Memory Of Love

Memory Of Love
Part 10



Ketika Lionel menjauh dari Julie, dan kemudian menghampiri Casey, Julie yang masih tampak geram, terlihat masih ingin menerjang Casey di situ.


Namun kali ini, Oscar yang menghalangi gerakan Julie, dengan berdiri di depannya, dan menahan Julie, agar tidak bisa menghampiri Casey.


Oleh karena itu, Casey serta Lionel bisa berjalan menjauh dari sana, tanpa bisa disentuh lagi oleh Julie.


Julie hanya bisa berteriak dengan lantang, melontarkan kata-kata penghinaannya kepada Casey.


"Selera Aaron akan seorang wanita, sangat rendah," celetuk Lionel.


"Ugh?" Casey yang tidak mendengar dengan baik perkataan Lionel, hanya kebingungan karenanya.


"Selera Aaron sangat rendah. Wanita seperti itu, tidak layak untuk dijadikan kekasih. Karena hanya akan membuat malu saja," kata Lionel, yang menambahkan pernyataannya.


"Hmm ... Tapi Aaron mencintainya. Tidak mungkin kamu menyamakan seleramu dengannya, bukan?" sahut Casey, sambil tersenyum.


Lionel terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil mendengus kasar.


"Apa kamu masih ingin berkeliling? Atau mau kembali ke ruang kerjamu saja?" tanya Lionel.


"Aku rasa sudah cukup berkelilingnya. Aku ingin secangkir teh camomile," jawab Casey.


"Kalau kamu tidak ada pekerjaan, kamu bisa ikut minum teh bersamaku," lanjut Casey, sambil melangkah masuk ke dalam lift, yang pintunya sudah terbuka.


"Okay!" sahut Lionel.


***


Merasa kalau sementara ini tidak ada yang mendesak, yang perlu dia lakukan di ruang kerja komisaris utama, Casey kemudian ikut ke ruang kerja Lionel.


Sembari bersantai dengan berbaring di sofa, Casey membaca beberapa lembaran kertas, dari berkas umum perusahaan.


Sedangkan Lionel, mengerjakan sesuatu di komputernya, sambil sesekali bicara bersahut-sahutan dengan Casey, jika ada sesuatu Casey tanyakan.


Casey benar-benar tersentak, ketika pintu ruang kerja Lionel mendadak terbuka, dan Aaron berjalan dengan cepat menghampirinya.


"Apa sebenarnya yang kamu inginkan?" tanya Aaron, dengan raut wajah kesal.


Casey bergerak pelan menurunkan kakinya dari sofa, dan mengubah posisinya hingga terduduk.


"Kamu sedang membicarakan tentang hal apa?" Casey balik bertanya.


"Kamu mempermalukan Julie, bukan? Kenapa kamu hanya membuat kekacauan di kantor ini? Anak manja sepertimu, memang seharusnya hanya berada di rumah saja!" ujar Aaron, dengan suara meninggi.


Lagi-lagi, Lionel yang tampaknya benar-benar gerah, dengan semua tingkah Julie dan Aaron, tampak ingin membantah Aaron di situ.


Namun, sama seperti sebelumnya, Casey menyuruh Lionel untuk tenang, karena Casey yang lebih suka, jika dia sendiri yang menghadapi Aaron.


Casey kemudian berdiri berhadap-hadapan dengan Aaron, lalu menatap Aaron lekat-lekat


Casey tersenyum, lalu menyentuh dan memegang salah satu pipi Aaron, sambil sedikit mengelusnya dengan ibu jarinya, Casey kemudian berkata,


"Hmm ... Wajahmu sangat tampan. Tapi apa yang ada di matamu itu? Apakah itu adalah bokong Julie?"


Walaupun Aaron kemudian menepis tangan Casey dengan kasarnya, namun Casey hanya tertawa karenanya.


"Dasar wanita gila!" ujar Aaron, kemudian berlalu pergi dari ruang kerja Lionel itu.


"Hahaha!" Casey tertawa terbahak-bahak, setelah Aaron menghilang dari balik pintu.


"Casey! ... Apa kamu sungguh tidak apa-apa?" tanya Lionel yang justru terlihat cemas. "Baik Julie maupun Aaron, sedari tadi hanya mengusikmu."


"Aku tidak apa-apa. Aku justru tidak pernah merasa bersemangat sampai seperti ini," sahut Casey, sambil tersenyum lebar.


***


Sepulangnya dari kantor, Daniel belum kembali dari kantor Roberts grup, sehingga Casey menunggu kepulangan Daniel, dengan bersantai di dalam kamarnya.


Oscar Dale.


Tiba-tiba saja, manajer penelitian dan pengembangan di perusahaan R&D Corp itu, melintas di pikiran Casey.


Seingatnya, dia memiliki kenalan di universitas, dengan nama belakang yang sama, sehingga Casey terpikir, apakah mungkin Oscar ada hubungannya dengan orang itu.


Steve Dale.


Itu adalah nama dari kenalan Casey yang pada saat Casey masuk di universitas, Steve hampir menyelesaikan pascasarjananya, untuk mendapatkan gelar Doktor.


Casey sebenarnya memiliki kontak pribadi dari Steve, namun ponsel lamanya menghilang, karena kecelakaan yang terjadi padanya.


Dengan terburu-buru, Casey menyalakan laptop, dan mencari informasi tentang Steve.


Namun hasil pencariannya cukup mengecewakan, karena Steve ternyata tidak memiliki media sosial.


