Memory Of Love

Memory Of Love
Chapter 1



Suasana ramai di pagi hari, di tambah suara klakson kendaraan membuat seorang laki laki mendengus.


Sudah 45 menit ia menunggu sampai kondisi jalan stabil, ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 07.30, yang artinya dia telat ke sekolah.


Tapi tidak ada tanda kekhawatiran terpampang di wajahnya.


Tak terasa 30 menit sudah berlalu, Kei akhirnya sampai di sekolahnya, SMA Taruna 2.


Dia memarkirkan motornya dan berjalan menyusuri lorong sekolah.


Suasana lorong itu sangat sepi , karena siswa dan siswi lainnya masih upacara.


"Kei Fernandez Wiliam!" Suara guru memanggilnya.


Cowok itu berbalik dan menghadap guru tersebut.


"Kenapa Bu? ibu kangen ya sama saya?" Ucapnya sambil merapikan jambulnya.


Guru tersebut menatapnya dengan tatapan melotot.


"Kenapa kamu baru datang? kamu tau sekarang jam berapa" Guru itu bertanya sambil melipat tangannya di dada.


Kei melihat jam di tangannya.


"Jam 8 Bu" Jawabnya dengan polos yang bikin guru itu semakin geram dengan tingkah laku muridnya itu.


"Sekarang kamu bersihkan toilet perempuan sampai bersih" Guru itu menunjuk toilet perempuan yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Kei kaget mendengar ucapan gurunya.


"Kenapa toilet perempuan Bu? kenapa bukan toilet laki laki?" Dia melemas badannya.


Dia tidak mau membersihkan toilet perempuan karena bukan mempercepat tugasnya, malah itu akan memperlambat tugasnya.


Perempuan di sana pasti akan buat dia kerepotan sehingga tugas yang seharusnya bisa selesai 15 menit doang, bisa menjadi 45 menit lamanya.


"Ibu tidak tau, pokoknya mau tidak mau kamu harus kerjain tugas kamu, kalo ibu liat kamu tidak kerja, akan ibu tambah hukumannya, sana cepat!"


Dengan terpaksa, Kei pun menuruti perintah gurunya.


Dia mengambil pel dan ember di gudang sekolah lalu berjalan ke arah toilet perempuan.


Dia makin risih karena upacara sudah selesai, dan pasti banyak yang mau ke kamar mandi.


Dan dugaannya benar, banyak cewek yang keluar masuk toilet.


Lalu seseorang menepuk pundak Kei.


"Hei Kei, telat lagi Lo?" sapa Celo.


Kei berbalik dan seketika wajahnya cerah saat melihat temannya.


"Eh kebetulan Cel, bantu gue dong" Kei menepuk pundak Celo.


Celo melotot, apalagi dia melihat Kei membawa ember dan pel.


"Jangan bilang Lo suruh gue untuk ngerjain hukuman lo? ogah gue" Dia tau persis sikap temannya kalo lagi di hukum, dia pasti di disuruh untuk ngerjain tugas Kei.


"Ck bukan, gue minta Lo jagain di depan toilet cewek, gue bersih bersih di dalam, oke?"


"mmmm..... apa imbalannya?" Celo menggaruk dagunya.


Kei mendengus, ia sudah duga temannya pasti minta imbalannya kalo di minta bantu.


"Gue traktir deh, mau gak?" Celo pun setuju.


Mereka pun berjalan ke arah toilet perempuan.


Saat Kei hendak masuk ke dalam, seorang cewek menghentikannya.


"Kei?" Cewek itu mastikan kalo.itu beneran Kei.


Kei pun berbalik dan mengangkat alisnya,


"Kenapa?" Melihat respon Kei, wajah cewek itu memerah.


"Lo kenapa di toilet cewek?" tanya cewek itu malu malu.


"Bukan urusan Lo, Lo mau ke toilet?"


"Iyalah Kei, emang kenapa?" alisnya bertaut, cewek itu bingung dengan pertanyaan Kei.


"Lo gak boleh masuk, gue mau selesain tugas, Celo bawa dia keluar" Celo pun menarik cewek itu keluar dan Kei pun menyuruh cewek yang ada di toilet keluar.


setelah semua cewek keluar, ia pun bisa mengerjakan hukumannya dalam waktu 10 menit.


Setelah selesai, mereka pun kembali ke kelas mereka, kelas XII IPA 2 dan mengikuti pelajaran.


Bunyi bel istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi keluar dari kelas masing masing.


Ada yang nongkrong, ada juga yang mengisi perut mereka di kantin, termasuk Kei.


Dia dan teman temannya ke kantin.


selama mereka jalan ke kantin, gak sedikit cewek cewek yang menatap Kei, apalagi Kei membuka 1 kancing bajunya yang kaus hitamnya terlihat yang membuat cewek cewek makin histeris.


Saat sampai di kantin, mereka langsung memesan.


Saat sedang menunggu, seorang cewek dan 2 temannya menghampiri Kei.


"Hai Kei" sapa cewek itu, tapi Kei cuek kepada cewek itu.


Cewek itu jadi kesal dan terus menganggunya.


Kei pun menjadi kesal.


"Kenapa sih, Sarah? ganggu gue melulu" Kei jadi jengkel dengan kelakuan Sarah.


Sarah pun tersenyum.


"Nah gitu dong respon kek dari tadi, gue sapa Lo cuek aja, gue boleh duduk di sini gak?" Kei langsing melotot.


Kei yang sudah kesal langsung berdiri dan meletakkan uang seratus ribu di atas meja, dia benar benar kehilangan selera makan.


