
Malam hari tiba, Meira pergi ke halaman belakang. Ia duduk di ayunan yang berbentuk telur dan bermain handphone. Terlihat di sana ada pepohonan yang berada di sekiling dinding, kolam renang yang ada di tengah dan beberapa pot bunga.
Meira melihat ke arah handphonenya. "Kok tumben ya, Dila nggak nelpon, firasatku jadi nggak enak."
Tak lama Bik Tika datang membawakan susu coklat hangat. "Non Meira, ini susunya."
Meira melihat ke arah Bik Tika dan menerima susu itu. "Makasih Bik," ucapnya dengan wajah datar. Meira berusaha untuk tidak senyum kesiapa pun, kecuali Dila.
Bik Tika tersenyum dan berdiri tegak di samping Meira, sebari memegang nampan itu. Bik Tika melihat ke arah langit dan berkata, "Langit terlihat begitu gelap ya Non, untung saja masih ada bulan, walupun tidak ada bintang yang mendapinginya."
Meira yang sedang meminum susu, menghentikannya dan melihat ke arah Bibik. "Yang Bibik maksud siapa?"
Bik Tika menoleh dan tersenyum. "Non bulannya, dan bintang itu almarhum Nyonya Sinta," ucapnya, Meira mengangguk paham dan lanjut minum.
Vena datang menghampiri Bik Tika dan Meira. "Malam Bik! Malam Meira sayang!" sapanya dengan ceria.
Meira terkejut dan menyemburkan susu ke depan. "Byurrr."
Bik Tika langsung mengambil tisu di meja sana dan memberikan ke Meira. "Ini Non!" Meira mengelap mulutnya dan langsung pergi. Bik Tika melihat ke arah Vena, yang terlihat sedih. "Non Meira masih perlu waktu Nyonya. Non, anak yang baik, dia pasti bisa menerima anda."
Vena melohat ke arah Bik Tika sambil senyum. "Iya Bik, saya paham kok," sahutnya, "Bik Tika, apa Bibik udah lama mgerawat Meira? Kayaknya cuman Bibik, yang lebih akrap sama Meira."
Bik Tika tersenyum lembut dan menjawab, "Sudah sejak Non Meira SD, Nyonya! Tapi... ada Babysister yang menjaganya dari bayi. Non Meira dulu sangat sedih, waktu dia pergi."
Vena merasa bingung dan penasaran. "Apa kamu kenal?"
Bik Tika mengangguk. "Namanya Kiara, dia masih sangat muda, cantik dan tinggi. Ia diadopsi oleh keluarga Nyonya Sinta, tapi Non Meira dan Tuan Alex tidak tau."
Vena mengerutkan kening. "Kenapa disembunyiin?"
"Soal itu, saya kurang tau, Nyonya," sahut Bik Tika.
"Hmm, baiklah, makasih atas infonya," ucap Vena sambil tersenyum. Ia pergi meninggalkan tempat dan di susul oleh Bik Tika.
...🍁...
Hari demi hari telah berlalu. Meira dan Dila selalu saja diam. Mereka berdua sama sekali tidak keluar rumah ataupun sekolah, selama dua minggu. Mobil keluaran terbaru yang memiliki harga fantastis, telah berada di halaman Meira dan Dila. Hari ini mereka akan masuk dan mengejutkan satu Sekolah.
Meira turun dari tangga sambil memutar-mutar kunci di jari telunjuk. Alex dan Vena terkejut, melihat Meira. Para Pembantu yang melihat pun syok.
Meira tersenyum dan mendekat ke arah kedua Orang Tuanya. "Thanks atas mobilnya, sesuai perjanjian, aku akan sekolah sekarang!"
Alex terlihat begitu kesal dan marah, namun dihentikan oleh Vena. Ia menggegam tangan Alex dengan erat. "Sama-sama sayang, belajar yang bener ya!"
Meira merasa sedikit kesal. Ia ingin Alex marah, supaya bisa kabur dari rumah. Sayang sekali, Vena selalu saja ada di samping Alex dan meredakan emosinya. Meira pergi keluar dari rumah, sembari menghempaskan rambut panjang ke Vena dan Alex.
