Memory Of Love

Memory Of Love
Part 11



Hari ini, Casey berangkat ke kantor R&H Corp bersama Daniel, hingga mereka berdua pun, sontak jadi pusat perhatian, ketika berjalan masuk ke dalam gedung kantor itu.


Selain para pegawai, yang tampak sangat tertarik untuk mengamati gerak-gerik Daniel dan Casey, sambil saling berbisik-bisik antara satu sama lain, asisten pribadi Daniel juga terlihat sudah berada di sana, menunggu kedatangan Daniel di kantor perusahaan itu.


Tidak banyak membuang waktu, karena bahkan lift khusus eksekutif pun, sengaja dibiarkan kosong, dan tidak ada satupun orang yang boleh memakainya, hingga Daniel dianggap sudah tidak membutuhkan akses itu lagi.


Pertemuan untuk Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, akan digelar pukul 9, sementara Daniel dan Casey, sudah tiba di kantor kurang lebih pukul 8 lewat 30 menit.


Daniel bersama Casey tidak segera ke ruang konferensi, melainkan pergi ke ruang kerja komisaris utama, yang sekarang sudah siap untuk dipakai Casey. 


Di atas meja kerja komisaris utama, terpajang nama Casey, yang dipahat di atas papan tanda berbahan kaca.


Begitu juga dua buah pigura foto yang bergambar Casey bersama Daniel, dan yang satunya lagi, memajang gambar figur dari mendiang kedua orang tua Casey, yang kemudian menjadi sasaran perhatian Daniel.


Walaupun dengan sorot matanya yang masih memancarkan kesedihan, namun Daniel tersenyum, melihat gambar dari anak dan menantunya yang telah tiada itu.


"Mereka akan sangat bangga kepadamu," celetuk Daniel, lalu memeluk Casey yang berdiri di dekatnya.


"Terima kasih, Grandpa!" ucap Casey, sambil membalas pelukan hangat dari kakeknya itu. 


"Aku akan selalu berusaha, untuk membuat Grandpa, mommy and daddy, bisa merasa bangga kepadaku," lanjut Casey.


"My dear! ... Grandpa tahu itu," sahut Daniel, lalu mencium mercu kepala Casey, kemudian lanjut berkata,


"Kelihatannya, asistenmu menyiapkan ruangan ini dengan baik. Tapi, apa tidak ada lagi yang kamu butuhkan? Ruangan ini masih terlihat banyak yang kosong."


"Cukup saja, Grandpa ... Aku lebih suka, kalau tempatku bekerja terlihat lega," sahut Casey.


"Kamu jadi semakin mirip dengan daddy-mu. Dia tidak mau ruang kerjanya di Roberts grup, terlalu penuh dengan barang," kata Daniel.


Tiba-tiba saja, terdengar suara ketukan di pintu, yang kemudian terbuka, dan Morty kemudian berjalan masuk.


"Sir! ... Miss! ... Mister Loft ada di luar, menunggu Anda berdua," kata Morty.


Daniel melihat arloji di pergelangan tangannya, kemudian tampak tertawa kecil. 


Daniel kemudian mengarahkan Morty, untuk memberitahu Mister Loft, agar bisa pergi lebih dulu ke ruang konferensi.


"Mister Loft sudah tidak sabar untuk pensiun," celetuk Daniel. 


"Hmm ... Aku merasa bersalah, karena aku belum bisa banyak membantu Grandpa," ujar Casey, yang memikirkan tentang Daniel, yang seharusnya juga sudah pensiun.


"Casey...! Bukan salahmu, my dear! Tapi kamu bisa membantu Grandpa, dengan fokus pada pemulihanmu. Dan jangan memaksakan dirimu sampai jatuh sakit....


... Selain agar Grandpa bisa tetap merasa tenang, Grandpa juga berharap, agar kamu bisa segera siap, untuk melangsungkan pernikahanmu dengan Aaron," sahut Daniel.


"Menurut Lionel, kamu masih belum ada tanda-tanda, kalau kamu akan mengingat Aaron. Apa benar begitu?" lanjut Daniel.


"Grandpa...! Apa kita harus membahas pernikahanku, dengan orang yang tidak aku kenal?" kata Casey, dengan suara memelas.


Casey memang benar-benar merasa enggan, untuk membicarakan tentang pernikahannya dengan Aaron.


"Mungkin karena kamu masih belum mengingatnya, jadi kamu mungkin mengira, kalau Grandpa hanya memaksakan keinginan Grandpa saja....


... Sedangkan yang sebenarnya, walaupun Grandpa merasa kalau Aaron mungkin bisa diandalkan, namun Grandpa juga tidak akan menerima lamaran dari keluarga Hamilton, jika kamu tidak menyukai Aaron," kata Daniel.


"Maafkan aku, Grandpa ... Tapi apa tidak sebaiknya, jika kita pergi ke ruang konferensi sekarang ini?" ujar Casey, untuk mengalihkan pembicaraan. 


"Hmm...." Daniel menggumam, tampak seperti kurang puas, karena pembicaraan mereka yang tidak berjalan dengan baik. 


"Okay! Ayo kita pergi sekarang!" kata Daniel, mengajak Casey.


Casey bernafas lega, karena Daniel yang tidak memaksa Casey, untuk lanjut membahas tentang pernikahan itu lagi, yang hanya akan membuat suasana hati Casey jadi buruk.


Dengan berjalan biasa, Daniel bersama Casey dan Morty, serta asisten pribadi Daniel, kemudian menuju ke ruang konferensi, di mana di sana terlihat para jajaran dewan komisaris dan dewan direksi, sudah menunggu kedatangan Daniel.


