Mba Kunti & Mas Koplak

Mba Kunti & Mas Koplak
Serangan



Keduanya masih senang mengitari wisata Mangrove, apa lagi Elisa yang sangat berbunga-bunga karena Reno telah menyetujui rencana pernikahan mereka.


Karena terlarut dalam kesenangan, mereka tidak tahu kalau ada beberapa orang yang sedang mengawasinya.


Orang-orang tersebut kelompok berjubah hitam yang di pimpin oleh wanita paruh baya yang mengincar Elisa.


Mereka menyamar sebagai wisatawan pada umumnya agar tidak diketahui oleh Reno dan mengawasinya sedikit jauh dari keduanya.


"Kita lakukan sekarang saja," ucap salah satu dari mereka.


"Nanti saja bodoh, tempat ini masih ada beberapa orang!" tegur yang lainnya.


"Benar, kita tunggu mereka masuk lebih dalam lagi," timpal salah satu orang lainnya lagi.


Mereka terus mengikuti Reno dan Elisa, karena menggunakan sebuah jimat penangkal agar energi spiritualnya tidak keluar, Reno benar-benar tidak menyadari kehadiran mereka, padahal Wowo juga berada didekat mereka.


"Ren, sepertinya ada yang aneh dengan ketiga orang itu, mereka daritadi mengikuti kita," ucap Elisa yakin.


"Aku juga daritadi melihatnya, tapi mereka tidak memiliki energi spiritual yang kuat," jawab Reno lirih.


"Apa kita pulang saja?" tanya Elisa mulai resah dengan kehadiran tiga orang tersebut.


"Terserah Mba Kunti saja, kalau mau pulang ya ayok," jawab Reno sambil tersenyum simpul.


Elisa tersenyum kecut, karena Reno terlalu menurut padanya. Wanita itu merangkul lengan prianya itu sambil mengajaknya pulang. Namun, ketika mereka mau berjalan keluar dari dalam wisata tersebut, ketiga orang yang di curigai langsung menahan mereka.


"Mau kemana kalian!" tegur salah satu orang tersebut.


"Siapa kalian!?" Reno menghardik mereka sambil menyuruh Elisa berdiri dibelakangnya.


"Jangan sok menjadi pahlawan kau! Lebih baik serahkan gadis itu dan kamu boleh pergi dari sini!" salah satu dari mereka membentak Reno.


Reno menatap tajam ketiga orang tersebut. "Wowo sekarang!"


Wowo muncul dibelakang mereka bertiga untuk menghajarnya, akan tetapi tiba-tiba muncul Jin berkepala Babi berbadan manusia dengan bulu lebat yang ada di seluruh tubuhnya.


Bang


Swuzz


Pukulan Wowo ditahan Jin tersebut, ketiga orang yang ada didepan Reno dan Elisa tertawa.


"Hahaha... kamu pikir, kami tidak tahu kau punya piaraan Genderuwo!?"


Salah satu dari mereka mengusap cincinnya, keluar Jin ular berkepala manusia dengan wajah buruk rupa.


Orang yang satunya juga mengeluarkan Jin Kaki kuda dengan wajah manusia bermata satu.


"Tangkap gadis itu!" perintah orang-orang tersebut.


"Giaju keluar!" teriak Reno untuk melawan mereka.


"Momon keluarlah!" Elisa juga mengeluarkan bawahannya yang selama ini tidak pernah diperlihatkannya, sosok Jin wanita tanpa muka keluar menahan mereka bersama dengan Giaju.


Ketiga sosok tersebut berkelahi satu sama lain, melihat para Jinnya sedang bertarung, orang-orang itu menyerang Reno secara bersamaan.


Swuz


Bang


Bang


Reno menahan serangan mereka bertiga dengan begitu cepatnya, ia sedikit mendorong jauh Elisa agar tidak terlibat dengan perkelahian tersebut.


Duak


Bruak


Reno terhempas menabrak pohon Mangrove, pria itu lekas berdiri lagi, ia menghadapi ketiga orang tersebut tanpa rasa takut sama sekali.


Elisa yang melihat Reno kewalahan melawan mereka bertiga, ia bergegas membantu prianya itu.


Bang


Bruak


salah satu orang itu terhempas ketika Elisa melompat melakukan tendangan terhadapnya.


"Jangan ikut-ikutan Mba Kunti, ini bahaya!" seru Reno sambil tetap melakukan serangan.


