
Setelah Kei sampai dirumahnya,dia langsung berbaring dikasurnya.Dia teringat kejadian tadi
"naik ke punggung gue,Lo pasti gk kuat berdiri"
"Gk usah"Rea menolak
"Kenapa gue merasa Rea seperti cewek yang gue temui dimimpi gue"Sebuah memori pun melintas dipikiran kei
Kei berjalan ke sekolah yang cukup besar"SMP tunas bangsa"Dia pun berjalan mencari kelasnya.Lalu dia menabrak cewek,karena cewek itu tidak sigap,cewek itu pun terjatuh.Kei pun menatap cewek itu,begitu juga dengan cewek itu,dia menatap kei sinis
"Maaf,sini gue bantu"Dia mengulurkan tangannya,lalu disambut cewek itu.Setelah cewek itu berdiri,dia menatap kei dari atas sampai bawah,kei melihat cewek itu yang lagi menatapnya"kenapa Lo natap gue gitu?ganteng ya"Cewek itu langsung pergi,gk menghiraukan kata-kata kei.Kei lalu melihat cewek itu pergi.Dia kaget sekaligus heran dengan cewek itu"Wah dasar gk tau makasih tu cewek,udah gue tolong,dia malah gk ucap apa-apa,lalu gue ngomong,dia gk hiraukan gue.hemm....dasar cewek gk sopan.Tapi dia cantik juga sih"Tanpa berlama-lama Kei pun langsung melanjutkan mencari kelasnya
Kei berdecak sambil mengacak rambutnya.Tapi entah kenapa kei malah memikirkan Rea,mengingat wajah pemilik nama itu.Dia juga mengingat wajah seorang wanita di balik jendela saat dia didepan pintu pagar rumah Rea
"Apa cuma perasaan gue,kenapa wanita itu seperti gk asing bagi gue?ah gue salah liat kali,mungkin dia tetangga Rea,dia kan baru pindah,hhhh"Kei pun menutup matanya dan tertidur pulas
Paginya,kei keluar rumah dengan mengenakan training dan jaket,dia memasang sepatu dan pergi jogging,kebetulan rumahnya satu komplek dengan rumah Rea.Dia bisa liat Rea sedang menutup pintu pagarnya dan berlari,kei pun mengejarnya
"Hai Rea"Sapaan Kei yang tiba-tiba membuat Rea kaget dengan kedatangan kei,dia mengelus dadanya"Ngapain sih lo?bikin gue kaget aja"Dia pun meninggalkan kei,kei pun menyusulnya lagi
"Hei,kita jogging bareng yuk"Rea hanya diam aja,dan terus berlari.Kei menganggap itu sebagai iya.sepanjang jalan,dia mengoceh terus yang membuat Rea kesal,dia pun berhenti dan menghadap kei.Kei pun berhenti
"Lo kenapa sih?Gk disekolah,dirumah,pagi siang,malam, selalu ganggu gue,mau Lo apa sih?"Rea benar-benar kesal dengan kelakuan kei.Kei melihat sekitar sambil menggosok dagunya,seperti pose orang lagi berpikir.Lalu dia natap Rea
"Mau gue?Lo jadi pacar gue"Rea menautkan alisnya,dia berdengus keras"Gue kan udah bilang gue gk mau,gue gk suka dengan Lo"
Kei menatap Rea cukup dalam,Rea pun membalasnya dengan tatapan datar.Kei tidak menemukan binar-binar suka Rea kepadanya"Ternyata ni cewek beneran gk suka dengan gue"Kei pun memasukkan tangannya ke kantong celananya
"Apa alasan Lo gk suka dengan gue?apa karena gue playboy?"Rea mengalihkan pandangannya,tangannya melipat didadanya.Lalu melihat Kei lagi
"Tu lo tau alasannya.Nah sekarang Lo udah tau alasannya,jangan ganggu gue lagi"saat Rea hendak pergi,kei menahan tangannya.Suaranya tampak dingin,dan serius
"Jadi Lo denger rumor itu?ya...gue gk tau kenapa mereka bisa bilang gitu,tapi gue gk playboy,percaya sama gue"
"Tapi kata orang lo dulu playboy,dan gue yakin cowok playboy itu bakal selamanya jadi playboy"Kei menatap Rea lekat
"Lo percaya dengan rumor itu?itu belum tentu benar.Gue bisa buktiin kalo gue bukan seperti yang Lo pikirin,gue yakin Lo pasti bakal suka dengan gue"Rea semakin kesal dan menepis tangan kei di tangannya.Dia menatap kei dan langsung pergi,kei melihat punggung Rea yang semakin tidak terlihat.Dia menghela napas
"Gue juga bingung Re,kenapa orang-orang disekolah bisa sebut gue dulu playboy.Seingat gue,gue gk playboy,bahkan sahabat gue bilang kalo dulu gue playboy,tapi gue gk percaya dengan semua itu,gue akan buat Lo gk percaya dengan rumor itu"Karena keadaannya udah gini,dia pun pulang kerumahnya.
