Mba Kunti & Mas Koplak

Mba Kunti & Mas Koplak
TAMAT



Ketika Elisa sampai di sana, terlihat Ayahnya juga sangat panik melihat kondisi Ibunya sudah semakin kritis.


Elisa memeluk Ayahnya, mereka berdua sama-sama menitihkan air mata melihat Ratih yang sedang sekarat.


Bersamaan dengan itu diruang persalinan, Reno menggenggam erat tangan Elisa yang sedang berjuang melahirkan anaknya.


Keringat mengucur deras di dahi Elisa, pria itu mengelapnya dengan sabar, melihat perjuangan istrinya yang begitu keras, membuat bulir bening tidak terasa merembes luar dari pelupuk mata Reno.


"Sekali lagi Nona, tarik napas lalu keluarkan," ucap sang Dokter.


Huh ... Huh ....


Napas Elisa tampak tidak beraturan, Reno mengecup keningnya. "Kamu pasti bisa sayang," ucapnya lembut memberi semangat kepada sang Istri.


Arggghhh!


Elisa berteriak sekuat tenaga untuk melahirkan anaknya.


"Oa ... Oa ... Oa ...." terdengar suara tangisan bayi, menandakan jika Elisa berhasil.


Reno langsung tersenyum senang, ia tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih pada sang Istri sambil mengecup keningnya.


Bersamaan dengan terlahirnya anak pertama Reno, sang Ibu menghembuskan napas terakhirnya.


"Ibu ..." Raisa menangis sambil memeluk sang Ibu, Ayahnya juga sangat sedih melihat kepergian sang Istri.


Takdir memanglah sangat kejam, akan tetap baik kelahiran ataupun kematian sudah di atur yang Maha Kuasa, kita Manusia hanya bisa menerimanya saja.


Di satu sisi Reno sedang bahagia karena kelahiran anak pertamanya, di lain sisi ia juga mendapatkan kabar buruk.


Walaupun sang Ibu tidak pernah menganggapnya, akan tetapi sosok tersebut tetaplah orang yang telah melahirkannya di dunia ini.


Tubuh Ratih akan dibawa pulang untuk dimakamkan, Raisa bergegas menemui Reno dengan sedih, setidaknya ia ingin memberitahu sang Kakak kalau sang Ibu telah menghembuskan napas terakhir.


Saat Raisa datang di tempat persalinan, tampak Reno yang sedang sangat bahagia, keluarga Elisa mengucapkan selamat padanya karena telah menjadi seorang Ayah.


"Kak Reno, selamat atas kelahiran anaknya," ucap Raisa tiba-tiba.


Reno reflek menoleh ke arah Raisa, terlihat gadis itu menangis sambil tersenyum di hadapan Reno, walaupun sedih tapi gadis itu juga bahagia untuknya.


"Terima kasih Raisa, ngomong-ngomong kamu kenapa ada di sini?" tanya Reno memastikan.


Raisa ambruk di lantai, seketika semuanya terkejut, apa lagi gadis itu tiba-tiba menangis terisak.


"Hei, kamu kenapa?" tanya Reno menghampiri Raisa.


"Ibu Kak, Ibu ...."


Reno mengernyitkan dahi. "Kenapa dengan Ibu?" tanyanya memastikan.


"Ibu ... meninggal barusan, kami akan membawanya pulang ke rumah, maafkan Ibu Kak, selama ini Ibu mencari Kakak ingin meminta maaf padamu," ucap Raisa sambil menangis mengutarakan permintaan maaf Ibunya untuk Reno.


Reno tertegun, ia langsung terduduk lemas, tidak percaya jika sang Ibu sudah tidak ada, hati kecilnya sangat sedih, mulai timbul penyesalan didalam hati Reno karena waktu itu seharusnya dia berbicara baik-baik dengan sang Ibu.


Akan tetapi itu semua telah berlalu, sang Ibu sudah tidak ada lagi, tidak ada yang bisa ia lakukan selain mendoakannya.


...***...


Beberapa hari berlalu, Ratih sudah di makamkan. Elisa juga sudah dibawa pulang ke rumah.


Terlihat Reno yang sedang bermain dengan anaknya, pria itu sangat senang melihat putrinya yang dinamakan Rahayu Sanjaya itu ingin meraih tangannya.


"Sayang, kamu sudah tidak sedih lagi kan?" tanya Elisa lembut.


Reno tersenyum. "Tentu saja tidak, lagi pula Ibu selalu ada di sini, benarkan Bu?" tanyanya pada Arwah Ibunya yang ada di rumah Reno.


Ratih tersenyum simpul. "Sebelum Ibu pergi ke dunia lain, setidaknya sudah meminta maaf padamu dan melihat cucu Ibu, semoga kalian selalu hidup bahagia," ucap roh Ibu Reno.


"Kami pasti bahagia Kok Bu," jawab Reno dan Elisa sambil tersenyum.


Ratih Rahayu ikut tersenyum, karena Anak dan menantunya bisa melihat Roh, membuat kematiannya tidak ada penyesalan lagi.


Setidaknya selama empat puluh hari dia masih bisa bercengkrama dengan mereka, membuat bebannya sudah tidak ada lagi.


Reno juga sudah memaafkan sang Ibu, ia tahu kenapa sang Ibu dulu meninggalkannya dan sangat kejam padanya, itu semua ternyata karena sosok tersebut depresi karena Ayahnya meninggal saat dirinya di dalam kandungan, walaupun semua itu tidak bisa dibenarkan, tapi setidaknya wanita itu sudah mengakui kesalahannya.


Reno dan Keluarga kecilnya hidup bahagia bersama, apa lagi sekarang sudah ada buah hati yang tentunya akan membuat hidup Mba Kunti dan Mas Koplak akan selalu hangat.


Tamat ....