Mba Kunti & Mas Koplak

Mba Kunti & Mas Koplak
Kebenaran



Berbeda dengan Elisa yang terang-terangan mengatakan dirinya suka terhadap Reno. Pria itu dikamar nya masih bingung dengan perasaannya.


Reno kurang lebih sudah tahu apa itu rasa suka, tapi berhubung selama ini ia tidak berdekatan dengan seorang wanita, jadi ia masih menimbang-nimbang perasaannya.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa mungkin Mba Kunti benar-benar suka padaku? Dia cantik, kaya dan pintar, sementara aku hanyalah anak malang yang tidak memiliki siapa-siapa?" tanyanya kepada diri sendiri sambil menatap langit-langit kamar.


"Sialan, ditunggu Gombel dan aku malah kamu asik berfantasi sendiri di sini!" tegur Wowo yang masuk kedalam kamar Reno.


Reno menoleh menatap Wowo, ia tersenyum simpul. "Malas aku, masa harus menceritakan kisah hidupku pada semua hantu, memangnya aku pendongeng kalian?"


Wowo duduk disebelah Reno. "Kamu kenal gadis itu dimana memangnya?" tanya Wowo penasaran.


Reno beranjak dari berbaringnya, ia menyenderkan tubuhnya di ranjang beralaskan tikar itu.


"Kamu ingat waktu aku cerita tentang hantu wanita yang menemaniku?" tanya Reno.


Wowo berpikir sebentar kemudian menganggukan kepalanya.


"Nah, ternyata waktu itu dia bukan hantu, melainkan roh yang terlepas dari tubuhnya, pantas saja waktu itu dia tampangnya sangat cantik," lanjutnya.


Wowo mengernyitkan dahi. "Tunggu dulu, maksudmu dia hidup kembali gitu?"


Reno mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Emang bisa seperti itu, setahu aku roh yang sudah keluar dari tubuh manusia tidak akan bisa kembali lagi, dan juga perlahan mereka akan berubah seperti kami," ujar Wowo melanjutkan.


"Tidak juga, ada dimana kasus roh yang terlepas dari tubuh seseorang tapi mereka masih bisa kembali ke tubuhnya." Tiba-tiba Pak Sulaiman masuk ke kamar Reno dan berbicara.


Sontak saja Wowo dan Reno terkejut. Wowo membungkukkan badannya dan berdiri, sehingga Pak Sulaiman berganti duduk di ranjang Reno.


Reno bingung dengan pernyataan Pak Sulaiman, pasalnya ia belum tahu menahu betul masalah Roh penasaran.


"Maksud Pak Sulaiman bagaimana yah?" tanya Reno penasaran.


Pak Sulaiman tersenyum, kemudian menjelaskan. "Ada tiga tipe roh ketika keluar dari tubuh seseorang. Pertama mereka Roh yang di cabut oleh Malaikat, walaupun masih bisa berkeliaran tapi Roh-Roh tersebut dalam pengawasan Malaikat. Kedua, Roh yang keluar paksa sebelum dicabut malaikat, kejadiannya mereka biasanya menjadi tumbal pesugihan, dan mereka pasti akan menjadi Wowo dan yang lainnya. Dan yang terakhir, kasus seperti gadis yang kamu temui, biasanya ini sering terjadi kepada korban kecelakaan yang mengalami koma panjang, Roh mereka akan berkeliaran tanpa arah karena tidak mengingat masalalunya sama sekali, jadi sebenarnya mereka ingin pulang, hanya saja tidak tahu harus kemana karena ingatan mereka buram." (Note: ini hanya karangan author, jangan di ambil serius!)


Reno manggut-manggut mengerti, ternyata ada beberapa macam roh dikehidupan yang sedang dijalaninya tersebut.


Wowo tampak bingung, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sosok hitam legam tersebut tentu terusik dengan pernyataan kedua Pak Sulaiman kalau mereka hasil tumbal pesugihan dan semacamnya.


"Anu... tuan, apa benar saya tercipta karena tumbal pesugihan?" tanya Wowo sopan.


Pak Sulaiman tersenyum. "Kamu kelak akan tahu sendiri kebenarannya, aku jelaskan di sini juga percuma, karena hanya akan membuat kamu semakin penasaran, nikmatilah hidupmu yang sekarang."


"Ren, besok kita akan pergi ke hutan Kaliwungu, sudah saatnya kamu mewarisi semua yang aku punya." Lanjutnya, menepuk bahu Reno kemudian meninggalkan kamarnya begitu saja.


Reno tentu saja bingung, tiba-tiba pria sepuh itu mengajaknya ke hutan Kaliwungu, hutan dimana energi spiritual di sana sangatlah kuat. Namun, Reno hanya bisa menurut, ia sudah sangat percaya dengan pria sepuh tersebut.


Sementara Wowo bingung dengan ucapan Pak Sulaiman, Reno cukup paham dengan maksud orang yang sudah merawatnya itu.