
Reno dan Elisa berlari ke lantai dua mencari Pak Sunardi dan bawahannya, mereka dengan tergesa-gesa datang ke sana.
Saat keduanya sampai di lantai dua, mereka merasakan energi spiritual yang sangat besar, sehingga keduanya sedikit merasa tertekan.
"Energi spiritual ini lebih kuat dari yang waktu itu," ucap Reno sambil masih terus berlari.
"Kamu benar, kemungkinan ini Jin yang sudah banyak memakan jiwa penyembahnya!" jawab Elisa yakin.
Mereka berdua berharap jika Pak Sunardi dan bawahannya baik-baik saja melawan sosok kuat tersebut.
Bruak
Ketika Reno dan Elisa sedang berlari, bawahan Pak Sunardi ada yang terhempas dari dalam salah satu kamar rumah sakit, pria itu sudah tidak sadarkan diri saat mereka berdua menghampirinya.
"Ren, hati-hati," ucap Elisa ketika Reno akan pergi masuk kedalam kamar tersebut.
Reno menganggukkan kepalanya, sementara Elisa memberikan pertolongan kepada pria yang pingsan tersebut karena tangannya tergores mengeluarkan banyak darah.
Reno masuk dalam kamar tersebut, ia melihat Pak Sunardi dan satu bawahan tersisanya sedang di cekik orang yang kerasukan Jin.
Dengan sigap pria itu mengeluarkan jarum dan melemparkannya hingga menancap ke tubuh mahluk orang tersebut.
Arghh!
Orang itu berteriak kesakitan ketika jarum-jarum Reno menusuk tubuhnya dan langsung menoleh ke arah Reno. Ia menempatkan Pak Sunardi dan bawahannya hingga mereka membentur dinding sangat kuat.
Duak
Ughh!
Pak Sunardi memuntahkan seteguk darah, begitu juga dengan bawahannya, tapi ia masih sadar sementara bawahannya langsung tidak sadarkan diri.
Pak Sunardi melihat Reno yang menggunakan benang energi Spiritual mencoba menarik Jin yang ada didalam tubuh orang tersebut.
"Ren, hati-hati dia sangat kuat!" seru Pak Sunardi sambil berusaha berdiri kembali.
Pral
benang-benang energi spiritual Reno terputus semua oleh orang kesurupan tersebut. Ia langsung melesat ke arah Reno dengan kecepatan penuh.
Reno terkejut ketika melihat sosok tersebut melesat ke arahnya, tapi tiba-tiba ia menyeringai, menarik benang energi Spiritual yang mengikat orang tersebut.
Duak
Brug
Sosok tersebut jatuh ke lantai karena tiba-tiba tertahan oleh benang energi spiritual Reno.
Pria itu menggunakan kesempatan tersebut untuk mengeluarkan Jin di dalam tubuh orang tersebut dengan mengeluarkan dua Jin bawahannya.
"Wowo, Giaju bantu aku!" serunya lantang.
"Asiap Bos!" jawab mereka berdua serempak yang langsung melesat ke arah orang tersebut dan memasukkan tangannya ke tubuh orang itu lalu berusaha menarik Jin yang merusaknya dengan sekuat tenaga.
"Ayo keluar bodoh!" Wowo menjambak rambutnya dengan sangat kuat.
"Sial, kuat sekali dia!" gerutu Giaju yang menarik leher sosok tersebut.
Mereka berdua dengan sekuat tenaga menarik sosok yang merasuki orang itu dengan sangat kuat.
Arghh
Sosok itu berteriak kesakitan ketika dua bawahan Reno menariknya dengan paksa, tidak sampai di situ saja, Reno mengeluarkan pasaknya untuk mengeluarkan dengan paksa sosok itu dari dalam tubuh orang yang dirasukinya.
Reno menancapkan pasaknya ke kepala sosok tersebut yang sudah mulai keluar, sosok itu meraung kesakitan dan langsung keluar dari tubuh yang dirasukinya.
Swuzz
Reno dan kedua bawahannya terpental, karena mereka tidak menyangka jika sosok tersebut akan keluar seperti itu.
"Reno, kamu tidak apa-apa?" tanya Pak Sunardi yang langsung menghampiri Reno dan memapahnya.
"Wowo, Giaju! Bawa mereka berdua keluar dari sini!" perintah Reno kepada dua bawahannya, agar mereka bisa bergerak bebas.
