Mba Kunti & Mas Koplak

Mba Kunti & Mas Koplak
Terbukanya Portal Gaib



Momon dan para saudaranya menyerang pasukan Hantu tersebut, para Hantu saling bentrok satu sama lain.


Di saat itu juga kekuatan sejati Momon keluar, ia berubah menjadi hantu besar dengan puluhan tangan dibelakangnya yang bisa memanjang ataupun memendek, walaupun wajahnya tetap sama tidak memiliki muka sama sekali.


Sontak saja Reno terkejut dengan perubahan wujud tersebut, ternyata itu semua karena energi Spiritual Elisa yang meluap begitu besar, sehingga Momon yang secara tidak langsung memiliki ikatan dengan wanita itu menunjukkan bentuk aslinya.


"Reno bodoh! Kenapa kamu tinggalin aku begitu saja," ucap wanita itu sambil memeluk suaminya itu dengan erat.


Reno tersadar dari keterkejutannya ketika Elisa memeluknya, pria itu balas memeluk Istrinya. "Maaf, aku hanya tidak ingin kamu terluka" jawabnya pelan.


"Kamu pikir aku mau melihat kamu terluka, bodoh!" ucap Elisa lagi.


Reno menghela napas panjang, ia merasakan kesedihan Elisa, pria itu kini sadar kalau tindakannya telah salah, walaupun Elisa sempat menyembunyikan sesuatu kepadanya, tapi wanita itu tidak berbohong kalau mencintainya.


"Anu... Tuan...." Wowo menegur.


Reno mendongak menatap bawahannya yang sedang bertarung dengan para Hantu bersama dengan Momon dan yang lainnya.


"Ada apa Wowo?" tanya Pria itu.


"Bermesraannya bisa nanti dulu tidak? Sebelum Jin pemakan Jiwa memanggil para bawahannya dari alam gaib," jawab Wowo langsung.


"Eh... kamu benar," ucap Reno tersadar.


"Elisa, aku harus menghentikan Iblis pemakan jiwa terlebih dahulu," sambung pria itu kepada istrinya.


"Aku ikut!" Elisa mendongak menatap suaminya.


Reno menghela napas, ia menganggukkan kepalanya. "Ayo kalau begitu, kita harus cepat," ajak pria itu.


Elisa menganggukkan kepalanya, ia melepaskan pelukannya lalu pergi dari sana bersama dengan Reno.


Wanita itu mengalirkan energi sihirnya ke tangan, memanggil tombak yang di lemparkannya, tombak tersebut bergerak dan terbang ke arahnya.


"Aku baru melihat tombak itu, darimana kamu mendapatkannya?" tanya Reno sambil berlari ke atap gedung bersama Elisa.


Elisa tersenyum. "Aku sengaja tidak pernah menggunakannya, karena selama ini percaya dengan kamu dan Pak Sunardi," jawabnya enteng.


Reno menghela napas, ternyata banyak yang belum ia ketahui tentang Istrinya, pria itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku janji, setelah masalah ini selesai, aku akan ceritakan semua tentang diriku tanpa ada yang akan aku tutupi lagi," ucap wanita yakin.


Reno menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Mereka berdua sampai di atap, dimana Jin pemakan jiwa yang merasuki tubuh Raka sedang membuat portal gaib.


Reno mengeluarkan Ifrit sesegera mungkin. "Ifrit keluarlah!" seru pria itu ketika keris Api tempat bersemayam Ifrit sudah muncul ditangannya.


Keris api mengeluarkan gumpalan Api kemudian membentuk tubuh Ifrit.


"Salam tuan," ucap sosok tersebut ketika muncul.


"Ifrit, bakar dia sampai habis!" seru Reno kepada Pria yang sedang membelakanginya membuat sebuah portal gaib.


"Baik tuan!" jawab Ifrit langsung.


Elisa yang melihat sosok tidak asing tersebut walaupun dari belakang, ia tertegun ditempatnya.


"Reno tunggu, itu Raka!" seru Elisa.


Reno mengernyitkan dahi, ia menoleh menatap Elisa yang tampak khawatir dengan Raka, pria tersebut kembali merasakan rasa sakit.


Wajah Elisa yang menunjukkan perhatian kepada Raka, membuatnya ingat kejadian saat mereka mengobrol bersama.


Reno mengepalkan tangannya, Ifrit sudah menyiapkan api besar untuk membakar sosok tersebut.


