MeiMel

MeiMel
Nany itu apa? Apa itu Nany?



Happy Reading guys.


Bel istirahat berbunyi. Para murid berhamburan keluar dari kelas. Meira dan Dila, pergi masuk ke dalam Kelas XI IPS 1. Terlihat, Melvin tengah tidur dengan melipat ke dua tanganya di atas meja, sedangkan Aldo sedang bermain handphone.


"Melvin!" panggil Meira dengan wajah yang ceria.


Melvin melihat ke arah Meira dan langsung memalingkan wajah. 'Ck, nih anak ngapain ke sini,' batinnya kesal.


Meira menghampiri Melvin dan berdiri di depannya. "Kamu suka nggak sama bekalnya?"


"Kagak!" sahut Melvin tanpa melihat ke arah Meira.


"Bekalnya dikasih ke temen sebelah Mei," ucap Aldo memeberitau.


"Ihhh, kok gitu sih!" teriak Meira sambil menghentakkan ke dua kaki, membuat Melvin, Aldo dan Dila menutup ke dua telinga mereka.


"Busettt, tuh mulut bisa di rem kagak hah!" seru Melvin kesal.


Meira mendekat ke arah Melvin. Jarak di anrtara mereka kini sangatlah kecil. Hidung mereka, hampir bersentuhan. Mereka berdua saling menatap. Terlihat, Meira kesal dan memberikan tatapan tajam.


"Ambil bekal itu lagi dan makan!" ucap Meira penuh penekannan. "Kalau sampek aku tau, kamu nggak makan bekal itu... jangan harap kamu bebas dari aku!" ancamnya dan pergi meninggalkan tempat.


"Njir, dia kira gue takut!" seru Melvin. Setelah Meira dan Dila pergi meninggalkan tempat.


Terlihat di samping kanan Melvin, ada Siswa berkaca mata tengah memakan bekal yang diberikan Meira untuknya. Melvin menelan saliva, setiap Siswa itu melahap bekal Meira. Melihat Siswa itu, membuat Melvin lapar dan ingin mencobanya.


"Wahhh, enak bener makanannya Meira!" seru Siswa itu dan hendak melahap kembali. Namun, Melvin merampas bekal itu dan membawa ke mejanya.


Melvin duduk di bangku dan menatap tajam Siswa itu. "Apa lo lihat-lihat!"


Siswa itu menggelengkan kepala dan memalingkan wajah. Melvin melihat ke arah bekal itu dan mengambil sesuap nasi. Wajahnya berubah, ia melahap makanan itu dengan lahap. Bekal yang Meira buat, memiliki rasa yang sangat enak, hingga Melvin ingin menambah lagi.


'Sialan, gue makan dikit doang! Kalau tau seenak ini, udah gue makan dari tadi njir,' batin Melvin menyesal. Ia menutup bekal itu dan menaruh ke dalam paper bag.


"Lahap bener, enak ya Bro?" tanya Aldo menggoda, sambil nyengir.


Melvin melengos dan pergi meninggalkan tempat. Aldo tertawa kecil dan ikut pergi menyusul Melvin. Meira terlihat cekikian bersama Dila yang sedang tersenyum senang. Mereka berdua telah melihat Melvin dari balik jendela.


"Dil! Kamu lihatkan tadi, Melvin kelihatan lahap banget makan masakanku!" seru Meira senang.


Dila mengusap lembut puncak kepala Meira dan merangkulnya. "Iya, gue lihat, kalau udah jadian jangan lupa pjnya!"


Meira tersenyum dan berjalan bersama Dila ke arah Kelas XI IPS 4. "Duhh, lama itu. Kamu kan tau sendiri, Melvin tuh jaim sama aku, bakalan sulit!"


"Percaya aja sama gue, tuh anak pasti bakalan suka sama lo! Jangan nyerah oke!" ucap Dila menyemangati Meira.


Meira melihat ke arah Dila dan tersenyum ceria. "Oke, tapi percaya sama kamu tuh musyrik loh Dil!'


Dila menoleh dan menoel kening Meira, membuatnya mengaduh kesakitan. "Auah." Dila pergi meninggalkan Meira sendiri.


"Ihhh, kok aku ditinggal sih, Dil!" teriak Meira.


"Siapa suruh nyebelin!" sahut Dila. Meira pun menghampiri Dila dan mencubit pipinya dengan gemas. Dila tak terima dan membalas Meira dengan mengelitiki pinggang. Mereka berdua, terlihat saling dorong-dorongan dan tertawa bersama.


