Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
part 56



"Tuan"ucap Ling.


"antar aku bersama mama"ucap nya menunduk.


"baiklah"ucap Ling.


....


"Gretta.."ucap mama melihat Gretta menangis tersedu sedu dengan berlari masuk ke kamar.


"ada apa dengan nya?"tanya Candra pada istri nya.


"Entah lah pa"ucap Lia ingin menyusul Gretta,tapi suara pintu terbuka membuat nya berhenti dan menoleh.


Candra berhenti membaca koran,pandangan nya berhenti melihat dua orang pria di ambang pintu,dengan anak kecil yang tampan di gandeng Ling.


"pa,siapa anak itu?"tanya Lia pada suami nya yang sudah berdiri karna tertegun.


Benz menatap Ling,ia tidak mengenal 2 orang setengah baya sedang menatap nya.


"Ling siapa anak itu,"tanya Candra.


"ini adalah Benz putra nona Gretta"ucap Ling.


"Benz,dia cucu kita pa"ucap Lia berbinar langsung menghampiri Benz dan menggendong nya serta mencium nya Benz bertubi tubi.


"cucu opa"ucap Candra sangat senang bergantian menggendong Benz.


"oppa omma,mama sedang marah pada ku,biar kan aku betemu mama"ucap Benz dengan wajah sendu dan sedih.


Candra dan Lia saling bertatapan,dan tersenyum.


"baik lah,bicara lah dengan mama mu sayang"ucap Lia lembut.


Benz berjalan di gandeng Lia,Dan saat sampai di depan pintu kamar Gretta,Lia mengelus rambut Benz tersenyum,dan membiar kan Benz berbicara berdua dengan Gretta.


****


Benz mendorong pintu,dengan perasaan gugup dan takut pada mama.


ia bisa melihat sang mama duduk di balkon kamar dengan menangis.


"mama"ucap Benz yang sudah berdiri di belakang Gretta.


Tapi Gretta sama sekali tidak menoleh,ia terus memandang luas.


"mama,Benz bukan bermaksud menyakiti hati mama"ucap Benz menarik tangan gretta pelan dengan nada sendu.


"mama boleh hukum Benz,tapi Benz akan ikut sama mama kemana pun tanpa papa"ucap Benz.


Air mata Gretta kembali lolos dengan deras nya,ia juga tidak mengingin kan keadaan itu semua.


Ia langsung berjongkok dan memluk putra kecil nya itu,dengan tangis yang terisak isak.


"maafin mama"tangis Gretta terus memeluk Benz.


"ma,apa kita akan kembali ke Thailand?"tanya Benz.


"ia,minggu depan kita akan kembali ke Thailand"ucap Gretta sesegukan karna menangis.


"baik lah,mungkin ini adalah pertama dan terakhir kali aku melihat dan tinggal bersama papa" gumam Benz meski hati nya tidak rela.


****


"Brengsek!!!!mereka membawa putra ku!!!"


"Selidiki siapa mereka dan bawa hidup hidup aku sendiri yang akan membunuh nya!!!"Geram Vian.


Ia benar benar emosi saat ini,dan sangat khawatir keadaan putra nya.


"Bawa putra ku tanpa kekurangan apa pun"bentak Vian membuat mereka berdiri tegap.


"Siap tuan"ucap para pengawal itu serentak,dengan menunduk hormat.


Setelah para pengawal itu pergi Vian duduk lemas,ia sangat menghawatir kan Benz.


"Jika terjadi apa apa dengan Benz,aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri,aku tidak ingin kehilangan untuk yang ke dua kali nya"ucap nya frustasi.


"kenapa tatapan ninja wanita itu,di penuhi dengan kebencian dan kemarahan,apa aku sudah melakukan kesalahan besar pada nya?"gumam Vian teringat akan hal itu.


"Zack,apa kau sudah selesai melacak kemana mereka pergi"tanya Vian terburu buru.


"belum tuan,seperti nya mereka bukan orang biasa,mereka sama sekali tidak meningal kan jejak sedikit pun"ucap Zack sedikit kebingungan tetapi ia terus berkutak di komputer nya.


Vian langsung keluar tanpa menunggu Zack,ia sama sekali tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


****


"ma,Fico belum bisa menemukan keberadaan Keponakan ku"ucap Fico duduk dengan frustasi di depan mama papa nya.


"tentu saja,karna cucu tampan mama sudah ada di rumah''ucap Lia dengan bahagia,membuat Fico terkejut bukan main.


"m..maksud mama?''tanya Fico belum percaya.


''ia,Gretta sudah membawa nya kemari''ucap Candra yang juga sangat bahagia.


Fico berlari ke kamar sang adik,dan langsung membuka nya,ia melihat ke arah balkon kamar,ia melihat Gretta sedang berpelukan dengan seorang bocah laki laki.


senyum nya tak bisa di kendalikan,ia sangat bahagia,akhir nya keponakan nya sudah di temukan.


Gretta menoleh ke arah pintu kamar,ia langsung menggenodong Benz yang masih memeluk nya erat,ke arah sang kakak.


''kakak,aku sudah menemukan putra ku dengan selemat''ucap Gretta tersenyum bahagia.


''kakak ikut bahagia''ucap Fico tersenyum dengan tangan nya yang membelai rambut Gretta.


''oh ia boleh kakak menggendong keponakan nya?''tanya Fico.


''ahaha seperti nya tidak bisa kak,karna putra ku ternyata sudah tertidur''ucap Gretta tertawa pelan,membuat Fico cemberut padahal ia ingin sekali memeluk bocah laki laki yang sedang di gendong Gretta,tapi ia sama sekali tidak melihat wajah nya,karna di benam kan di pundak Gretta.