Memory Of Love

Memory Of Love
Chapter 6



"AHHH....GUE BISA TELAT NIH"Dengan cepat Rea menuruni tangganya dan langsung berlari keluar rumah.Dia cepat-cepat Makai sepatunya saat dia liat Kei yang sedari tadi nunggunya


"Lo kenapa disini?mau anter gue?"Kei menaikkan alisnya"Tu tau cepetan,naik"


"Gk usah gue bisa sendiri"Saat Rea hendak pergi, pergelangan tangannya ditahan Kei,Rea berdecak"Kei,gk usah bercanda disaat gini,lepasin"Rea benar-benar gk punya waktu ladenin Kei sekarang"Makanya naik ke motor gue,jauh lebih cepat"Kei masih menahan pergelangan tangan Rea.Rea yang semakin panik melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7.45"CK..iya ya,cepetan"Kei tersenyum dan melepas pergelangan tangan Rea.Lalu naik ke motornya,Rea pun segera naik ke motor Kei


Rea pikir kalo Kei bakal ngebut,tapi Kei justru santai mengendarai motornya,hal ini makin membuat Rea kesal"ishh...Kei cepetan,kita udah telat nih"Kei melihat muka panik Rea di spion motornya"Elah...santai aja kali"


"Kalo kita kena hukum gimana?cepetan"Walaupun Rea sudah mendesak Kei,cowok itu masih dengan santai mengendarai motornya,ditambah suasana jalanan yang semakin ramai


"Elah,gk usah panik kali,paling kita cuma disuruh bersihin toilet"Rea pun kembali panik,dan sepanjang jalan dia ngerocos terus gk ada hentinya


Mereka pun telat ke sekolah.Kini mereka berada diruang BK,Bu Rita,guru BK,sudah muak liat Kei Yang selalu datang telat"Kei Fernandez William... sampai kapan kamu akan seperti ini?"Rea yang sedari tadi menunduk sedikit kaget mendengar kata Bu Rita,sementara Kei dengan wajah santainya membuat Bu Rita semakin emosi"Sekarang kalian lari keliling lapangan 5 kali"


"Siap.Apa sih yang tidak untuk ibu,apapun akan saya lakuin"Rea berusaha menahan tawanya,Bu Rita melotot ke Kei dan menjewer kupingnya,membuat Kei meringis,lalu melapas jewerannya


"Aduh ibu,nanti kuping saya lepas gimana?eh tapi gk papa deh kalo kuping saya yang lepas,asal jangan hati saya aja jangan ibu lepas"Ibu Rita menghela napas melihat kelakuan muridnya ini"Yaudah,sekarang kalian laksanakan hukuman kalian"Dia menunjuk lapangan upacara.Mereka pun keluar dan mulai berlari


Sudah Sekitar 30 menit mereka berlari,Rea sudah penuh keringat,Kei pun ke kantin untuk membeli Rea sesuatu.Rea pun selesai berlari,napasnya tersengal-sengal,dia penuh keringat,dia pun duduk dibangku yang tidak jauh dari lapangan itu.Lalu,sesuatu yang dingin menempel di pipinya,itu Kei dengan 2 botol minum di tangannya"Nih buat Lo,gue tadi liat Lo keringatan,dan capek"Rea pun menerimanya,dan langsung meneguk air itu hingga setengah botol,Kei terkekeh lalu duduk"Heheh....haus nih neng,pelan-pelan minumnya"Rea tidak memedulikan Kei.Lalu henin beberapa saat sampai Rea mengatakan sesuatu"Makasih ya"Dua kata yang sulit buat Rea mengucapkannya,tapi berpengaruh buat Kei,dia menyikut lengan Rea"Cieee....sudah bisa bilang makasih nih"Dia menaikkan alisnya-bermaksud menggoda.Rea memutar bola matanya,lalu bangkit,dan berjalan ke kelasnya


"Permisi pak"Rea mengetuk pintu kelas.Semua kelas tertuju ke Rea yang berdiri diambang pintu kelas,Rea pun masuk,dan Kei berjalan dibelakang Rea.Semua kelas mendadak ricuh,bahkan ada yang komentar.Rea juga liat Sarah menatapnya dengan tatapan tajam.