saat Rea hendak pergi,kei menahan tangannya
"Jadi Lo denger rumor itu?ya...gue gk tau kenapa mereka bisa bilang gitu,tapi gue gk playboy"
Rea menghela napas
"Kalo Lo emang bukan Playboy,Kenapa banyak cewek yang mengaku kalo mereka pacar Lo.Sebenarnya gue yakin Lo itu orang baik,tapi gue gk mau dekat-dekat apalagi suka dengan cowok playboy"Lalu dia mendengar suara ketukan pintu kamarnya
"Rea,bunda boleh masuk"Ternyata itu bunda rea
"Iya Bun,masuk saja"Bunda rea pun masuk dan menghampiri putrinya.Dia duduk disebelah Rea dan mengelus rambutnya
"kamu kenapa tadi pulang wajahnya kusut gitu?"
"Bukannya Rea biasanya gitu ya Bun"Kata rea sambil senyum tipis,bundanya terkekeh
"Tapi kenapa hari ini kamu gk seperti biasanya,kamu bahkan gk ucapin salam saat masuk rumah,kamu ada masalah?"Rea hanya menggeleng
"Gk kok Bun,Rea cuma....terlalu capek aja,makanya lupa tadi ucapin salam"Bunda Rea menghela napas
"Yaudah kalo kamu belum siapa cerita,gk papa.Tapi kalo kamu udah siap,bunda siap dengerin,ya?"Rea tersenyum sambil mengangguk.Bunda Rea berdiri dan berjalan keluar kamar Rea.Rea pun segera mandi
Setelah dia mandi,dia mendengar hpnya berdering,dia mendapat telepon dari orang tak dikenal
"Halo?"
"Halo Rea"Rea menautkan alisnya
"Lo siapa?Lo tau nama gue darimana?"
"Itu gk penting,gue mau bilang sesuatu sama Lo"Rea berdengus"Gk usah nelpon gue,sok misterius banget,paling cuma penipuan doang"saat Rea hendak menutupnya orang itu memotong
"Teman Lo ada ditangan gue sekarang,kalo Lo mau dia selamat Temui gue di jalan ***,kalo gk temen Lo akan jadi imbasnya"Orang itu langsung menutup telponnya.Rea pun mengeryit,dia pun langsung menuju lokasi.Bukannya dia percaya,tapi kalo nyangkut orang tedekatnya dia akan menurutinya
Dia berhenti didepan sebuah gedung tua diujung gang yang sempit dan gelap.Napasnya seketika tercekat,dia menelan ludahnya susah payah,dan berjalan dengan hati-hati.Ya... dia takut tempat gelap, dan sempit.Saat dia hendak masuk,tiba-tiba mulutnya dibekap dari belakang oleh seseorang,dia berusaha berteriak,tapi semuanya sia-sia.pandangannya pun buram dan semuanya menghitam