"Astaughfirullah, sabar sabar..." ucap Alex, meredakan emosinya. Meira semakin menjadi nakal dan tidak sopan. Alex benar-benar emosi.
Vena mengusap lembut punggung Alex. "Kamu harus tenangin diri, Mas!"
Alex menghela napas pelan. "Mau sampek kapan dibiarin? Mas nggak mau, Meira jadi anak yang kayak gitu!"
Alex terkejut dengan ucapan Vena. "Meira masih mau shalat?!"
Vena tersenyum dan mengangguk. "Bik Tika juga tau kok, Mas. Meira selalu marah dan ngambek itu ada alasannya, dia mau kabur ke kamar buat jalanin shalat. Lihat aja nanti malam, dia pasti buat ulah lagi, biar bisa sembunyi dan shalat!"
"Hmm, aku percaya kalau gitu," sahut Alex. "Aku langsung ke kantor sekarang ya, udah telat juga."
Vena mengangguk dan mencium punggung tangan Alex. "Hati-hati Mas!"
Alex mengangguk dan mencium kening Vena. "Ayah kerja dulu ya sayang," ucapnya sambil mengusap perut buncit Vena. "Assalammualaikum."
"Waalaikumsalam," sahut Vena. Alex pun pergi meninggalkan rumah dan Vena kembali ke dapur menemui Bibik.
...🍁...
Mobil mewah berwana ungu masuk ke halaman Sekolah. Para Murid yang berkumpul di sana, terpukau dan terkejut. Seorang gadis cantik dan tinggi keluar dari mobil itu. Terlihat rambut panjangnya berwana sedikit kecoklatan, make up di wajah, baju yang keluar dan jaket jens melingkar di pinggang. Gadis itu adalah Meira.
"Ehhh itu Meira kan?"
"Sumpah, cantik bener dia!"
"Tiap hari dandan, cantiknya enggak bosenin sama sekali!"
"Ya Allah, Bidadari gue!"
"Masyaallah, Bini gue makin cantik bener dah!"
"Udah lama nggak sekolah, sekalinya masuk langsung bikin heboh!"
Terdengar komentaran para Siswa Siswi. Meira hanya tersenyum kecil dan menyangklongkan tas. Meira pergi masuk ke dalam Sekolah, dengan cantik dan dingin. Terlihat di depan Meira ada seorang gadis, yang tak kalah cantik. Gadis itu memliki rambut panjang yang lurus dan berwana hitam, seragamnya pun tidak rapi dan masih menggunakan jaket kulit.
Siapa tuh, anak baru kalik ya? batin Meira bertanya-tanya. Ia berusaha untuj tidak peduli dan terus berjalan di belakang Gadis itu.
Gadis itu tiba-tiba berhenti, untuk membenarkan tali sepatu. Ia menyingkirkan sebagian rambut ke belakang dengan begitu cantiknya. Mata para anak cowok di sana tersihir, oleh kecantikan Gadis itu.
Meira mengerutkan kening, ia merasa tidak asing. Ia memiringkan kepala kebawah, melihat wajah Gadis itu. Ehhh, gue nggak salah lihatkan? Kayaknya mata gue mulai salah nih, udah lama nggak lihat orang, jadi rusak!
Sebuah benda kecil menggelinding ke arah Meira. Gantungan tas Gadis itu jatuh, Meira pun mengambilnya. Gadis itu memeringkan tubuh, melihat ke arah gantunga yang lepas. Ia berdiri tegak dan menghampiri Meira.
Meira membersihkan gantungan itu dan berdiri tegak. Mata mereka saling bertemu. "...."
...°°°°°...
...Hallo guys, apa kabar semuanya☺️👋...
...Maafkan aku jika ada typo dan salah dalam penulisan ya. Semoga kalian bisa menikmati ceritaku dan menyukainya. Ambillah pesan yang baik dari novel ini, jangan ambil negatifnya, oke👌...
Berikan like, komen, vote dan 🎁 kalian untuk novelku ini ya.
...See you guys😘💕💞...