Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
part 75



"semua itu,untuk mengelabui musuh"ucap Vian berbicara padat singkat dan jelas,Gretta yang mendengar itu semua langsung saja menoleh ke arah Vian dengan mata yang lebar.


''lalu kenapa kau tidak memberitahu ku,aku sampai merusak barang barang di rumah sakit"kesal Gretta merasa malu mengingat tingkah nya di rumah sakit.


"pffffft ahahahahahaha...."Vian tiba tiba saja tertawa,membuat Gretta semakin kesal.


"apa begitu lucu?''tanya Gretta.


Vian yang masih tertawa mencubit kedua pipi Gretta dengan gemas nya.


''bagaimana aku bisa tahan mempunyai istri yang begitu imut begini''ucap Vian


Vian mendekat kan wajah nya ke arah Gretta membuat Jantung Gretta berbedar.


"tapi aku menyukai saat kau memecah kan alat alat medis itu"ucap Vian meniup telinga Gretta,membuat bulu kuduk perempuan itu berdiri.


''menjauh dari ku''ucap Gretta mendorong Vian.


''hahahahaha...ternyata aku mempunyai istri yang sangat imut''ucap Vian mencubit kedua pipi Gretta.


''kauuu!!!!..''ucap Gretta terhenti.


''sudah lah sudah lah jangan marah lagi aku minta maaf''ucap Vian menarik kedua telinga nya dengan wajah yang merasa bersalah membuat Gretta luluh.


''fiuh...ya sudah lah''ucap Gretta.


****


"papa mama!!!!"teriak Benz yang melihat Gretta dan Vian masuk ke dalam rumah.


Benz langsung memeluk Vian yang sudah jongkok mengembang kan tangan nya.


"papa baik baik saja"tanya Benz memperhatikan wajah sang papa.


"tentu saja papa baik baik saja"ucap Vian mengusap usap rambut Benz yang halus.


"bukan nya,orang orang itu mengatakan kalau mobil papa meledak karna boom,dan mengakibat kan luka parah pada papa"gumam Benz bingung.


"bagus lah"ucap Benz membuat Vian mengerut kan kening nya,merasa Benz terlihat sedikit aneh.


"mata mama kenapa sembab begitu?"tanya Benz memperhatikan mata Gretta.


"ahaha ini tadi hanya kelilipan"ucap Gretta dengan alasan yang benar benar tidak masuk akal,membuat vian tertawa dalam hati.


"mama merasa gerah,kalian bicara lah,mama mau mandi dulu"ucap Gretta langsung meninggal kan dua pria itu.


"pa,kapan Benz masuk sekolah?"tanya Benz dengan wajah datar.


"minggu depan"ucap Vian membuat Benz senang.


"terima kasih pa"ucap Benz mencium pipi Vian,membuat Vian tersenyum.


"sekarang semua nya sudah lengkap kebahagian ku adalah kalian berdua"gumam Vian memeluk Putra kecil nya itu dengan hati yang bahagia.


****


"Sekarang kau sudah berani mengejut kan mama ya"ucap Gretta menangkap Benz dan menggelitiki nya,membuat ruangan kamar itu di penuhi tawa Benz dan Gretta.


"oh ia ma,kapan Benz punya adik kecil?"tanya Benz membuat Gretta membulat kan mata nya,tidak percaya dengan permintaan Benz.


"apa Benz ingin punya adik?"tanya Vian tiba tiba muncul dan duduk di samping Gretta.


"iya pa"ucap Benz semangat.


"itu semua terserah mama saja"ucap Vian menatap Gretta.


begitu pun Benz menatap Gretta dengan memohon.


"gila!!ini benar benar gila"gumam Gretta mendapat tatapan Dari dua pria tampan di depan nya itu.


"tidak akan"ucap Gretta langsung berdiri dan berbaring di tempat tidur menutupi seluruh tubuh nya.


Vian dan Benz saling berpandangan dan mengedip kan mata masing masing,dan ikut berbaring di samping Gretta.


membuat Gretta tidur di tengah tengah putra dan suami nya itu.


Benz memeluk Gretta,membuat Vian tidak terima dan menarik pinggang Gretta untuk menghadap nya,dan langsung memeluk Gretta saat mata mereka sudah bertemu.


Benz yang tidak terima langsung memeluk mama nya untuk kembali menghadap nya,tapi pelukan Vian terlalu erat.


Gretta yang merasa risih melurus kan badan nya ke atas,sehingga ia tidak menghadap siapa pun hanya menatap langi langit kamar.


"jangan mengganggu ku lagi"kesal Gretta dan menutup mata nya.


Gretta merasakan dua tangan memeluk nya,tapi ia tidak mempermasalah kan nya,karna ia sudah sangat mengantuk.


akhir nya malam itu menjadi malam panjang di mana Gretta merasakan kedua pria itu terus menghimpit nya.


****


''hoaaam..''Vian dan Benz saling bertatapan kemudian menoleh ke samping mereka,yang tidak berpenghuni lagi,alias sudah bangun.


''selamat pagi pa''sapa Benz,dan di balas oleh Vian.


****


Vian dan Benz turun setelah membersih kan diri,dan tampak Gretta yang sibuk di meja makan,menyiap kan sarapan.


''kenapa kau begitu cepat bangun?''tanya Vian pada Gretta yang sudah duduk di samping Benz.


''tentu saja untuk membuat kan sarapan''ucap Gretta ketus,sambil menyendok kan makanan ke piring Vian dan Benz.


dukung author dengan like komen vote rate kalian sekedar untuk memberi semangat