Memory Of Love

Memory Of Love
Part 51



Tampaknya, perkataan dari Lionel itu sangat mengejutkan bagi semua orang, hingga tidak ada satupun yang bisa berkata apa-apa lagi, sampai Lionel kemudian lanjut berkata,


"Jangan ada yang berani-berani untuk menyalahkan Casey! Justru sebaliknya, kalian lah yang harus lebih sadar diri! Terlebih kamu, Aaron! Karena kamulah yang jadi penyebab utamanya, ...


... sehingga Casey harus mengalami banyak kesulitan. Jika kamu memang menyayanginya, maka menjauh darinya, batalkan pertunangan kalian, dan biarkan dia bersama Steve."


Aaron tampak sangat keberatan dengan arahan yang dikatakan oleh Lionel, hingga dia justru hanya menatap Casey lekat-lekat, dengan menampakkan raut wajah kecewa.


"Maafkan aku," celetuk Steve, tiba-tiba.


"Aku mencintaimu Casey. Tapi aku yang harus menjauh darimu. Aku akan segera kembali ke negara xxx. Tidak akan aku biarkan kamu berada dalam kesulitan yang baru....


... Karena aku tahu, bagaimana resikonya bagi hubungan antara keluarga kalian nantinya," lanjut Steve, sambil menatap Casey.


Casey tidak bisa berkata apa-apa, karena dia sendiri masih merasa kebingungan.


"Bisa berikan aku waktu sebentar, untuk berdua saja dengan Casey?" tanya Aaron.


Steve dan Oscar, terlihat segera berdiri dari tempat duduknya.


Dan begitu juga dengan Lionel, yang walaupun terlihat sedikit enggan, namun dia tetap berjalan menjauh dari situ.


"Casey...! Aku akan membatalkan pertunangan kita, jika memang itu yang kamu inginkan. Aku sungguh-sungguh meminta maaf kepadamu, atas semua yang pernah aku lakukan, ...


... yang hanya membuatmu terluka, baik itu secara fisik maupun mental. Aku benar-benar menyesali kebodohanku, yang telah mengacaukan banyak hal dalam hidupmu," kata Aaron.


"Untuk sekarang ini, aku tidak tahu apa yang aku inginkan. Itu sebabnya, sehingga aku tidak mau bertemu salah satu pun dari kalian....


... Karena aku ingin agar aku bisa berpikir jernih, tanpa ada sesuatu hal pun yang mempengaruhi pemikiranku," sahut Casey.


Aaron terdiam untuk beberapa saat, seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu, sebelum akhirnya dia berkata,


"Kamu tidak perlu memikirkan apa-apa lagi. Aku yang akan mengurus pembatalan pertunangan kita."


Dengan napasnya yang terdengar berat, Aaron mendekat dan memeluk Casey dengan erat, lalu berbisik-bisik, dengan berkata,


"Apa aku bisa mendapatkan ciuman terakhir darimu?"


Walaupun Casey tidak memberikan jawabannya, Aaron tetap mencium bibir Casey, dengan lembut dan perlahan, sambil tetap memeluk Casey dengan erat.


"Aku mencintaimu, Casey! ... Dan yang paling aku inginkan, adalah agar kamu bisa berbahagia di sepanjang hidupmu, walaupun tidak bersamaku," kata Aaron, lalu berdiri di atas pasir.


"Aku akan segera pulang sekarang ini, untuk membicarakannya dengan orang tuaku. Bye, Casey! ... Nikmati liburanmu!" lanjut Aaron, sambil tersenyum, kemudian berjalan menjauh meninggalkan Casey di situ.


Sama seperti saat Casey mendengarkan pernyataan Steve, saat ini Casey juga tidak merespon apa-apa, dan hanya bisa terdiam.


Ketika Aaron berlalu pergi, Steve, Lionel dan Oscar, kemudian terlihat kembali menghampiri Casey.


"Apa yang terjadi?" tanya Lionel, tampak sangat penasaran.


"Aaron membatalkan pertunangan kami. Dia akan pergi menemui orang tuanya," jawab Casey, datar.


Casey seharusnya bisa bernapas lega, karena dia tidak perlu memilih antara Steve ataupun Aaron.


Tetapi entah mengapa, Casey justru merasa sedih, ketika dia tidak melihat Aaron lagi.


Bahkan, ketika Lionel serta Oscar mengajaknya untuk bermain wahana air yang ada di resor itu, Casey sama sekali tidak berminat.


Casey justru hanya menghabiskan waktunya, dengan berjemur di pesisir pantai itu.


Steve yang tertinggal bersama Casey di situ, dan mengajaknya berbincang-bincang pun, juga tidak terlalu ditanggapi oleh Casey, yang tenggelam dalam pikirannya sendiri.


***


Malam ini, akan diadakan pesta perayaan ulang tahun perusahaan, yang digelar di ballroom hotel.


Dengan tidak adanya Aaron di sana, yang seharusnya menjadi pembicara untuk pembukaan acara pesta dansa itu, sehingga salah satu direktur lah yang akhirnya memberikan sambutan.


Casey melihat ke sana kemari, dan tampaknya tidak ada yang menarik perhatiannya, ketika pesta itu sudah dimulai.


Hampir saja Casey pergi dari sana, dan berniat untuk kembali ke kamarnya, namun Steve lalu mengulurkan sebelah tangannya, sambil berkata,


"Mau berdansa denganku?"