Seandainya saja Casey bisa menghubungi Steve, Casey berniat untuk mengajaknya, agar ikut dalam kepemimpinan perusahaan R&H Corp.


Selain karena Steve yang menurut Casey, akan lebih kompeten dalam menjadi pemimpin perusahaan, juga tentu akan jadi menarik, jika Casey bisa membuat jabatan Aaron, berada di bawah Steve.


"Miss!"


Casey segera pergi membuka pintu, setelah mendengar bunyi ketukan di pintu kamarnya, beserta dengan suara seseorang yang memanggil dari luar.


"Iya," sahut Casey, kepada salah satu asisten rumah tangganya, yang berdiri di balik pintu.


"Mister Roberts sudah pulang, dan menunggu Anda di bawah," kata asisten rumah tangga di rumah Casey itu.


"Ooh! ... Okay!" Casey kemudian segera keluar dari kamarnya, dan berjalan mengarah ke lantai bawah dari rumah itu.


Di ruang keluarga, Daniel terlihat sedang duduk di sana, sambil menikmati secangkir teh, dan membaca selembar koran.


"Hai, Grandpa!" sapa Casey, kemudian duduk di samping Daniel.


"Bagaimana di kantor hari ini?" tanya Daniel, sembari meletakkan koran ke atas meja dan merangkul Casey, yang kemudian bersandar di dadanya.


"Hmm ... Menyenangkan!" sahut Casey.


"Apa kamu tidak merasa lelah? Bagaimana dengan kepalamu? Apa tidak terasa sakit?" tanya Daniel lagi.


"Tidak, Grandpa ... Aku baik-baik saja," jawab Casey.


"Mister Loft menghubungi Grandpa tadi," kata Daniel.


"Katanya, kamu bisa mengikuti penjelasannya dengan baik. Dan dia ingin mempercepat proses serah terima jabatannya," lanjut Daniel.


"Hmm ... Lalu, apa tanggapan Grandpa?" tanya Casey.


"Rencananya, besok pagi, Grandpa akan mengadakan pertemuan di R&H Corp, untuk meresmikan penunjukkanmu sebagai komisaris utama," jawab Daniel.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Daniel.


"Tentu saja! ... Kalaupun masih ada yang kurang aku pahami, masih ada Grandpa yang bisa membantuku," jawab Casey.


"Casey...! Kamu tahu kalau bukan itu maksud pertanyaan Grandpa," ujar Daniel.


"Iya, iya, aku tahu ... Tapi selama dua hari ini, aku hampir tidak berhenti mempelajari perusahaan itu. Dan aku baik-baik saja, Grandpa....


...Justru, aku merasa kalau aku jadi jauh lebih baik, dibandingkan saat aku hanya menghabiskan waktuku di rumah sakit....


... Jika ada sesuatu yang aku rasa tidak beres dengan kepalaku, aku pasti akan segera memberitahu Grandpa," sahut Casey.


"Oh, iya! Grandpa! ... Selama aku memeriksa data perusahaan itu, aku merasa ada sedikit dari manajemennya yang bisa diubah, agar perusahaan itu bisa jadi lebih baik lagi....


... Tapi aku nanti akan memperbincangkannya dengan Grandpa, apa saja yang menurutku perlu dilakukan perubahan, jika aku sudah benar-benar merasa yakin," lanjut Casey.


Daniel mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Mister Loft juga sudah pernah mengatakan hal itu kepada Grandpa. Tapi Grandpa memang hanya mempercayakan semuanya kepada Aaron....


...Karena Aaron yang menjadi pencetus ide awal, dan keluarganya yang mendirikan perusahaan itu, sebelum akhirnya Roberts grup melakukan *akuisisi....


... Lagi pula, perusahaan itu selama ini masih berjalan dengan baik, dan kelihatannya jadi lebih berkembang lagi, saat Aaron menjabat jadi CEO," kata Daniel.


(*Akuisisi : Pengambilalihan sebagian atau keseluruhan sebuah kepemilikan, baik perusahaan maupun aset oleh salah satu perusahaan, yang ditetapkan dalam perjanjian dan kesepakatan sebelumnya)


"Dalam dua hari kamu mempelajari perusahaan itu, kamu sudah bisa terpikir akan hal itu? Kamu selalu bisa membuat Grandpa merasa bangga," lanjut Daniel, sambil mengusap-usap kepala Casey.


***


Makan malam kali ini, Casey tidak hanya bersama Daniel saja, melainkan juga ada Lionel, yang ikut makan malam di rumah keluarga Roberts itu.


"Apa kamu sudah mendapatkan pemberitahuan?" tanya Daniel, kepada Lionel, di sela-sela makan malam mereka itu.


Daniel merujuk pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, yang telah dia rencanakan, untuk meresmikan penunjukan Casey sebagai komisaris utama.


Dan Lionel tampaknya memahami akan apa yang sedang dibicarakan oleh Daniel, karena Lionel kemudian berkata,


"Sudah, Grandpa ... Tapi apa ada alasannya, hingga pertemuan itu dipercepat?"


"Mister Loft yang memintanya. Dia ingin bepergian ke luar negeri, untuk menemui anak dan cucunya," jawab Daniel.


"Grandpa baru ingat, kalau besok sore akan ada pesta perayaan untuk perusahaan xxx, yang baru saja berhasil di-akuisisi oleh Roberts grup. Apa kalian berdua mau pergi?" lanjut Daniel.


"Hmm ... Pestanya akan diadakan di mana, Grandpa?" tanya Casey.


"Triumph golf course and resort," jawab Daniel.