Satu persatu dari dewan komisaris, termasuk Lionel, menyapa dan berjabat tangan dengan Daniel dan Casey.


Di sisi lain, para dewan direksi tampak kurang menghargai keberadaan Casey di situ.


Apalagi Julie dan Aaron, yang hanya tampak sekadar saja menyapa Casey, tanpa berjabat tangan.


Namun, Casey tidak terlalu mau memperdulikan sikap merendahkan, dan raut wajah menghina, yang diperlihatkan oleh Julie saat itu.


"Dasar wanita bodoh!" ujar Casey, pelan, sehingga tidak ada yang mendengar ucapannya itu.


Casey membayangkan bagaimana wajah Julie, jika dia tahu bahwa Casey yang menjadi komisaris utama, yang akan mengawasi gerak-geriknya.


Setelah semua sudah saling menyapa, kemudian duduk di tempat duduk masing-masing yang sudah disediakan di sana, selaku CEO dari R&H Corp, Aaron jadi yang pertama kali berbicara di pertemuan itu, sebagai pembuka Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di tempat itu.


Kemudian, setelah Aaron selesai menyampaikan sambutannya, asisten pribadi Daniel kemudian menggantikan Aaron untuk berbicara, dan menyampaikan penjelasan akan tujuan diadakannya pertemuan.


Tiba giliran Daniel, yang kemudian berdiri di tempat duduknya, dan mengucapkan salam, lalu lanjut berkata,


"Kita semua sudah tahu bahwa akan ada penunjukan anggota dewan komisaris baru untuk perusahaan ini....


... Tapi saya rasa sebagian dari kita di sini belum mengetahui, bahwa yang akan menjadi salah satu dewan komisaris, adalah penerus dari Roberts grup."


"Miss Casey Roberts!" ujar Daniel, sambil melihat ke arah Casey yang duduk di sampingnya.


Casey kemudian berdiri, dan menggerakkan matanya berkeliling, memandangi semua orang yang hadir di pertemuan itu.


"Atas hak istimewa yang Roberts grup miliki, maka saya menunjuk Miss Casey Roberts, sebagai komisaris utama di R&H Corp!" kata Daniel. 


Benar saja dugaan Casey, bahwa jajaran direksi pasti akan terkejut, karena status yang disandang oleh Casey di perusahaan itu, dan hal itu tidaklah mengherankan.


Casey adalah seseorang yang berusia paling muda, yang mengambil bagian dari kepemimpinan perusahaan, lalu Casey lah yang justru akan memangku jabatan tertinggi di perusahaan itu.


Bahkan Aaron pun, mungkin juga tidak menyangka, kalau Casey akan langsung ditunjuk menjadi komisaris utama. 


Aaron tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, yang tampak jelas di wajahnya, hingga keningnya terlihat membentuk lipatan-lipatan yang dalam, sambil menatap Casey dan Daniel bergantian.


Terlebih lagi Julie, yang tampak tidak percaya, dan seolah-olah merasa sangat kesal, setelah mendengar pernyataan dari Daniel.


Julie tampak menatap Casey lekat-lekat, dengan sorot mata yang tajam, sambil menyunggingkan senyumannya yang sinis.


"Saya Casey Roberts ... Bla ... Bla ... Bla...!" 


Sementara dia menyampaikan perkenalan dirinya, dan bagaimana dia akan berusaha, agar dia bisa bekerja dengan maksimal, sesuai dengan jabatan yang dipegangnya, Casey memperhatikan semua reaksi, yang diperlihatkan oleh semua orang yang hadir di dalam pertemuan itu.


Selain dari Aaron dan Julie, kelihatannya, para jajaran petinggi perusahaan itu, bisa menerima dengan baik, akan keputusan yang dibuat oleh Daniel. 


Sehingga, setelah Casey selesai berbicara, para petinggi perusahaan yang hadir di sana, tampak bersemangat menyambut Casey.


***


Pertemuan telah berakhir, namun para petinggi perusahaan, masih berada di ruang konferensi, dan berganti-gantian menyalami Casey, sambil mengucapkan selamat, serta ikut memperkenalkan diri mereka dan jabatannya masing-masing kepada Casey.


Ketika giliran Julie yang menghampiri Casey, wanita itu memang tersenyum, namun dia kemudian berkata,


"Jadi karena ini, sehingga kamu berani menantangku? Hmph! ... Jika bukan karena hak waris, kamu bisa melakukan apa? 


... Jangan bermimpi untuk menggoda Aaron! Dia tidak akan pernah tertarik dengan wanita manja, yang hanya mengandalkan warisannya saja."


Menurut Casey, Julie memang seperti ular berkepala dua, yang bisa terlihat biasa di kepalanya yang satu, namun menggigit dengan bisa-nya di satu kepalanya yang lain.


Namun Casey menanggapinya dengan tersenyum, kemudian berkata,


"Hmm ... Jika aku memanfaatkan apa yang aku miliki, maka aku bisa menyingkirkanmu saat ini juga! Tapi kamu tidak cukup berharga, untuk mendapatkan perhatianku."


Casey hampir saja berlalu pergi menjauh dari Julie, tapi kemudian dia teringat sesuatu, hingga dia menahan langkahnya, lalu berkata,


"Satu lagi! ... Aaron memang menarik. Aku jadi ingin memilikinya, untuk menjadi boneka mainanku. Jadi sebaiknya kamu berusaha lebih keras, agar Aaron tidak berpaling padaku."


Sembari berbicara kepada Julie itu, Casey memandangi Julie dari ujung rambut sampai ujung kakinya, sambil tersenyum mengejek dan hampir tertawa.