"Bagaimana bisa aku diam melihat kamu dikeroyok? Kita ini pasangan pengusir setan!" jawabnya lantang.


Reno hanya tersenyum kecut, ia pun membiarkan wanitanya melawan salah satu dari mereka, sementara dirinya melawan dua orang langsung.


Bang


Bang


Pukulan demi pukulan terus dilesatkan ke Reno, akan tetapi pemuda tersebut masih bisa mengimbangi dua orang tersebut.


Reno menggertakkan giginya, ya gantina menyerang mereka dua dengan cepat.


Bang


Duak


Reno melompat, ia menggunakan siku tangannya menghajar kepala orang yang masih berdiri.


Duak


Argh!


Orang itu berteriak dan langsung ambruk di tanah hingga tidak sadarkan diri seketika.


Jin panggilan pria tersebut juga langsung menghilang, karena sosok pemanggilnya sudah tidak bisa bertarung lagi.


Momon yang tahu kalau lawannya sudah menghilang, ia langsung pergi ke Elisa untuk membantu tuannya tersebut yang tampak kewalahan melawan musuhnya.


Bang


Bruak


Argh


Momon menghempaskan lawan Elisa dengan mendorongnya menggunakan energi spiritual, hingga pria itu menabrak beberapa pohon mangrove.


"Bagus Momon!" serunya sambil tersenyum.


Momon yang mendapatkan pujian ia tampak senang, walaupun tidak terlihat ekspresinya karena tidak memiliki muka.


Sementara itu Reno masih berkelahi dengan salah satu dari mereka. Orang tersebut sepertinya yang paling kuat di antara dua lainnya.


Bag


Bug


Duak


Ugh


Reno memegangi perutnya ketika sebuah pukulan mengenai telak perutnya dengan sangat keras.


Bug


Duak


Arghh


Reno tersungkur ditanah ketika beberapa pukulan dengan beruntun mengenai wajahnya.


Sosok itu mendekat ke arah Reno tanpa rasa belas kasihan sama sekali, pria itu melompat untuk menginjak Reno dengan sangat keras, ia bermaksud untuk membunuh Reno.


Duak


Reno dengan cepat menghindar, sehingga injakan pria tersebut hanya mengenai tanah saja. Pria itu lekas berdiri kembali, agar tidak menjadi bulan-bulanan pukulan lawannya.


"Cih, masih bisa juga kamu berdiri!" seru orang tersebut dengan geram.


Reno mengepalkan tangannya erat-erat, pasalnya pemuda itu tahu kalau orang didepannya bukanlah lawan yang mudah, ditambah ia sangat cekatan dalam melakukan serangan.


Reno yang notabenya tidak terlalu mahir dalam pertarungan antar manusia, jelas saja kalau ia kalah dari orang tersebut.


Swuz


Bang


Bang


Duak


Reno terus terkena pukulan demi pukulan orang tersebut, akan tetapi pria itu terus bertahan, tidak perduli apa yang terjadi ia tetap bertahan.


Duak


Hoek


Reno memuntahkan seteguk darah ketika tendangan orang tersebut mengenai dadanya. Ia terjungkal kebelakang dan terkapar di tanah.


Reno mendongakkan wajah nya, terlihat sosok tersebut sedang menghampirinya. Namun, tiba-tiba Giaju menyerang orang itu dengan cakarnya, membuat sosok tersebut terkejut.


Darah segar mengalir keluar dari bekas cakaran Giaju. Sosok tersebut berdiri didepan Reno sambil meraung keras.


"Reno, kau tidak apa-apa?" tanya Elisa yang sudah mengalahkan orang satunya bersama dengan Momon.


Momon terlihat berdiri didepan bersama dengan Giaju, mewaspadai sosok orang didepan mereka.


Dua Jin panggilan tersebut sangat marah karena Reno di buat babak belur olehnya.


Mereka berdua langsung melesat ke arah orang tersebut. Namun, orang itu menyadari kalau dirinya bisa saja kalah.


Dengan cepat sosok tersebut melarikan diri, meninggalkan teman-temannya yang sudah dikalahkan oleh Reno dan Elisa.


Brug


Terdengar suara gemuruh Wowo yang sedang beradu kekuatan, ia tersungkur ketika sosok tersebut tiba-tiba menghilang karena ditarik majikannya tersebut.


Wowo menggerutu kesal, padahal ia sudah mulai serius melawan sosok Jin berkepala Babi tersebut.