Hari mulai siang, arah jarum jam menunjukkan pukul 14.35. Bel pulang berbunyi dengan indah dan membuat para Murid tersenyum bahagia. Mereka berhamburan keluar dari Kelas dan pulang ke rumah masing-masing, ada juga yang menunggu jemputan. Meira dan Dila baru saja keluar dari kelas dan terkejut, karena ada Melvin serta Aldo.


"Anj*r, lo berdua ngapain di sini?" tanya Dila dengan perasaan yang kesal.


"Selow dong Mbk, lo berduakan juga pernah ngelakuin ini!" sahut Aldo dan Dila pun memalingkan wajah.


Meira mengusap-usap dada sambil beristighfar dan melihat ke arah Melvin yang tengah menatapnya. "Nany?"


Melvin menengok ke kanan dan ke kiri, mencari seseorang yang bernama Nani. Aldo yang mendengarnya juga, ikut mencari orang itu. Meira dan Dila tertawa melihat tingkah ke dua cowok itu. Apa mereka benar-benar tidak tau? Pikir Meira dan Dila.


"Hahahhaaa, sumpah lo berdua goblok apa kolot sih!" ucap Dila sambil tertawa.


Meira menutup mulut dengan tangan kanan sambil tertawa. "Aku nggak percaya, kalau mereka berdua pintar, hal sepele ini aja nggak tau, khikhihiii!"


Melvin dan Aldo kesal, karena ditertawakan oleh ke dua gadis di depannya. Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi. Meira dan Dila menghentikan tawa mereka dan mencegah ke dua lelaki tersebut.


"Ayolahhh, gini aja masa marah sih!" seru Meira.


"Kasih tau gih, Mei!" ucap Dila.


Meira mengangguk dan memberitau Melvin serta Aldo. "Nany itu artinya apa."


"Lo berdua jangan nanya! nany itu apa! Apa... itu nany, oke," ucap Dila menjelaskan.


"Ck, gue ngerti kalik!" seru Melvin.


Aldo menaikkan salah satu alis dan berpikir. 'Nany itu apa? Apa itu nany?' batinnya.


Dila melirik ke arah Aldo yang tengah kebingungan. "Mei, ada yang masih nggak ngerti tuh," ucapnya menunjuk Aldo dengan dagu.


Meira melihat ke arah Aldo dan tertawa kecil, "Khihihii, Aldo! Nany itu sama kayak what. Bedanya, kalau nany itu bahasa Jepang dan what itu bahasa Inggris." ia menjelaskan dengan jelas dan Aldo pun mengangguk paham.


Melvin menyenggol tangan Aldo dan mendekat ke arah telinganya. "Sialan lo Do! Bikin gue malu aja," bisiknya.


"Sorry, guekan bukan Wibu njir!" sahut Aldo.


"Apa hubungannya goblok!"


"Adalah, Wibukan..." ucap Aldo terhenti, karena Dila dan Meira menatap mereka dengan pandangan yang tak suka. Mereka pun menghentikan bisik-bisiknya.


Meira dan Dila saling melihat. Mereka berdua pergi ke arah parkiran, meninggalkan Melvin dan Aldo. Ke dua lelaki itu pun pergi menyusul Meira dan Dila.


Melvin berjalan di samping kiri Meira. "Gue mau ajak elo ke Mall, mau kagak?" tanyanya sedikit menundukkan kepala, ke arah Meira.


Meira terkejut dan menghentikan langkahnya. Dila pun ikut berhenti, namun di tarik oleh Aldo untuk pergi meninggalkan Meira dan Melvin berdua. Meira melihat ke arah Melvin. "Ka-kamu serius? Aku nggak salah dengerkan!"


Melvin menaikkan salah satu alis. "Kagak," sahutnya dengan wajah datar.


Meira meloncat kegirangan, sambil mengangkat ke dua tangan ke atas. "Yeyyyyyy!" ucapnya bahagia. Ia sangat senang sekali, saking senengnya, sampek merangkul salah satu tangan Melvin dan menariknya ke arah parkiran. Melvin tersentak kaget dan tersenyum kecil. Sesampainya di parkiran, mereka berdua naik ke atas montor dan pergi ke Mall.


..."Semua perjuangan, pasti membuahkan hasilnya. Walupun, secara pelan-pelan dan bertahap."...