
Sejak masih pagi-pagi sekali, semua dari mereka sudah bangun, dan menyempatkan untuk sarapan pagi bersama, sebelum Aaron dan Lionel pulang ke rumah mereka masing-masing.
Di ruang makan, yang tertinggal Casey, Daniel dan Steve, sisa waktu sebelum berangkat ke kantor, dimanfaatkan Daniel dengan mengajak Steve, untuk berbincang-bincang dengannya.
"Sesuai dengan latar belakang pendidikan dan profesinya, Steve memiliki pikiran yang sangat kritis," celetuk Daniel, ketika Casey menemaninya ke garasi.
"Apa itu tujuanmu mengajaknya ke sini? Kamu ingin agar dia bisa membantumu?" tanya Daniel.
"Iya, Grandpa ... Aku ingin agar bisa ada pendapat pembanding, sebelum aku mengambil keputusan untuk R&H," jawab Casey.
"Tapi keputusan akhirnya, pasti tetap akan aku tanyakan kepadamu, Grandpa," lanjut Casey.
"Apa dia mau membantumu?" tanya Daniel, lagi.
"Iya ... Kemarin aku sempat mencoba untuk membahas beberapa ide dengannya, dan dia mau memberikan pendapatnya. Tapi...."
Casey yang menggantung perkataannya, membuat Daniel bertanya, dengan berkata,
"Tapi, kenapa?"
"Dengan alasan dia yang tidak bekerja di R&H, sehingga dia tampak masih ragu-ragu, untuk memberitahu semua yang bisa dia pikirkan," jawab Casey.
Daniel mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu.
"Kamu pasti akan tahu bagaimana baiknya nanti. Grandpa percayakan kepadamu saja," kata Daniel, lalu memeluk Casey.
"Grandpa pergi dulu! Hari ini, jadwal Grandpa cukup padat. Tapi nanti sore, mungkin Grandpa bisa cepat pulang." Daniel kemudian bergegas masuk ke dalam mobil.
"Okay! ... Bye, Grandpa!" kata Casey.
"Bye, my dear!" sahut Daniel, sebelum menutup pintu mobil, dan segera berlalu pergi, dengan diantar oleh supir pribadinya.
Ketika Casey berbalik, Steve tampak sudah berjalan menyusulnya di situ, lalu berkata,
"Kamu belum berangkat ke kantor?"
Casey melihat arloji di tangannya. "Iya, aku juga akan berangkat sekarang. Kamu ikut denganku, bukan?"
Steve menganggukkan kepalanya. "Iya, tentu saja!"
***
Atas tawaran dari Steve, maka ketika mereka pergi ke kantor hari itu, Steve lah yang mengemudikan mobil Casey.
Steve mengutarakan bahwa dia mungkin agak kaku saat mengemudi, karena perbedaan letak kemudi mobil, dengan yang biasanya dia pakai, di negara tempatnya menetap.
Namun menurut Casey, cara Steve mengemudi masih cukup baik, dan tampak segera terbiasa, setelah beberapa saat mereka di perjalanan.
"Semalam aku bermimpi lagi," celetuk Casey.
Steve yang sedang mengatur posisi mobilnya, di dalam pelataran parkir ekslusif di kantor R&H Corp, melirik ke arah Casey sebentar.
"Hmm ... Apa yang kamu mimpikan, ada hubungannya dengan ingatanmu yang hilang?" tanya Steve.
"Mungkin iya atau mungkin saja tidak," jawab Casey.
"Kalau begitu, ini sudah ke empat kalinya, ya?! ... Kelihatannya memang benar *dugaanmu," kata Steve.
(*Steve sedang membicarakan tentang dugaan Casey, bahwa Casey akan bermimpi melihat masa lalu, jika dia berinteraksi cukup intens dengan Aaron.)
"Terus terang aku cemburu. Tapi, aku tidak tahu harus berbuat apa. Apalagi, dia adalah tunanganmu," lanjut Steve, yang tampak hanya memaksakan diri untuk tersenyum.