"Ifrit hentikan!" perintah Reno lagi.


"Raka, hentikan semua ini!" teriak Elisa kepada mantan kekasihnya tersebut.


Sosok tersebut langsung menoleh, ia yang tadinya sedang fokus membuat portal gaib merasa terganggu dengan teriakan Elisa.


"Pengganggu!" serunya sambil melesat ke arah Elisa untuk melahap jiwanya.


Reno melihat hal tersebut. "Awas Elisa!" serunya sambil mendorong Elisa.


Elisa tersungkur di atap, sementara Reno berhasil ditangkap sosok tersebut.


Raka langsung berusaha menyerap Jiwa Reno, pria yang sudah menjadi suami Elisa tersebut berusaha melepaskan diri, akan tetapi tenaga Raka yang di rasuki Jin pemakan Jiwa sangatlah kuat.


Arghh!


Perlahan Jiwa Reno terhisap masuk kedalam tubuh Raka. Ifrit yang melihat hal tersebut bingung akan berbuat apa, pasalnya jika ia membakar Raka tuannya juga akan ikut terbakar.


Elisa yang terjatuh berdiri kembali, ia melihat Reno yang jiwanya sedang terhisap oleh Jin pemakan jiwa.


"I-Frit ba-kar kami!" perintah Reno di sela-sela jiwanya yang sudah semakin terhisap.


Tubuh Reno mulai pucat, kesadarannya mulai berangsur-angsur menghilang.


Ifrit benar-benar tidak tahu harus mengambil keputusan seperti apa, sosok tersebut ragu-ragu untuk membakar Raka dan Reno sekaligus.


Elisa yang melihat hal itu, ia menitihkan air matanya, tombaknya yang terjatuh ia pegang kembali. "Maafkan aku Raka...."


Haaa!


Elisa berlari dan menancapkan tombak ke punggung Raka, seketika sosok tersebut langsung melepaskan Reno karena punggungnya terasa panas.


Argh!


Raka berteriak histeris, bersamaan dengan itu Ifrit langsung membakarnya tanpa menunggu lagi.


Sementara itu Reno ambruk ke lantai dengan tubuh yang sudah pucat, karena hampir saja seluruh jiwanya terserap oleh Iblis pemakan Jiwa.


Raka hangus terbakar oleh Api Ifrit, akan tetapi sosok yang merasukinya berhasil keluar, ia melanjutkan membuat portal gaib, tanpa di sadari Elisa dan Ifrit yang khawatir dengan Reno.


"Sayang, maafkan aku karena sempat ragu," Elisa memangku Reno di pahanya sambil memeluk kepala suaminya tersebut.


Reno hanya menyunggingkan senyum, ia menggelengkan kepalanya pelan, menandakan kalau pria itu tidak marah dengan Istrinya sama sekali.


Swuzzz


Blarrr


Tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup besar, sebuah portal Gaib muncul di atas gedung tersebut.


Elisa dan Ifrit langsung menoleh ke arah portal gaib tersebut, mereka semua terkesiap ketika melihat sebuah cahaya berwarna biru gelap mengeluarkan banyak roh yang berterbangan keluar dari portal gaib.


Roh-Roh tersebut mencari inang mereka, yang tidak lain orang-orang yang sudah di serap Jiwanya.


"Hahahaha... bangkitlah anak-anakku, kita kuasai dunia manusia ini!" seru sosok tersebut yang kini besarnya sudah setara dengan Ifrit.


Roh-Roh yang keluar dari portal gaib masuk kedalam tubuh orang-orang yang bergeletakan di sepanjang jalan, mereka semua bangkit dengan dirasuki roh-roh bawahan Jin pemakan Jiwa.


Terlihat mata mereka hanya putihnya saja, urat-urat dalam tubuh mereka menonjol keluar.


Kini tempat tersebut dipenuhi dengan orang-orang kerasukan, mereka semua berteriak-teriak mencari korbannya.


Elisa hanya bisa meratapi kesalahannya, karena sempat ragu membunuh Raka sejak awal, padahal jika tadi dia tidak menghentikan Reno, kemungkinan portal Gaib tercipta akan sangat sedikit.


Kondisi Reno juga masih lemah, mengingat pria tersebut hampir saja kehilangan jiwanya. Namun, Reno berusaha untuk berdiri, karena pria itu tahu tidak ada waktu baginya untuk tetap diam.