapa-siapa,terutama kei"setelah mengatakan itu,mereka pun pergi.setelah Rea dilepaskan,dengan tangan bergetar,dia mengeluarkan handphonenya,dia menekan kontak seseorang


"Halo?Re....suara itu belum selesai bicara,Rea sudah memotongnya


"keiii...to..tolong gue..."Rea berusaha untuk berbicara dengan jelas tapi susah,dia pun menetralkan tangisannya dan lanjut bicara


Kei yang sedari tadi terbaring ditempat tidurnya langsung bangkit.Matanya membulat saat Rea meneleponnya dengan suara yang gemetar


"Keiii...to...tolong gue..."


"Lo kenapa Re?"Suara Isak tangis Rea semakin keras"Disini gelap...gue takut..."


"Yaudah kasih gue alamatnya,gue segera kesana"Dia langsung mematikan teleponnya dan mengambil jaket dan kunci motornya,lalu keluar kamar


Beberapa menit kemudian kei sampai ditempat itu,dia masuk ke gedung itu,dia melihat Rea meringkuk dipojokan gedung itu


"Rea?"Rea menoleh,lalu bangkit dan melihat Kei,dengan cepat dia menghampiri Kei dan memeluknya erat"Kei...tolongin gue...disini gelap..gue takut"Kei membalas pelukannya dan melihat sekitar"ya ya...Lo aman kok,ada gue disini,Lo tenang ya"Kei melepas pelukannya"sekarang kita keluar yuk" Kei memapah Rea keluar gedung itu


Kei kembali satelah dia membeli minum,dia membuka minuman itu dan menyodorkannya ke Rea,Rea menerimanya dan minum.Mukanya tampak shock dan murung,Kei duduk disampinya"Lo udah baikan?"Rea menatap kei dan mengangguk,dia memegangi kepalanya,dan mengusap wajahnya"Kenapa Lo bisa ada disana?siapa yang lakuin ini?"Rea masih diam,masih syok dengan keadaan tadi,pandangannya tertunduk,dia kembali terisak,kei langsung menariknya kepelukannya


"Udah tenang ya,kalo Lo belum mau cerita,gk papa kok,keluarin aja"Rea menangis sejadinya dipelukan Kei


Membantu Rea ke kamarnya.Sesampainya dikamar Rea,mereka membiarkan Rea istirahat.


Bunda Rea menaruh teh dimeja tamu"Silahkan diminum"Kei menunduk dan mengambil teh itu.setelah Kei menaruh teh itu,bunda Rea bertanya"Kamu teman sekelas Rea ya?"Kei hanya mengangguk


"Makasih ya kamu udah nolongin Rea,Tante gk bisa bayangin kalo gk ada kamu,Rea bakal gimana?"Kei tersenyum"Ya sama-sama tante"


"Kamu tinggal dimana?"


"Kei tinggal di komplek sini juga Tante,gk jauh dari rumah Tante"Bunda Rea tersenyum sekaligus kaget"Kebetulan banget,kamu boleh kok datang kesini kapanpun"Kei terkekeh"siap Tante, hehehe"Mereka melihat Rea turun


"Kei?kok Lo masih ada disini?"Kei memajukan bibirnya


"Jadi,gue ceritanya diusir nih?"Bunda Rea terkekeh melihat respon Kei.Rea menatapnya datar.Kei terkekeh,lalu bangkit"Yaudah Tante Kei pamit dulu,nampaknya ada yang ngusir Kei"Kei berkata sambil melirik Rea.Rea membulatkan matanya sambil marah.Kei pun memberi salam sebelum Kei pergi,bunda Rea berkata pada Rea


"Rea antar Kei sampai depan"Rea membulatkan matanya,jelas saja dia gk mau,tapi Bundanya tetap bersikeras"Ayolah Rea,kasian Kei,dia udah bantu kamu loh"Rea pun berdengus dan mengantarkan Kei kedepan rumahnya


Langkah Rea dan Kei terhenti saat mereka sudah sampai didepan motor Kei"Sudah kan?pergi sana,males gue liat muka Lo"Kei membulatkan matanya"Lo gk mau berterimakasih sama gue?gue udah nolong Lo loh"Kei kaget,sekaligus tersulut emosi dengan cewek didepannya"Ni cewek emang kebangetan,untung cantik"dia berusaha menahan emosinya.Rea melipat tangannya di pinggang"so what?paling Lo lakuin ini untuk dapetin hati gue?gk akan,gue bukan cewek murahan yang semudah itu ditaklukan sama cowok kyk Lo"Kei sedikit kaget dengan ucapan Rea,tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkannya ke Rea.Rea mengalihkan pandangannya.Kei terkekeh"Bukannya Lo yang nelepon gue?jadi siapa yang pengen dapetin siapa?"Seketika wajah Rea memerah,dia menutupi wajah dengan tangannya"oh iya,kan gue yang nelepon dia,aduh Rea"Rea jadi enggan menatap Kei,sementara Kei menatapnya dengan ekspresi menggoda"yaudah Lo pulang sana"Rea mengalihkan pembicaraan,Kei tersenyum


"Yaudah deh,gue pulang,jangan kangen ya"Rea menatapnya seakan dia harimau yang mau menerkam Kei.Kei pun pulang


Kei pun membaringkan tubuhnya ke kasur kesukaannya,dia masih mengingat kejadian dirumah Rea tadi


Langkah Rea dan Kei terhenti saat mereka sudah sampai didepan motor Kei"Sudah kan?pergi sana,males gue liat muka Lo"Kei membulatkan matanya"Lo gk mau berterimakasih sama gue?gue udah nolong Lo loh"Kei kaget,sekaligus tersulut emosi dengan cewek didepannya"Ni cewek emang kebangetan,untung cantik"dia berusaha menahan emosinya.Rea melipat tangannya didapetin hati gue?gk akan,gue bukan cewek murahan yang semudah itu ditaklukan sama cowok kyk Lo"


"Hhh....lagi-lagi kenapa gue merasa kenapa Rea seperti cewek dimimpi gue?ucapannya dengan cewek itu benar-benar sama.Ahh...gk mungkin,cewek itu sudah meninggal.hhh"


Rea duduk di ranjangnya,dia benar-benar merasa aneh saat dia bersama Kei


"Hhh....lagi-lagi kenapa gue merasa kenapa Kei seperti cowok itu?gk mungkin,dia sudah meninggal.hhh"


Tanpa disadari,mereka mengucapkan kata yang sama,ditempat yang berbeda.Tapi kenangan yang akan membuat mereka menyatu