Casey yang sudah melepaskan sabuk pengamannya, kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Steve, lalu berciuman dengannya.
"Maafkan aku yang hanya menyakitimu ... Tapi aku bisa memastikan, kalau hatiku bukan untuknya," kata Casey, meyakinkan Steve.
Sambil menatap Casey lekat-lekat, Steve tersenyum lebar, lalu berciuman dengan Casey lagi untuk beberapa saat, sebelum seseorang mengetuk pintu kaca mobil di samping Steve.
Aaron terlihat berdiri di dekat mobil, dan tampak sedikit membungkuk di luar situ.
Casey yang geram, rasanya ingin memaki Aaron saat itu, tapi Steve yang tampaknya menyadari kekesalan Casey, kemudian berkata,
"It's okay! ... Kamu tidak bisa memarahinya. Aku akan menciummu lagi, saat ada kesempatan lain."
"Huuffft...!" Casey mendengus kasar, lalu beranjak keluar dari mobil, bersamaan dengan Steve.
"Apa yang kalian lakukan, dengan berlama-lama di dalam mobil?" tanya Aaron.
"Apa itu menjadi urusanmu?" Casey balik bertanya dengan nada suara yang ketus.
Aaron lalu terlihat mencoba menghampiri Casey, yang berjalan bersebelahan dengan Steve, mengarah masuk ke dalam gedung kantor, hingga Casey akhirnya berada di antara kedua laki-laki itu.
"Di mana kekasihmu? Bukankah sekarang masih terlalu pagi bagimu, untuk membuatku kesal?!" ujar Casey.
"Dia sudah ke dalam sedari tadi," sahut Aaron, terdengar tanpa beban.
Sikap Aaron belakangan ini benar-benar menyebalkan, menurut Casey.
Aaron bahkan mengikuti Casey dan Steve, sampai ke depan ruang kerja Casey, di mana Morty terlihat segera berdiri, ketika Casey berjalan mendekat, dan Morty lalu berkata,
"Selamat pagi, Miss! ... Selamat pagi, Mister Hamilton! ... Mister Dale!"
"Pagi!" sahut Casey.
"Miss! ... Ketua komite audit, sedang menunggu Anda di dalam," lanjut Morty, buru-buru.
Casey yang hampir membuka pintu ruang kerjanya, kemudian segera menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke samping.
"Steve! ... Maafkan aku. Tapi kamu harus menunggu di luar," kata Casey.
"Okay!" sahut Steve.
"Morty! ... Tolong siapkan secangkir teh untuk tamuku!" ujar Casey.
"Saya sudah mengantarkannya tadi, Miss!" sahut Morty.
"Oh! Okay! ... Terima kasih, Morty!" Casey kemudian memasuki ruang kerjanya sendirian.
Ketua komite audit yang adalah seorang laki-laki berusia di sekitar empat puluh tahunan, segera berdiri dari sofa yang menjadi tempat duduknya, ketika melihat Casey.
"Selamat pagi!" sapa Casey.
"Selamat pagi, Miss Roberts!" sahut ketua komite audit itu.
"Silahkan duduk!" Casey menjulurkan sebelah tangannya, memberikan kesempatan bagi tamunya itu untuk kembali duduk. "Apa Anda sudah lama menunggu?"
"Baru saja," jawab ketua komite audit itu, yang kemudian segera menyerahkan beberapa berkas laporan, kepada Casey. "Ini semua data yang Anda minta."
Sembari membaca berkas di tangannya, dan merasa kalau masih ada yang kurang, dari apa yang bisa dilihatnya di situ, sehingga Casey kemudian bertanya, dengan berkata,
"Apa belum ada informasi baru, dari tim investigasi?"
"Belum ... Kelihatannya semua terinci dan tersusun dengan rapi. Jadi, kami kesulitan untuk mendapatkan bukti, jika memang terjadi penyimpangan dana," jawab ketua komite audit itu, terdengar berhati-hati.
