
Sosok Wanita yang sedang mengintai rumah Elisa tersebut tampak mencondongkan kepalanya kedalam gerbang sambil melihat-lihat ke dalam rumah.
Wowo memastikan wajah wanita tersebut, setelah yakin kalau wanita itu merupakan orang yang sama ketika ia melihatnya dua hari yang lalu, jin hitam legam tersebut segera menghilang dari sana untuk memberikan laporan kepada Reno.
Hanya dalam sekejap mata Wowo sudah sampai didalam kamar tuannya kembali, terlihat Reno baru selesai menghabiskan semangkuk bubur buatan Elisa.
"Tuan itu orangnya!" seru Wowo seketika membuat Reno yang sedang minum tersedak.
Uhuk... Uhuk....
"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Elisa sambil mengusap-usap punggung Reno.
"Kau ini ada apa sih Wowo!" sambung Elisa membentak Wowo.
"Eh... anu Nyonya, ada orang mencurigakan didepan," jawab jin tersebut sambil menundukkan kepalanya.
Reno menghela napas. "Lain kali lihat kalau mau memberikan laporan, jangan asal ceplos saja," tegurnya pada Wowo.
"Maaf tuan," jawab Wowo tidak berdaya.
Reno berusaha untuk berdiri, Elisa segera membantu memapah suaminya itu. Ia melihat dari jendela kamarnya bersama dengan sang istri.
Tidak terlihat jelas, karena pandangan mereka sedikit terhalang oleh dinding depan rumah, membuat Reno semakin penasaran.
"Kamu tunggu di sini saja, aku akan memfotonya untuk kamu, sambil bertanya mau apa dia," ucap Elisa perhatian, karena tahu suaminya itu sangat penasaran.
Reno menganggukkan kepalanya, pria itu dibawa kembali ke ranjang, baru setelah itu Elisa membawa ponselnya dan turun kebawah untuk melihat wanita tersebut.
Wanita yang sudah menjadi Istri sah Reno bergegas turun ke bawah, ketika ia sampai didepan rumah. Soleh sedang mengusir wanita tersebut.
"Ada apa Pak Soleh?!" tanya Elisa menghampiri sambil mencuri momen mengambil foto wanita yang di usir Soleh.
"Ini Nona, dari kemarin nih orang tidak jelas, sudah saya usir masih saja datang kemari," jawabnya sopan.
Elisa menatap wanita itu, ia kemudian bertanya. "Ibu siapa yah, ada keperluan apa ke rumah saya?" cecarnya kepada wanita tersebut.
"Emm... itu... apa benar Reno tinggal di sini?" wanita itu balik bertanya.
Elisa jelas saja bingung, karena wanita paruh baya itu kenal dengan Reno, terlihat tatapannya juga sayu dan seperti sedih.
Wanita yang sudah menjadi Istri Reno tersebut tentu tidak mengatakan langsung tentang suaminya, karena takutnya wanita itu seorang penipu.
"Reno siapa yah?" Elisa pura-pura tidak tahu.
Tampak wanita paruh baya tersebut berjalan gontai, sangat jelas wajah kecewanya ketika ia mengira salah rumah.
Soleh bingung kenapa Elisa berbohong kepada wanita paruh baya tersebut, padahal jelas-jelas kalau Reno tinggal di sana.
"Non, kenapa anda berbohong?" tanya Soleh penasaran.
Elisa menghela napas. "Di jaman sekarang banyak penipu, jangan sampai Pak Soleh percaya begitu saja dengan orang asing," jawabnya seraya meninggalkan satpamnya yang sedang tertegun.
Soleh mengangguk mengerti maksud perkataan Elisa, pria tonggos itu menghela napas lalu kembali ke pos penjagaan.
Sementara itu Elisa kembali masuk kedalam rumah untuk memberitahu Reno siapa yang datang.
"Kamu kenal wanita itu sayang?" tanya Reno langsung ketika Elisa masuk kedalam kamar.
Elisa menggelengkan kepalanya sambil menghampiri Reno. "Aku tidak mengenalnya, tapi aneh dia tahu nama kamu," jawabnya lembut.
"Tahu namaku, maksud kamu?" tanya Reno penasaran.
"Iya, waktu aku bertanya, dia tanya kamu tinggal di sini atau tidak, aku pura-pura gak kenal kamu, karena takut dia penipu," jawabnya yakin.
"Kok bisa seperti itu," Reno terlihat berpikir sebentar.
"Oh iya, ini fotonya," Elisa menyerahkan ponselnya kepada Reno.
Reno mengambil ponsel tersebut, ia menatap lekat-lekat foto dalam ponsel istrinya tersebut, mata pria itu membelalak lebar ketika melihat foto tersebut.
"Sayang kamu mengenalnya?" tanya Elisa yang melihat Reno seperti terkejut.
Reno mendongak menatap sang Istri, pria itu menghela napas berat sebelum akhirnya buka suara.
"Dia Ibuku," jawabnya lemah.
"Apa!" Elisa menutup mulutnya terkejut.
"Ka-Kamu yakin sayang?" lanjut Elisa.
Reno menganggukkan kepalanya, walaupun ia hanya melihat ketika saat masih kecil, tapi pria itu sangat yakin kalau wanita tersebut Ibunya, ia tidak akan pernah melupakan orang yang telah menelantarkan dirinya selama ini.
"Biar aku cari dia, maaf sayang aku tidak tahu," Elisa beranjak dari duduknya, untuk mengejar wanita paruh baya tersebut.
Reno mencekal lengan Elisa, ia menggelengkan kepalanya agar Istrinya tersebut tidak perlu mencari sosok tersebut.