"Tu bayar pakai uang gue, gue gak selera makan lagi" setelah mengatakan itu ia langsung pergi


"Lah? Ihhhhh.. kok gue di tinggalin sih" ucap Sarah sambil manyun, teman teman Kei tertawa melihat respon Kei terhadap Sarah.


"Aduh Sarah, Sarah masih belum nyerah juga ngejar Kei, udah 4 tahun Lo ngejar dia, udah nyerah aja" Ledek Celo yang di susul ketawa temannya.


Lalu Celo dan yang lainnya pergi meninggalkan Sarah dan temannya.


Salah satu teman Sarah menepuk pundaknya.


"Sabar Rah" Sarah hanya tersenyum miring.


"Mereka bisa saja tertawa, tapi liat aja gue bakal bikin Kei berlutut di depan gue" tekadnya.


Mereka pun pergi meninggalkan kantin dan pergi ke kelasnya.


"I'll love you for a thousand years" suara nyanyian cewek menghiasi ruangan itu.


Cewek itu mendengar lagu menggunakan headset nb sambil menggambar.


Cewek itu tidak sadar sedari tadi ada yang mengetuk pintu.


"Rea sayang" seorang wanita memanggil cewek itu dari luar kamarnya, dia mengetuk pintu lagi.


Karena mendengar suara, Rea melepas headsetnya dan membuka pintunya.


"Ya ampun Rea, kamu ngapain aja di dalam, sampai panggilan bunda gak kamu jawab?" wanita itu melipat tangannya di dada.


Rea hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Maaf Bun, kenapa bunda manggil Rea?"


"Ayah dan bunda harus beri tau kamu sesuatu, kita ke ruang tengah dulu" tanpa bertanya lebih dalam, Rea mengikuti bundanya ke ruang tengah.


Di sana ayahnya sudah menunggu.


Mereka pun duduk dan suasana mendadak hening, Rea pun memulai percakapannya.


"Jadi, apa yang ingin ayah sama bunda bilang dengan Rea?" Dia menatap ayah dan bunda secara bergantian.


Ayah Rea pun menegakkan posisi duduknya.


"Jadi gini Rea, kita kan baru pindah ke sini, dan posisi rumah kita jauh dengan sekolah lama kamu, jadi lebih baik kamu pindah ke sekolah yang dekat sini, tadi ayah udah keliling dan ada SMA yang dekat dengan rumah kita. Lagi pula ayah dan bunda bakal jarang di rumah, jadi kami takut kamu kenapa kenapa, kamu mau kan?" Ayah Rea menjelaskan pelan pelan.


Rea tampak diam saja, tidak ada raut kaget di wajahnya.


"Kalo Rea terserah ayah sama bunda aja" Jawaban Rea membuat orangtuanya bernapas lega.


"Ya udah Rea balik ke kamar dulu ya" Dia pun kembali ke kamarnya.


Saat di dalam kamarnya, hp Rea berdering.


Rea pun mengangkatnya.


"Halo Angel, kenapa? tumben nelpon?" Rea merebahkan tubuhnya di kasur.


"Gak ada apa apa sih, cuma pengen nelpon doang hehe" Rea mendengus, lalu dia teringat percakapannya dengan orang tuanya.


"Eh, gue mau beri tau Lo sesuatu"


"Apaan" Angel jadi penasaran.


Rea terkekeh.


"Yakin mau tau?"


"Ihhh.... cepetan ah, jangan sok misterius" Angel terdengar tidak sabar lagi.


"Oke oke, jadi.... gue akan pindah sekolah" kata kata Rea sukses membuat Angel membulatkan matanya.


"Serius Lo? Lo pindah ke SMA mana?"


"Nah itu dia, gue lupa nanya dengan orang tua gue, gue juga penasaran, semoga gue satu sekolah sama Lo" Rea tampak semangat.


Angel juga tampak bersemangat, mereka pun bertelponan hampir 1 jam lamanya, Rea melirik jam yang sudah menunjukan pukul 11 malam.


"Angel, udahan dulu ya malam ini, nanti nyokap gue marahin gue lagi"


"Ya udah, bye" Angel pun menutup telepon, begitu juga dengan Rea, dia pun meletakkan hpnya di meja samping kasurnya, lalu menarik selimutnya dan tertidur.


Sebuah motor terparkir di parkiran sekolah, seorang cowok turun dari motornya dan menatap kaca motornya sambil merapikan jambulnya.


Kei pun berjalan ke arah kelasnya, kemudian Celo datang dan menepuk bahunya.


"Eh, tumben lo gak telat, udah insyaf Lo" Kei hanya berdengus dan mereka berjalan ke arah kelasnya.


Sebuah mobil berhenti di depan pintu gerbang sekolah, seseorang membuka pintu dan keluar dari mobil tersebut.


Cewek dengan seragam SMA yang berlogo 'SMA Nusantara'.


Cewek itu adalah Rea.


Dia tampak gugup karena tak sedikit yang menatapnya dengan tatapan yang aneh, dia berusaha menetralkan rasa gugupnya dan berjalan ke dalam sekolah tersebut.


Dia melihat tulisan di gerbang sekolah tersebut 'SMA Taruna 2', Rea tampak sedikit kaget


"Loh ini kan SMA tempet Angel sekolah, gue Line dia aja" batinnya.


Dia pun mengeluarkan ponselnya dan menekan kontak Angel.


Di saat yang bersamaan dia menabrak seseorang, mereka berdua terjatuh.


"Hei kalo jalan tu hati hati" Kei memegangi kepalanya, lalu melihat cewek di depannya.


Begitu pula dengan Rea, mereka saling berpandang beberapa saat, seketika lamunan keduanya buyar saat salah seorang teman Kei berkata


"Rea?"