
Di alam bawah sadar Reno, ia sudah terluka parah karena terkena beberapa sayatan keris yang di pegang sosok dengan tubuh berlumuran darah tersebut. Namun, tiba-tiba sebuah cahaya putih masuk kedalam tubuh Reno.
Tubuh Reno di selimuti cahaya tersebut, tiba-tiba lukanya juga menutup, membuat pemuda tersebut terkejut.
"Kekuatan apa ini?" gumamnya sambil melihat tubuhnya yang diselimuti cahaya putih tersebut.
Ifrit kembali menyerang Reno, tapi kali ini pria tersebut mampu menghindarinya dengan mudah dan tubuhnya terasa ringan.
Reno tersenyum penuh arti, ia pikir kalau kekuatan tersebut pemberian Pak Sulaiman, sehingga kepercayaan dirinya bertambah.
Reno mencoba menggunakan benang segel kembali, dugaannya benar. Jarum-jarum yang menancap di tubuh Ifrit kembali mengeluarkan benang segel dan mengikatnya, kali ini kekuatan benang segel bertambah.
Ifrit mencoba untuk melepaskan diri. Namun, benang segel Reno sekarang sangatlah kuat, sehingga ia tidak bisa melepaskan diri dari benang yang melilitnya itu.
"Inilah akhirnya untukmu!" Reno melompat sambil memegang pasak segel.
"Ampun tuan! Aku bersedia menjadi roh kontrak anda!" seru Ifrit tiba-tiba.
Reno seketika menahan serangannya dan hanya jatuh di depan Ifrit. Ia menatap sosok roh tersebut dengan seksama.
Ifrit langsung bertekuk lutut dihadapan Reno dengan tubuh yang terlilit benang segel, ia benar-benar ingin membuat kontrak dengan Reno.
"Apa untungnya dengan aku membuat kontrak denganmu?" tanya Reno memastikan.
"Tuan, saya akan melindungi anda dan berbagi kekuatan dengan anda," jawabnya yakin.
Reno memegang dagunya, ia berpikir sebentar mencerna perkataan Ifrit. "Kamu tidak meminta tumbal, bukan?"
Ifrit menggelengkan kepalanya. "Tuan, saya bukanlah jin yang seperti itu," jawabnya yakin.
Reno mengangguk-anggukkan kepalanya, akhirnya ia meu membuat kontrak dengan Jin Ifrit tersebut.
Sosok tersebut sangatlah senang karena kembali ke bentuk aslinya. Karena sepanjang ia mengikuti Sulaiman dan pendahulunya belum pernah ia kembali ke bentuk aslinya, tapi kali ini ia bisa berubah ke bentuk aslinya.
"Terima kasih tuan, saya Ifrit akan selalu mengabdi dengan anda!" serunya mantap.
Reno menganggukkan kepalanya, bersamaan dengan itu Reno terbangun dari alam bawah sadarnya dan ia sedang memegangi sebuah keris berwarna merah api di tangannya.
"Ternyata kamu berhasil menaklukannya anak muda, selamat!" ucap Roh guru Pak Sulaiman.
"Ren, kamu telah berhasil, sekarang kamu menjadi pewaris kekuatan kami selanjutnya, lakukan tugasmu dengan baik," timpal Pak Sulaiman yang terlihat sudah menjadi roh juga.
"Pak Sulaiman, kenapa anda menjadi roh?" tanya Reno terkejut.
Pak Sulaiman tersenyum. "Sudah waktunya aku meninggalkan dunia ini, hiduplah layaknya manusia pada umumnya Reno, sampai bertemu lagi nanti."
Roh Pak Sulaiman menghilang dari tempat tersebut bersamaan dengan roh gurunya. Sontak saja Reno terkejut. Pemuda itu melihat tubuh Pak Sulaiman yang sudah tidak bernyawa tergeletak di sampingnya.
Reno menangis histeris, untuk kedua kalinya ia kehilangan orang yang di sayangnya setelah sang Nenek. Namun, Reno tidak terlarut dalam kesedihannya, mungkin karena ia sudah terbiasa dengan kehidupan pait sehingga dirinya bisa sedikit menahan perasaan sedihnya.
Pemuda itu memakamkan Pak Sulaiman di dekat Makam gurunya dengan seadanya, ia berdoa sebentar sebelum akhirnya meninggalkan hutan Kaliwungu.
Perjalanan baru akan ditempuh Reno, pria itu kembali hidup sebatang kara setelah mendapatkan orang tua selama beberapa bulan belakangan.
Pemuda itu kembali ke gubug Pak Sulaiman untuk mengambil barang-barang yang kiranya berharga saja. Ia kemudian berpamitan ke seluruh penghuni hutan karena mulai sekarang akan mencoba tinggal dan berbaur dengan orang lain.
Semua hantu yang ada di hutan tersebut tentunya sangat sedih, terlebih mendengar kalau Pak Sulaiman sudah meninggal. Namun, mereka juga tidak menghalangi Reno dan berjanji akan menjaga gubug tersebut.
Reno akhirnya memulai petualangan barunya setelah sekian lama terkurung dalam kehidupan pahitnya selama dua puluh tahun. Ia akan mengejar kebahagian sejati yang menantinya di masa depan, tentunya tidak akan mudah dan banyak rintangan.