Memory Of Love

Memory Of Love
Chapter 2



"Rea?" Celo membantu Rea berdiri


"Hai Celo, udah lama gak ketemu" Rea membersihkan roknya, lalu menatap Kei.


"Dia siapa?"


"Loh masa Lo gak..." Ucapan Celo terpotong saat dia menyadari sesuatu.


"Kenapa Cel?"


"Gak apa apa kok, btw Lo pindah ke sini?" Celo mengalihkan pembicaraan.


Rea hanya mengangguk, lalu teringat sesuatu.


"Eh btw, dimana kelas XII IPA 2?"


"Kebetulan kita sekelas, yuk ke kelas" Dia merangkul bahu kedua temannya dan mereka berjalan ke kelas.


Sesampainya di kelas, untungnya belum ada guru.


"Lo duduk di sana ya" Celo menunjuk tempat yang tidak jauh dari tempatnya dan Kei duduk, di tempat itu juga ada seorang cewek yang sedang menunduk.


Rea hanya mengangguk lalu duduk di sebelah cewek tersebut.


Kemudian saat cewek itu mengangkat kepalanya dan menatap Rea, dia terkejut karena cewek itu...


"ANGEL?!" Rea menunjuk kawan sebelahnya, begitu pula dengan Angel.


"REAAA!" Mereka berpelukan senang.


"Gue gak nyangka ternyata Lo di pindahin ke sekolah yang sama dengan gue, doa gue terkabul" Ujar Angel sambil mengadahkan tangannya, Rea pun tampak senang.


Tak lama kemudian, Bu Rosita masuk.


"Kita absen ya" Dia pun mengabsen semua murid, lalu Angel mengangkat tangannya.


"Bu, kita kedatangan murid baru" Bu Rosita menoleh ke arah Rea yang duduk di sebelah Angel.


"Oh iya, saya lupa, Rea silahkan perkenalkan diri kamu"


Rea pun berdiri, dengan gugup dia memperkenalkan dirinya.


Setelah selesai, mereka lanjut belajar.


Di tengah pelajaran, entah kenapa Kei melihat Rea terus.


Rea menyadari ada yang menoleh ke arahnya, dia melihat sekitar.


Saat dia melihat ke arah bangku Kei, Kei masih melihatnya sambil menaikkan satu alisnya.


"Kenapa dia natap gue kayak gitu?" Rea berusaha untuk fokus dengan pelajaran, walaupun dia masih risih dengan Kei yang masih melihatnya.


Bel istirahat berbunyi, Rea masih mencatat materi di bukunya.


"Re kita ke kantin yuk, laper nih" Angel berdiri sambil menatap Rea yang lagi fokus dengan bukunya.


Angel menutup buku Rea sehingga Rea menoleh ke arahnya.


"Kenapa sih? ganggu aja"


"Lagian gue di cuekin, mau ke kantin gak?" Angel mengulangi pertanyaannya, sementara Rea masih fokus dengan gambarannya.


"Bentar, dikit lagi selesai kok"


"Aduh kumat ni jiwa gambar anak ini" Rea hanya terkekeh.


Angel pun bersabar dan menunggu, lalu Kei dan Celo masuk ke kelas dan mereka berjalan menuju meja Rea.


Dia menutup bukunya, Rea kaget dan menoleh ke arah Kei, sementara Celo hanya diam berdiri di samping Kei.


"Lo jangan terlalu fokus dengan buku terus, mending fokus sama gue aja atau... fokus sama masa depan kita" Kei meletakkan tangannya di atas meja Rea dan membungkuk, sehingga dia bisa menatap wajah cantik Rea.


Celo hanya menggeleng menatap kelakuan Kei


"keliatannya jiwa playboy nya kumat nih" batin Celo.


Rea hanya menatap Kei dengan tatapan datar, lalu bangkit dan menarik Angel keluar kelas, meninggalkan Kei dengan tatapan heran.


"Lo kenapa natap Kei kayak gitu? Lo gak kesemsem gitu dengan Kei?" Angel bertanya ke Rea sambil membawa pesanannya ke meja.


"Gak tuh, emangnya kenapa?" Rea mengaduk baksonya lalu menatap Angel.


Angel menatapnya dengan serius.


"Lo gak inget kalo gue pernah cerita tentang cowok itu?"


"Tentang cowok yang Lo bilang terkenal di sekolah Lo? Yang Lo bilang kalo dia tu dulunya playboy" Rea memastikan, karena Angel banyak bercerita soal cowok di sekolahnya.


Angel mengangguk.


Rea hanya mendengus pelan


"Gue gak mau dengannya, gue paling gak suka sama cowok playboy"


"Gue kan bilang dulu, Lo gak tau? Walaupun dia terkenal, banyak rumor tentangnya. Katanya dulu dia playboy, tapi karena suatu hal, dia gak playboy lagi" Angel menceritakan sambil menyantap makanannya, lalu Rea bertanya.


"Karena suatu hal? Hal apa?" Angel hanya mengangkat bahunya.


"Nah itu dia, gue juga gak tau" Mereka kembali menyantap makanannya masing masing, Rea masih terkenang kenang dengan omongan Angel tadi.


Waktu belajar usai, semua siswa membawa tas mereka lalu keluar kelas, begitu juga dengan Rea.


Dia mengemasi bukunya dan berjalan keluar kelas bersama Angel.


Saat sampai di pintu gerbang, sebuah motor berhenti di depan Rea, sehingga membuatnya kaget setengah mati.


