
Vian mengerut kan kening nya,mendengar ucapan wanita itu.
"Sebagai permintaan maaf ku,ijin kan aku melayani mu seumur hidup tanpa imbalan apa pun"ucap wanita itu yang tak lain ternyata Viana,ia mengatakan nya dengan wajah menyedih kan dan sendu,dengan air mata Yang terus mengalir.
Vian sedikit tertegun dengan ucapan Viana yang menurut nya benar benar tidak tau malu.
"Nyali mu benar benar hebat ternyata,tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan mu,sedikit pun"sinis Vian merasa jijik.
Viana lagi lagi mentikan air mata nya,harapan terakhir nya benar benar sirna.
"Dan satu lagi,istri ku tidak meninggal,dia sudah kembali dan berada di sisi ku dengan putra kami"ucap Vian berbicara tanpa menoleh ke arah Viana.
Bagaikan di sambar petir mendengar ucapan Vian.
"Dia tidak meninggal?dia kembali?!!putra!!!"gumam Viana ia benar benar tidak percaya.
"Jadi aku tidak membutuh kan wanita mana pun di sisi ku karna aku hanya mau istri kecil ku"ucap Vian lagi membuat Viana tidak terima.
"Apa dengan begitu kau percaya bahwa anak itu adalah anak mu!!!!!! Apa kau bodoh Vian!!!!bisa saja dia berbohong demi berada di si...!!!!!"teriak Gretta dengan isakan tangis,dengan tangan yang mengepal.
"Cukup!!!!!!"bentak Vian marah.
"Jangan samakan istri ku dengan mu!!!!"ucap Vian mencengkram kuat dagu Viana dengan penuh amarah dan emsi,bisa bisa nya Viana mengatai istri nya begitu.
"Vi sakiiit"ringis Viana yang memang benar.
Vian melepas kan tangan nya dari dagu Viana dengan kasar sehingga membuat Viana terlempar ke lantai.
"Jika kau berani mengatai istri ku lagi,siap siap lah kau tidak akan mempunyai lidah busuk mu itu lagi"ucap Vian menakan kata kata nya,dan dengan aura yang menakut kan,membuat Viana bergetar ketakutan belum pernah rasa nya ia melihat Vian semarah itu hanya karna mengatai Gretta.
Vian berjalan dengan langkah panjang nya,meninggal kan Viana yang merangkak di lantai.
"Apa kau benar benar sangat mencintai nya?dan kau sudah lupa masa masa indah kita dulu!!hiks...hiks....aku hanya minta jangan lupa kan aku Vin,jangan pernah lupakan aku"tangis Viana dalam hati.
"Semua nya sudah meninggal kan ku,Putra ku,adik,dan kau Vin,kalian semua pergi meninggal kan ku hikss"Viana terus menangis tak henti henti nya.
"Sekarang aku menyadari,kalian pergi karna kesalahan ku sendiri hiks...hiks,andai waktu bisa kembali aku ingin memperbaiki kesalahan kuu hiks...hiks..."tangis Viana kini benar benar merasa bersalah,ia meratapi hidup nya yang sekarang benar benar tidak berguna lagi.
****
Vian membuka pintu kamar,ia berhenti kala melihat Gretta dan Benz duduk di tempat tidur tertawa melihat Gawai Benz.
"Apa ini sudah bagus ma?"tanya Benz dengan wajah lucu nya pada sang mama.
"Tentu saja,ini sangat luar biasa!!"ucap Gretta bahagia dan langsung memeluk putra nya itu.
Vian tersenyum melihat hal itu,ia benar benar bahagia melihat istri dan putra nya bahagia.
"Apa yang di tunjukkan putra ku ini,sampai membuat mama bahagia begitu"ucap Vian tiba tiba sudah duduk di samping Benz yang duduk di kasur.
"Itu rahasia"ketus Gretta menarik Benz di pelukan nya.
Vian memicing kan mata nya,dan melipat kedua tangan nya di depan dada.
"Aku juga mau di peluk begitu"ucap Vian dengan nada manja yang di buat buat,membuat Gretta melotot tak percaya.
"Pffft ahahahaha"Gretta tertawa terbahak bahak,tidak menyangka Vian terlihat lucu jika bersifat begitu.
Benz dan Vian saling berpandangan dan mengangkat bahu masing masing.
Gretta seketika berhenti tertawa karna mendapat tatapan bingung dari kedua pria tampan itu.
"Apa bersikap lucu begitu,memang begitu memalukan?"gumam Vian merasa kesal dengan diri nya.
"Aku juga sering bersikap seperti papa,apa mama selalu merasa lucu begitu,memalukan ternyata sampai sampai membuat Mama tertawa begitu"gumam Benz.
Gretta menggaruk kepala nya,merasa canggung.
"Aish sudah lah"ucap nya berdiri di kasur dan langsung saja ia memeluk Vian yang berdiri di sisi tempat tidur.
Vian terkejut,tapi rasa keterkejutan nya berubah jadi bahagia,karna Gretta memeluk nya dengan lembut,ia membalas pelukan itu dan tersenyum.
Benz mengacung kan jempol nya,ke arah Vian dengan mengedip kan mata nya,membuat Vian merasa lucu dan membalas apa yang di lakukan Benz.
"Oh ia kau terlihat mengemas kan saat bersikap seperti barusan"bisik Gretta di telinga Vian sebelum ia melepas kan pelukan nya.
Wajah Vian menjadi memerah,dan jantung nya lagi lagi berdetak.
"Gadis kecil kau sudah menggoda ku,jika putra kita tidak di sini mungkin aku sudah memakan mu saat ini"bisik Vian di telinga Gretta,membuat Gretta membulat kan mata nya dan langsung menjauh dari Vian.
"Benz,kamu baik baik lah di rumah,jaga mama mengerti"ucap vian berpindah mengusap rambut Benz.
"Baik pa"jawab Benz semangat.
Gretta langsung menatap Vian,entah kenapa ia merasakan ada sesuatu di hati nya,seperti rasa kegundahan yang tidak jelas.
dukung author ya dengan like komen vote rate dan tip kalian makasih
part selanjut nya beberapa menit lagi ya