Mba Kunti & Mas Koplak

Mba Kunti & Mas Koplak
Tempat Tinggal Angker



Erwin sangat ketakutan, ia menutupi wajahnya dengan tangan berharap kalau hantu itu cepat pergi dari hadapannya.


"Pergi kau setan! Jangan ganggu eke!" teriaknya dengan suara bergetar.


Erwin terus berteriak dengan celana basah kuyup oleh kencingnya sendiri. Bencong itu benar-benar ketakutan karena ini pertama kalinya melihat sosok hantu secara langsung.


Adapun kenapa hantu itu bisa terlihat oleh Erwin dan Meysia, itu semua karena ada Reno di sana, karena itulah walaupun siang bolong mereka dapat melihat sosok tersebut.


Setelah beberapa waktu Erwin menutup mukanya ia kemudian perlahan membuka tangannya yang menutupi wajahnya itu karena ia tidak merasakan hantu tersebut mendekat ke arahnya.


"Baaaa....!"


"Setaan!" teriak Erwin keras.


Reno sengaja mengagetkan Erwin sehingga membuatnya membelalakkan mata dan pingsan seketika.


"Hahahaha... masa setan takut sama setan," Reno menertawakan Erwin yang jatuh pingsan terlentang di lantai.


Pemuda itu membiarkan Erwin dan mendekat ke arah hantu Pria yang tadi menakuti Meysia dan Erwin.


Hantu tersebut di ikat oleh benang-benang energi spiritual milik Reno, sehingga membuatnya tidak bisa bergerak dari tempatnya.


Reno jongkok dihadapan hantu tersebut yang menatapnya dengan tajam. "Maaf saja, tapi di sini sudah bukan tempatmu lagi, lebih baik kamu aku paksa kamu kembali ke tempat yang seharusnya."


Hantu itu mencoba berontak, agar terlepas dari ikatan benang energi spiritual Reno. Namun, kekuatan Reno yang sekarang sudah berbeda, karena itulah hantu penasaran sekelas sosok tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.


Reno mengeluarkan pasaknya, ia kemudian langsung menancapkan ke kepala hantu tersebut.


Hantu itu menjerit kesakitan sebelum akhirnya ia hancur dan menghilang dari hadapan Reno.


Jarum-jarum yang tadi menancap di tubuh sang hantu berjatuhan, ia memungutinya dan menaruh kembali kedalam tasnya.


Tempat tersebut yang tadinya terasa mencekam, kini berubah kembali menjadi sedikit lebih cerah.


Reno beranjak dari jongkoknya lalu masuk kedalam kamarnya, mengabaikan Erwin yang pingsan di lorong kontrakan tersebut.


...***...


Terdengar suara riuh para pria yang menertawakan dan menggoda Erwin. Bencong itu juga terdengar marah-marah kepada orang-orang tersebut sambil berlari tunggang langgang meninggalkan tempat tersebut.


"Lebih baik aku keluar mencari makan deh, baru nanti pergi mencari Mba Kunti," ucapnya bermonolog sendiri sambil berjalan keluar.


Setelah menutup pintu Reno menguncinya, sesosok hantu wanita muncul dibelakangnya. Reno tahu akan kehadiran hantu tersebut dan tidak takut sama sekali dengannya.


"Jangan ganggu orang lain kalau kamu tidak ingin aku lenyapkan," ucap Reno tiba-tiba ketika si hantu akan menepuk bahunya.


"Kamu bisa melihatku?" tanya Hantu tersebut sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Kalau aku tidak bisa melihatmu, kenapa aku menjawab pertanyaan kamu? Dasar aneh, sudah aku mau pergi, jangan ganggu orang-orang di sini kalau tidak mau aku hilangkan dari sini!" tegurnya seraya pergi dari sana.


Hantu wanita tersebut tertegun ditempatnya sambil menatap Reno dengan heran, baru kali ini ia melihat orang yang tidak takut dengannya.


Hantu wanita kembali ketempat dimana dia biasa tinggal sambil kebingungan, ia berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi, karena ini kali pertama dirinya bertemu dengan orang seperti Reno.


Sementara itu Reno berjalan ke motornya, mengabaikan penghuni kontrakan lain yang sedari tadi melihatnya dengan seksama.


Jelas mereka melihat Reno dengan seksama, karena selain penampilannya yang cukup aneh, pria tersebut juga mau tinggal disebelah kamar kosong angker.


"Kamu penghuni baru di sini?" tegur seorang pria seumuran dengan Reno, ketika akan menaiki motor bututnya.


Reno menoleh sambil mengangguk. "Iya, aku orang baru, kenapa?"


"Kamu tinggal dikamar ujung?" tanya pria itu lagi.


"Ya!" jawabnya singkat.


"Kamu tidak tahu kalau kamar di sebelahmu angker, dan kamu mau tinggal di sana begitu saja?" cecar pria itu.


"Aku tahu, memangnya ada yang salah?" ucap Reno sambil naik ke motornya. "Semakin kamu takut dengan hantu, semakin suka juga hantu padamu," jawabnya seraya menaiki motornya, menyalakannya dan meninggalkan pria itu.


Pria yang mengajak Reno berbicara itu tertegun, ia bingung akan berkata apa mengartikan sikap Reno yang acuh dengan sosok Hantu.