Mba Kunti & Mas Koplak

Mba Kunti & Mas Koplak
Tuyul Gaje



Reno mengendarai motor bututnya untuk mencari makan sekaligus rumah Mba Kunti. Sayangnya Reno yang tidak memiliki ponsel lupa meminta alamat Mba Kunti, hasilnya ia hanya bisa berputar-putar kebingungan sebelum akhirnya mampir di sebuah warung pinggir jalan untuk makan terlebih dahulu.


"Bu, makan di sini, minumnya es teh tawar!" pinta Reno sambil duduk disebuah kursi.


"Oke, ditunggu yah Mas," sahut Ibu pemilik warung.


Reno menganggukkan kepalanya, ia duduk sambil menyapu pandangannya ke segala arah. Pemuda itu mengernyitkan dahi ketika melihat tuyul yang sedang akan mencuri uang dari warung tersebut.


Reno dengan sigap melemparkan jarum pengikat hingga menancap ditangan si tuyul.


"Aduh!" pekik si tuyul ketika jarum yang Reno lemparkan menancap di tangannya.


Tuyul itu mencoba mencabut jarum tersebut, tapi ia tidak bisa melepaskannya, karena benang energi spiritual juga sudah mengikat tangannya.


Si Tuyul semakin merasakan kesakitan ketika benang tersebut mulai merambat ke tubuhnya, ia mencari sosok yang melemparkan jarum tersebut.


Reno sengaja diam dan hanya tersenyum melihat sosok tersebut yang tampak sudah mulai kebingungan.


Tuyul mulai panik, akhirnya ia menemukan kalau benang energi spiritual tersebut berasal dari Reno. Sosok tersebut pun langsung menghampiri Reno.


"Tuan, tolong lepaskan aku," ucapnya memohon.


Reno yang sedang menerima pesanannya, ia tidak menggubris perkataan Tuyul. Pemuda itu langsung melahap makanan yang di pesannya tanpa perduli sama sekali dengan si Tuyul.


"Tuan, aku mohon lepaskan ini, tubuhku terasa panas," ucapnya lagi sambil menarik-narik baju Reno.


Reno masih pura-pura tidak mendengar dan melihatnya. Tuyul itu semakin panik saat benang energi spiritual terus merayap ke tubuhnya.


"Tuan aku mohon, aku berjanji akan membatalkan kontrak dengan manusia dan kembali ke alam Jin!" suaranya meninggi.


Reno tersenyum simpul. "Lakukanlah," jawabnya singkat lalu mencabut jarum ditangan si Tuyul.


Tuyul itu menyeringai. "Dasar manusia bodoh! Makan itu janji, hehehe...."


Si Tuyul akan melarikan diri, tapi Reno membiarkannya begitu saja.


Beberapa saat kemudian ketika makanan Reno akan habis, si Tuyul kembali sambil menangis terisak.


"Ini bayarnya," Reno mengeluarkan uang untuk membayar kemudian pergi dari sana meninggalkan Tuyul yang sedang menangis.


"Tuan, maafkan aku...." mohonnya sambil terisak, mengikuti Reno.


Reno tidak perduli sama sekali, ia sengaja memberikan pelajaran ke sosok tersebut agar tidak semena-mena lagi.


Pemuda itu naik ke motornya, sementara si Tuyul menarik-narik bajunya sambil menangis tersedu-sedu.


"Ketangkap kau akhirnya!" teriak seorang wanita tiba-tiba dan langsung menyegel di Tuyul dan memasukkannya kedalam botol.


Reno menoleh, matanya berbinar ketika melihat sosok yang di carinya. "Mba Kunti!" serunya seraya turun dari motor dan langsung memeluk wanita itu.


"Reno, kamu juga ada di sini?!" Elisa balas memeluk Reno.


"Aku mencari rumah Mba Kunti daritadi," ucap Pria itu sambil melepaskan pelukannya.


Elisa menghela napas berat. "Makanya lain kali sebelum pergi, berikan nomor ponsel kamu dulu, napa?"


"Hehehe... aku tidak punya ponsel Mba Kunti, lagi pula aku tidak bisa mainan kaya gitu, Mba Kunti tahu sendiri aku masih belajar membaca," jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Seriusan kamu tidak punya ponsel?" tanya Elisa memastikan.


Reno menganggukkan kepalanya lirih.


"Ya sudah, sekarang kita mencari ponsel untuk kamu, nanti aku ajarin caranya. Kamu ke sini naik apa?" tanya Elisa lagi.


"Ini...." Reno menepuk jok motor bututnya.


Elisa tersenyum simpul. "Kalau begitu ayo cari konter ponsel sekarang!" ajaknya lembut.


Reno hanya bisa mengangguk patuh, lagi pula ia juga ingin ngobrol dengan wanita tersebut. Mereka pun berboncengan mencari konter terdekat.


Elisa memeluk erat Reno dari belakang ketika motor sudah jalan sambil tersenyum dan menyenderkan kepalanya di punggung pria itu.


Jantung Reno berdegup dengan kencang, ternyata ia benar-benar sudah jatuh hati dengan mantan sosok hantu yang menemaninya dulu.