Sejujurnya, Casey merasa enggan untuk berdansa, namun dia juga tidak ingin mengecewakan Steve, dengan menolak ajakan dari laki-laki itu.


Sehingga Casey kemudian menyambut tangan Steve, dan berdansa pelan mengikuti irama musik yang mengalun di sana.


"Kamu tidak terlihat senang," celetuk Steve.


"Apa aku bisa berkata jujur?" tanya Casey, berhati-hati.


"Iya, tentu saja!" sahut Steve.


"Akan lebih baik, jika Aaron tetap bersama Julie. Tanpa harus terpengaruh dengan keberadaanku," lanjut Casey, lagi.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya Steve.


"Aaron sudah tahu apa saja yang perlu diubah di R&H. Jadi, aku tidak akan pergi ke kantor itu lagi. Aku akan meminta Grandpa, untuk segera memindahkanku, ke kantor utama Roberts grup," jawab Casey.


Steve kemudian mempererat pelukannya pada Casey, lalu berkata,


"Apa mungkin, kalau aku telah salah menilai? Tapi aku merasa, kalau kamu sengaja berniat menghindari Aaron....


... Apakah itu hanya karena kamu merasa kalau tugasmu di R&H sudah selesai? Atau karena bersalah? Ataukah mungkin ada yang lain?"


"Aku tidak tahu," jawab Casey, jujur. "Tapi bukankah lebih baik, jika aku menghindarinya?"


"Casey! ... Aku tidak mau membuatmu bingung. Tapi, aku merasa kalau tatapanmu kepadanya, terlihat sangat berbeda dari biasanya," ujar Steve.


"Jika aku yang pergi dari sini, meninggalkanmu, apakah kamu akan bereaksi seperti sekarang ini?" lanjut Steve.


"Apa maksudmu?" tanya Casey.


"Kamu terlihat sedih, saat Aaron tidak ada di dekatmu," kata Steve, sambil mengendurkan pelukannya, dan menatap Casey lekat-lekat, kemudian lanjut berkata,


"Aku merasa, kalau seolah-olah cintamu masih lebih besar kepadanya, daripada rasa cintamu untukku."


Casey terdiam.


Steve kemudian menghentikan dansa mereka, dan membawa Casey, untuk kembali duduk di kursi.


"Aku telah mendengarkan semua, tentang bagaimana hingga kamu bisa bertunangan dengan Aaron, dari Lionel....


.. Dan aku rasa, tidak sepenuhnya itu adalah kesalahan Aaron. Karena sebelum bertemu denganmu, dia memang telah menjalin hubungan dengan Julie," kata Steve.


"Rasanya aku cukup iri, saat mendengar bahwa kamu bisa jatuh cinta kepadanya, hanya dari pertemuan kalian yang pertama saja. Kamu bahkan belum mengenalnya dengan baik....


... Sedangkan denganku, kamu masih butuh waktu untuk mengenalku lebih dulu, barulah kamu bisa merasa tertarik padaku," lanjut Steve, lagi.


"Sebenarnya, apa yang ingin kamu katakan?" tanya Casey.


"Belum terlambat, jika kamu lebih memilih untuk bersama Aaron," jawab Steve.


"Tidak ... Aku tidak berpikir seperti itu," ujar Casey.


Bertepatan di saat Casey selesai bicara, ponselnya kemudian berbunyi, dan Casey segera melihat panggilan masuk dari kontak Daniel, yang muncul di tampilan layar ponselnya.


"Halo, Grandpa!" sapa Casey.


"Halo, Casey!" Daniel balas menyapa. "Aaron ada di sini bersama Grandpa."


Casey terdiam, sambil menunggu apa yang akan dikatakan oleh Daniel selanjutnya.


"Aaron meminta Grandpa, untuk membantu Steve agar bisa mendapatkan jabatan CEO dari R&H, menggantikannya," ujar Daniel.


"Ugh? ... Kenapa? Apa dia memberitahu alasannya?" tanya Casey.


"Katanya, dia akan berpindah ke kantor Hamilton grup, secepatnya," jawab Daniel.


"Grandpa jadi ingin tahu, apa Steve mau bekerja sementara di R&H, sampai Grandpa yakin, bahwa dia memang bisa mengemban jabatan itu," lanjut Daniel.


"Tunggu sebentar!" Casey menahan Daniel. "Apa hanya itu saja yang Aaron bicarakan?"


"... Aaron sudah setuju dengan pembatalan pertunangan kalian," kata Daniel, terdengar ragu-ragu. "Katanya, itu adalah yang terbaik untukmu."


Casey terdiam untuk beberapa saat.


"Casey?" Daniel seolah-olah ingin memastikan, kalau Casey masih tersambung di panggilan telepon itu.


"Iya, Grandpa!" sahut Casey.


"Tanyakan kepada Steve, dan beritahukan kepastiannya nanti kepada Grandpa," ujar Daniel.


"Untuk sementara, hanya itu saja yang ingin Grandpa bicarakan. Karena Aaron masih berada di ruang keluarga," lanjut Daniel.


"Baik, grandpa! ... Bye!" ujar Casey.


"Bye, my dear!" sahut Daniel, lalu sambungan telepon itu kemudian terputus.


Sementara Casey menyimpan ponselnya kembali ke dalam tasnya, Steve kemudian bertanya, dengan berkata,


"Ada apa?"


"Aaron akan pindah ke kantor Hamilton grup, dan dia memintamu untuk menggantikannya di R&H," jawab Casey.