"Gila ni orang, Hampir aja nabrak gue" Lalu seseorang melepas helmnya, itu Kei.


"Gak usah" jawab Rea singkat.


"Lo gak mau di Anter sama gue? Lo seharusnya bersyukur, Lo tau berapa banyak cewek yang mau di tawarin untuk pulang bareng gue" Kei menepuk stang motornya.


Rea menatap Kei malas lalu berkata,


"Terus? Lo mau gue seneng gitu? Heh jangan harap gue bakal seneng" Kei sedikit kaget dengan reaksi Rea.


Saat Rea hendak berjalan, tangannya di tahan oleh Kei.


"Gue gak terima penolakan, cepet naik sebelum gue paksa" ancam Kei yang membuat Rea berdengus.


Sementara Angel hanya terdiam melihat tingkah dua orang itu.


Kei pun memberikan helm kepada Rea, Rea pun menerima dan memakainya, lalu saat akan naik ke motor Kei, dia mendadak terdiam.


Kei melihat Rea dan mengerti maksudnya, dia melepas jaketnya dan menutupi rok Rea dengan jaketnya.


"Buruan naik" Rea pun naik, setelah memastikan Rea naik dan duduk dengan nyaman Kei melajukan motornya.


Mereka tidak tau sedari tadi ada yang memperhatikan mereka.


Cewek itu mengepalkan tangannya, menatap Rea dengan jijik dan tajam.


Selama perjalanan, tidak ada yang bicara, Kei memikirkan topik apa yang harus dia bicarakan.


"Belok kanan atau lurus?" Kebetulan Kei yang tidak tau rumah Rea, maka dia bisa cari topik.


"Lurus" Jawab Rea dingin.


Lalu suasana kembali hening.


Sesampai di rumah Rea, Rea turun dan memberikan helm dan jaket kepada Kei dan pergi tanpa mengucapkan apa apa.


"Gak ngucap apa pun nih? Gue kan udah nganter Lo?" Pancing Kei.


"Gue gak minta Lo buat nganterin gue pulang, jadi gue gak perlu ngucapin makasih" Rea berbalik dan masuk ke rumahnya.


Kei menatapnya dengan heran


"Kenapa dia bersikap gitu ke gue? Gak tau terima kasih" Kei pun menyalakan motornya dan pergi


Rea masuk ke rumahnya dan berjalan ke kamarnya, Saat dia menaiki tangga pertama.


"Rea" Rea berbalik karena mendengar bundanya memanggil.


"Kenapa Bun?"


"Kamu tadi pulangnya sama siapa? Kok gak minta jemput sama supir?" Rea menjawab


"Temen sekelas kok Bun" Rea pun langsung berjalan ke kamarnya, dia malas membahas cowok tadi.


Saat dia sampai di kamarnya dan berbaring di kasurnya di teringat dengan ucapan Angel di kantin.


Flashback


"Lo kenapa natap Kei kayak gitu? Lo gak kesemsem gitu dengan Kei?" Angel bertanya ke Rea sambil membawa pesanannya ke meja.


"Gak tuh, emangnya kenapa?" Rea mengaduk baksonya lalu menatap Angel.


Angel menatapnya dengan serius


"Lo gak inget kalo gue pernah cerita tentang cowok itu?"


"Tentang cowok yang Lo bilang terkenal di sekolah Lo? yang Lo bilang kalo dia tu dulunya playboy" Rea memastikan, karena Angel banyak bercerita soal cowok di sekolahnya.


Angel mengangguk.


Rea hanya berdengus pelan.


"Gue gak mau dengannya, gue paling gak suka sama cowok playboy"


"Gue kan bilang dulu, walaupun dia terkenal, banyak rumor tentangnya. katanya dulu dia playboy, tapi karena suatu hal, dia gak playboy lagi"


Kemudian sebuah memori kembali berputar di pikiran Rea.


Rea menunggu seseorang di taman sekolahnya.


Beberapa menit dia menunggu, sosok yang dia tunggu akhirnya datang juga, tapi dia tidak sendiri dia berjalan dengan sesosok cewek di sampingnya


"Sayang, maaf ya aku gak bisa Anter kamu pulang, aku pasti bakal kangen sama kamu" Ucap cowok itu dengan nada manja kepada cewek yang di sampingnya.


"Gak apa apa kok sayang, aku duluan ya bye~" cewek itu berlalu sambil melambaikan tangannya ke cowok tersebut.


Setelah cewek itu pergi, Rea menghadap ke cowok itu sambil melipat tangannya di dada,


"Cewek baru lagi?' cowok itu hanya mengangguk sambil memakan permennya.


Rea kesal dengan kelakuan temannya yang suka memainkan perasaan orang lain.


Cowok itu berjalan, Rea menyusulnya.


Dari tadi Rea mengoceh terus ke cowok tersebut, soal sifat playboy nya.


Cowok itu berhenti dan menghadap ke Rea.


"Rea denger ya, gue kasih tau, selama jalur kuning belum melengkung sikat aja daripada Lo jomblo melulu" Ejek cowok sambil menjulurkan lidahnya ke Rea.


"iiiihhhh awas aja Lo ya" Rea pun mengejar cowok itu


Rea menghela napas lalu berbaring di tempat tidurnya.


"Sebenarnya siapa sih cowok yang selalu ada di mimpi gue? kenapa dia gak berhenti muncul di mimpi gue" Dia terus memikirkan hal itu sampai akhirnya terlelap..


Bersambung......