Mba Kunti & Mas Koplak

Mba Kunti & Mas Koplak
Pertarungan Pewaris



Reno terkejut dengan kehadiran sosok tersebut yang sangat tiba-tiba, sehingga membuatnya kebingungan.


Pria itu mencari tempat bersemayamnya Giojo dan Wowo, tapi kedua tempat tersebut yang berupa sebuah keris kecil tidak ada di tasnya.


"Sial, kemana mereka?!" gerutu Reno kesal.


Reno dengan panik mengambil sebuah jimat pelindung, ketika sosok tersebut menghampirinya sambil menyerang dirinya.


Duar


Sayatan keris sosok tersebut membuat sebuah ledakan, sehingga Reno terhempas kesamping, padahal ia sudah mencoba untuk menghindar.


"Sial, sial! Apa Pak Sulaiman akan membunuhku di sini!" gerutu Reno sambil beranjak dari tempat dirinya jatuh.


Sosok itu kembali menyerang Reno, tapi kali ini Reno lebih siap dari sebelumnya sehingga dirinya bisa menghindari serangan-serangan tersebut.


Pria itu mulai mengamati setiap gerakan yang di lakukan sosok tersebut dengan seksama sambil menghindari serangannya.


"Walaupun serangannya kuat, tapi dia lambat untuk bergerak, aku gunakan ini saja!" Reno mengambil sesuatu dari tasnya.


Swuzz


Duaarr


Sosok tersebut kembali menyerang, tapi Reno dengan mudah menghindarinya, bersamaan dengan itu ia melemparkan beberapa jarum seperti milik Pak Sulaiman.


Reno memang belum menguasai sepenuhnya benang segel milik Pak Sulaiman, tap di sini ia tidak memiliki pilihan lain, asalnya senjata pasak penyegel miliknya tidak mungkin bisa ia gunakan tanpa bantuan seseorang.


Clap


Clap


Jarum-jarum tersebut menusuk ke tubuh sosok yang sedang di lawan Reno, tapi ia tidak merasa kesakitan sama sekali, sehingga membuat pria itu kebingungan.


Reno merapal sebuah mantra, kemudian muncul benang-benang segel dari jarum-jarum tersebut dan melilit tubuh sosok itu.


Groaar


Sosok itu meraung marah, Reno langsung mengeluarkan pasak penyegel miliknya dari tasnya, ia langsung mendekati sosok tersebut karena mengira kalau sosok itu sudah tidak bisa bergerak lagi.


Reno membelalakkan mata lebar karena terkejut, sosok tersebut menghantamnya dengan sangat kuat, ia tidak bisa menghindarinya hingga terhempas puluhan meter ke belakang.


Brug


Hoek


Reno memuntahkan seteguk darah, karena pukulan sosok itu begitu sangat kuat. Ia menatap mahluk astral yang sedang di lawannya itu dengan ngeri.


Sementara itu di dunia nyata, tubuh Reno yang sedang bersila, ia juga memuntahkan seteguk darah.


Pak Sulaiman cukup khawatir dengan Reno, ia takut pemuda yang akan di jadikannya sebagai penerus akan gagal melewati ujian tersebut.


"Apa kamu tidak yakin dengan kemampuannya Sulaiman?" tanya gurunya.


Sulaiman menghela napas. "Saya percaya dengan kekuatannya guru, hanya saja bocah ini terlalu baik dengan mahluk astral, aku takut dia tidak tega menyakiti Ifrit," jawabnya tidak berdaya.


Guru Sulaiman tersenyum. "Bukankah itu bagus, dengan begitu dia bisa menaklukkan Ifrit tanpa paksaan?"


Pak Sulaiman hanya bisa tersenyum getir, walaupun ucapan gurunya ada benarnya, tapi menurut Sulaiman itu terlalu beresiko, mengingat selama ini Ifrit hanya bisa di jinakkan dengan cara paksa.


Ketika mereka sedang mengamati Reno dengan seksama, tiba-tiba ada luka sayat di dada Reno dengan ukuran cukup besar, sehingga membuat Sulaiman terkejut.


Darah mengalir deras dari luka sayat tersebut. "Reno!" seru Sulaiman yang tanpa menunggu langsung menggunakan energi spiritual nya untuk memperkuat tubuh pemuda tersebut.


Sayangnya tubuh Reno semakin melemah, sehingga Sulaiman dengan terpaksa menggunakan energi spiritualnya dengan jumlah yang sangat banyak.


"Sulaiman, kenapa kamu ingin menyelamatkannya?" tanya roh gurunya santai.


"Entahlah guru, tapi anak ini aku yakin dapat menjadi sosok yang di hormati baik manusia ataupun mahluk astral," jawabnya dengan napas tersengal-sengal karena terus mengeluarkan banyak energi spiritual.


"Walaupun dia bukan anakku, tapi Reno sudah memberikan kasih sayang yang tidak pernah aku dapatkan dari anak-anakku, aku rasa ini sepadan, hanya ini yang bisa aku berikan padanya," lanjut Sulaiman.


Guru Sulaiman tersenyum simpul, ia melihat muridnya itu ternyata sudah berubah. Sehingga membuat roh tersebut merasa senang.


Guru Sulaiman mengeluarkan sesuatu kemudian memasukkannya kedalam tubuh Reno. Sulaiman ambruk di samping Reno karena energi sihirnya sudah mencapai batas.