"Tenang semuanya,kalian darimana?baru datang jam segini"Tanya Pak Iwan.Saat Rea mau jawab,Kei menjawabnya dengan nada santai"Habis pacaran Pak"Rea membulatkan matanya mendengar ucapana Kei.lagi-lagi suasana kelas kembali ricuh,dan kali ini lebih ricuh lagi.Ada yang menggoda,ada yang komentar.Pak Iwan mengebrak meja,membuat semaunya diam.Karena Pak Iwan malas meladeni Kei,dia pun mempersilahkan mereka duduk.Saat Rea duduk,Angel menyikut lengan Rea, menatapnya dengan tatapan menggoda"Cieee...yang dihukum bareng sama pacar"Rea berdengus dan mengeluarkan bukunya,lalu memperhatikan pelajaran


"Oh tenang aja,gue cuma mau ngomong santai aja sama Lo"Dia berjalan mengelilingi Rea"Iya mau ngomong apa?cepetan"Rea melihat sekeliling


"Beberapa hari yang lalu,gue pernah peringati Lo kan,soal menjauh dari Kei?"Dia terus berjalan mengelilingi Rea dan melanjutkan kalimatnya sambil menarik baju Rea"kenapa Lo masih deketin dia?gue kan bilang Lo akan tau akibatnya"


"Gue gak pernah dekat-dekat dengannya,dia yang justru selalu ganggu gue"Rea berusaha untuk jujur,tapi Sarah tidak mempercayainya"Lo pikir gue akan percaya?heh... gk akan"Dia jentikkan jarinya,lalu teman-temannya memaksanya meminum sesuatu,Sarah tersenyum menang,lalu menepuk tangannya,tanda berhenti"Girls,kita keluar dari sini,biarkan virus ini disini"mereka pun dengan segera keluar,Rea berusaha mengejarnya.Tapi telat,mereka sudah mengunci pintunya yang mereka ambil secara diam-diam dari satpam.Rea berteriak meminta tolong,tapi usahanya sia-sia.Dia sudah menelan minum itu yang membuatnya semakin lesu,dia pun terbaring dilantai,berharap seseorang menolongnya"Kei...tolong gue"lirihnya


Sepanjang pelajaran,Kei gk bisa mengalihkan pandangannya ke bangku Rea yang kosong"Rea kemana ya?kok masih belum masuk juga,gue harus cari dia"Sarah melihat Kei yang selalu melihat bangku Rea.Kei pun mengacungkan tangannya"Pak Yanto"Pak Yanto menoleh ke Kei"Kenapa Kei?"Kei memegangi perutnya yang sebenarnya tidak sakit"Ugh...saya izin ke toilet ya,udah gk tahan lagi,pak"Sejenak Pak Yanto meneliti Kei,lalu mengiyakan.Kei pun pergi keluar,dan mencari Rea.Lalu dia melihat salah seorang siswa membawa seseorang yang lagi pingsan,awalnya dia gk peduli,tapi hati kecilnya meminta untuk melihat lebih lanjut,dia pun mengikuti siswa tadi.Di UKS,siswa itu membaringkan tubuh itu diranjang


"Dia kenapa?dimana kalian menemukannya"tanya pembina UKS


"Tadi saya mau ke gudang untuk mengambil peralatan olahraga,lalu saya liat dia"jelas siswa itu.Sementara pembina UKS tersebut memeriksa Rea lebih detail


Di luar UKS Kei liat kejadian itu tanpa minat


"Eh Lo tau siapa yang pingsan?"tanya salah seorang siswi disana.Kei pun hendak pergi dari sana,tapi langkahnya terhenti saat salah seorang siswi bilang"Kalo gk salah namanya Rea dari kelas kelas XII IPA 2"Kei membulatkan matanya dan menoleh ke dalam UKS,dia pun menerobos masuk dan melihat Rea terbaring lemah dengan wajah yang pucat.Dia mendekat ke ranjang,dan duduk disamping ranjang


"Rea?"


"kita harus bawa Rea ke rumah sakit,kondisinya sudah parah"kata Bu Ina selaku pembina UKS,dia pun menelepon ambulan.Kei memegang tangan Rea,meletakkan wajahnya dipunggung tangan cewek itu"Bertahanlah Re"bisiknya