Mba Kunti & Mas Koplak

Mba Kunti & Mas Koplak
Bertemu Kenalan



Hari semakin sore, mereka berdua pergi jalan-jalan dipusat perbelanjaan kota Bros setelah membeli ponsel untuk Reno.


Elisa mengajak Reno pergi beli pakaian juga, mengingat baju Reno semuanya sudah kuno, bagaimana tidak kuno, baju pria itu warisan dari Pak Sulaeman.


Reno layaknya boneka saja, ia sangat menurut dengan Elis, apa pun yang Elisa katakan pasti menurutnya. Penampilannya sekarang sudah seperti pemuda modern, tas bututnya juga sudah diganti dengan tas baru.


Mereka pun akhirnya beristirahat ditempat stan makanan berada setelah berkeliling membeli semua keperluan Reno.


"Mba Kunti, berapa harga semuanya, biar aku ganti," ucap Reno sambil mengambil uang di tasnya.


"Kamu ini apaan sih, tidak perlu kamu ganti, itu semua buat kamu," jawab wanita itu santai sambil meminum Boba pesanannya.


"Tapi Mba, ini banyak sekali...."


"Kalau kamu tidak mau menerimanya, aku tidak mau bertemu lagi denganmu," ancam Elisa sebelum Reno selesai bicara.


"Lah, kok gitu sih?" balasnya tidak berdaya.


Mba Kunti tersenyum simpul. "Makanya terima saja, tidak usah banyak omong."


Reno menghela napas, ia menganggukkan kepalanya, terpaksa menerima pemberian wanita itu.


Elisa menatap wajah polos Reno, ia tersenyum-senyum sendiri karena teringat dulu ketika menjadi hantu pria itu juga memasang ekspresi yang sama saat digodanya.


Wanita itu terlihat sangat senang karena bisa bersama dan jalan bareng dengan Reno yang sudah tidak keterbelakangan mental lagi.


"Kak Elisa!" tiba-tiba suara seorang wanita menginterupsi mereka berdua.


Elisa dan Reno menoleh ke arah datangnya suara. Terlihat seorang wanita bersama bencong menghampiri mereka berdua.


"Meysia! Astaga... sudah lama kita tidak bertemu, kamu semakin cantik saja," puji Elisa .


"Kak Elisa juga semakin cantik, dan ini semakin berkembang besar...."


"Eh... ini tempat umum Mey!" tegur Elisa ketika Meysia memegang gunung kembarnya.


"Hehehe... habisnya punya Kakak cepat sekali tumbuhnya, lah aku segini saja," ucap wanita pongah.


Elisa dan Meysia sontak saja menoleh ke arah Erwin, mereka berdua mengerutkan keningnya saat melihat Erwin yang sedang bersungut-sungut marah.


"Meysia yang melihat Reno duduk dengan Elisa, ia bertanya-tanya ada hubungan apa dengan mereka berdua.


"Kak Elisa kenal Reno?" tanya Meysia memastikan.


"Loh, kamu juga kenal Reno?" Elisa malah balik bertanya.


Elisa menatap Reno menyelidik dengan tatapan tajam. Membuat pria itu merasakan sinyal bahaya.


Reno menghela napas. "Aku ngontrak ditempatnya, kalau orang aneh ini aku tidak tahu kenapa dia bisa kepedean banget, cantik kagak bikin jijik iya!"


"Eh... kamu berani yah berkata kasar dengan wanita secantik eke, awas saja kau pasti akan tergila-gila dengan eke!" ujar Erwin penuh percaya diri.


"Idih amit-amit... daripada memilih kamu, lebih baik aku dengannya saja, sudah jelas wanita tulen!" tunjuk Reno ke arah Elisa.


Elisa terkesiap dengan perkataan Reno, wajahnya seketika memerah, walaupun hanya ungkapan biasa saja, itu sudah cukup membuatnya tersipu.


Meysia yang melihat hal itu menyadari kalau Kakaknya sudah jatuh cinta dengan Reno, membuat wanita itu hanya tersenyum getir.


"Erwin sudahlah... jangan membuat masalah, Kak Elisa sudah makan?" tanya Meysia perhatian.


"Baru juga memesan, sebentar lagi mungkin datang, kamu pesan saja kita makan bersama," jawab Elisa sambil tersenyum.


Meysia menganggukkan kepalanya, ia pun lekas memesan makanan kemudian duduk bersama dengan mereka.


Meysia merupakan kerabat jauh keluarga Sanjaya, bisa dikatakan Ayah Elisa dan Meysia masih kakak adik, karena orang tua Ayah dan Ibu mereka kakak adik.


Ibu Meysia menikah dengan orang keturunan Chinese, karena itulah wanita itu terlihat seperti keturunan Chinese juga.


Sebelum Elisa mengalami kecelakaan, mereka berdua sering bertemu, akan tetapi setelah kejadian tersebut, hubungan keduanya sedikit merenggang, karena Elisa sudah tidak pernah berangkat lagi ke Universitas. Namun, keduanya tidak pernah bermusuhan sama sekali sehingga masih akrab seperti yang sedang terjadi sekarang.


"Reno pacar Kak Elisa?" tanya Meysia memastikan.