"Hmm...." Casey menggumam, sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. "Saya masih akan memberikan tugas tambahan."
Ketua komite audit itu terdiam sambil menatap Casey, tampak menunggu Casey untuk melanjutkan perkataannya.
"Saya telah memeriksa sepintas, dan menyetujui proposal untuk acara perayaan ulang tahun perusahaan....
... Tapi saya ingin Anda dan regu, untuk tetap mengawasi dan memeriksa ulang, penganggaran dana untuk kegiatan itu," lanjut Casey.
Tanpa terlihat ragu, Ketua komite audit itu kemudian mengangguk setuju. "Baik, Miss!"
Tidak hanya berhenti sampai di situ saja.
Casey dan ketua komite audit masih berbincang-bincang, membahas semua informasi yang berkaitan dengan perusahaan R&H Corp, hingga menghabiskan cukup banyak waktu.
Casey yang benar-benar memusatkan perhatiannya pada pekerjaannya, bahkan melupakan Steve yang menunggunya di luar.
***
"Baiklah kalau begitu! ... Anda mengerjakan tugas Anda dengan baik," kata Casey, menutup pembicaraan sambil berdiri, lalu berjabat tangan dengan ketua komite audit itu.
"Terima kasih atas kepercayaannya! Sampai bertemu lagi, Miss Roberts!" Ketua komite audit itu, kemudian beranjak pergi dari ruang kerja Casey.
Kemudian, tidak berapa lama, Steve terlihat berjalan masuk ke dalam ruang kerja Casey, dan dia tidak sendirian, karena Aaron juga ikut ke dalam sana bersamanya.
Casey yang sudah berpindah tempat duduk dari sofa ke kursi kerjanya, kemudian bertanya kepada Aaron, dengan berkata,
"Kenapa kamu masih di sini? Apa kamu tidak ada pekerjaan lain?"
"Tidak ada yang mendesak untuk beberapa hari ke depan," jawab Aaron, dengan tampang masa bodoh, sambil ikut duduk di sofa, berhadap-hadapan dengan Steve.
Untuk selanjutnya, Aaron tampak berbincang-bincang dengan Steve, namun Casey tidak memperhatikan apa yang sedang mereka perbincangkan, karena Casey yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Entah apa yang salah, sehingga saat itu jadi semakin aneh saja rasanya, saat Morty tiba-tiba mengetuk pintu dan membukanya, lalu berkata,
"Miss! ... Direktur pemasaran Julie Tosch, ingin bertemu dengan Anda!"
Menurut dugaan Casey, Julie hanya beralasan untuk bertemu dengan Casey, agar dia bisa ikut masuk di ruang kerja Casey itu.
"Suruh dia masuk!" Casey tetap memberikan izin kepada Julie.
"Baik, Miss!" sahut Morty.
Ketika Julie melangkah masuk, dia tampak tersenyum sinis lalu menyapa seadanya, dengan berkata,
"Halo, semuanya!"
Julie kemudian terlihat segera mengambil tempat duduk, di antara Aaron dan Steve.
Casey tidak menghiraukannya, karena pekerjaannya yang masih belum selesai, dan tetap sibuk memeriksa data-data, yang diserahkan oleh ketua komite audit kepadanya tadi.
"Apa yang sedang kamu kerjakan?" tanya Aaron, yang tiba-tiba saja sudah berdiri di dekat meja kerja Casey.
Casey segera menutup lembaran berkas laporan di atas meja, agar Aaron tidak melihat apa yang sedang diperiksanya, kemudian berkata,
"Jangan menggangguku, kalau kamu tidak mau di usir dari sini!"
"Geez! ... Aku hanya bertanya, jika saja kamu butuh bantuan. Karena sebentar lagi jam istirahat makan siang, dan kamu tampaknya belum selesai bekerja," kata Aaron.
"Terima kasih. Tapi aku tidak butuh bantuanmu. Kamu bisa bergabung dengan mereka, dan jangan ganggu aku lagi!" sahut Casey.