Wowo dan Giaju mengangguk mengerti, mereka berdua membawa orang yang di rasuki dan bawahan Pak Sunardi yang pingsan keluar dari ruangan tersebut.
"Hahaha... kalian para manusia pengganggu akan ku bunuh!" geram sosok tersebut sambil tertawa.
Reno menatap sosok itu lekat-lekat, wajahnya hancur, dengan tubuh dipenuhi luka dan organ dalam terlihat karena di bagian dadanya tidak ada kulit ataupun daging yang menutupinya.
"Pak Sunardi, aku akan menyeretnya keluar dari dalam sini, tolong bantu aku," ucap Reno yang mengeluarkan jarum-jarumnya.
Pak Sunardi mengangguk, ia menggunakan kain yang melingkar di lehernya untuk mengikat sosok tersebut dengan sangat cepat.
Kain itu memanjang dan melilit tubuh sosok tersebut hingga ia tidak bisa bergerak.
"Sekarang Ren!" perintah Pak Sunardi.
Reno menganggukkan kepalanya, ia melemparkan jarum-jarumnya kemudian menggunakan benang energi spiritual nya yang keluar dari jarum-jarum tersebut dan menariknya keluar dengan melompat dari jendela.
Swuzz
Prang
Kaca jendela rumah sakit kamar tersebut hancur seketika, saat Reno menarik keluar sosok itu dari ruangan tersebut.
Brug
Reno jatuh terguling di lantai, dengan di ikuti sosok itu yang terjatuh juga ikut dengannya.
Polisi yang melihat hal itu akan mendekat, mereka pikir Reno dalam bahaya karena jatuh dari lantai dua.
"Jangan mendekat, kalian menjauh lah!" Pak Sunardi berteriak dari atas kemudian melompat turun.
Para Polisi mengangguk mengerti, mereka langsung menjauh dan juga menyuruh orang yang menonton agar tidak dekat-dekat dengan pertarungan tersebut.
Reno beranjak dari tanah, ia melihat sosok itu masih di balut kain pak Sunardi dan benang energi spiritualnya.
Swuzz
Pral
Kain Pak Sunardi terpental kembali kediri nya, sementara benang Reno semuanya terputus oleh gerakan sosok tersebut.
"Dia sangat kuat Ren, sepertinya kita harus menggunakan kekuatan terkuat kita," ucap Pak Sunardi tidak berdaya.
"Pak Sunardi benar, tapi biar aku saja yang melawannya, bapak mundur saja dulu," jawab Reno dengan santainya maju kedepan.
"Tapi Ren...."
Reno tidak menggubris Pak Sunardi, ia merapal mantra memanggil keris Ifrit, tiba-tiba api muncul dihadapan Reno dan berubah menjadi sebuah keris.
Pak Sunardi tentu saja terkejut dengan apa yang di lihatnya, karena ia tidak menyangka kalau Reno akan memiliki salah satu pusaka legenda.
"Keluarlah Ifrit!" teriak Reno memberikan perintah.
Energi spiritual dari tubuh Reno mengalir deras ke keris tersebut, kemudian berubah menjadi Api besar yang dikeluarkan keris Ifrit.
Dari gumpalan Api tersebut kemudian muncul sosok Jin Ifrit yang di selimuti Api membara.
Sosok yang menjadi lawan Reno seketika juga ikut terkejut, karena jelas ia sangat tahu siapa Ifrit, yang merupakan salah satu Jin kuat yang ada di alam kasat mata.
"Tuan, ada apa anda memanggil saya?" tanya Ifrit dengan suara menggema.
"Lihat didepan mu, aku ingin kamu mengalahkannya!" Perintah Reno tegas.
Ifrit melihat kedepan, ia melihat sosok yang cukup familiar untuknya. Ifrit menyeringai dan tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha.... Jin setengah jadi sepertimu berani sekali melawan tuanku! Katakan padaku bagaiman kau ingin lenyap dari muka bumi ini!" seru Ifrit sambil tertawa terbahak-bahak.
Sosok yang ada dihadapan Ifrit jelas sangat ketakutan, ia bingung akan menjawab apa, karena sejatinya mau sekuat apa pun dirinya, Ifrit bukanlah lawan yang sepadan untuknya.