Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
Penghinaan untuk Alvian



''kenapa mama menangis?''tanya Benz menatap Eliz dengan tatapan dingin.


''tidak apa apa''ucap Eliz langsung menghapus air mata nya.


''baik lah,jangan mudah nangis,hari ini kita punya pekerjaan penting ayo''ajak Benzi berjalan meninggal Kan Eliz yang masih duduk.


''mungkin ini sudah takdir''gumam Eliz menarik nafas panjang dan mengikuti Benz,yang agak jauh dari nya.


****


"Menurut anda,jika kita mempublikasi kan aplikasi ini,apa akan lebih banyak lagi yang akan mengincar ku?"tanya Benz.


"Jangan khawatir,bukan kah kita sudah mempublikasi kan beberapa aplikasi sebelum nya,kali ini kita juga melakukan hal yang sama,dengan menghapus data pribadi pembuat pembuat aplikasi ini maka orang orang tidak tau"ucap Eliz memiring kan senyum nya.


"tapi itu tidak akan berguna,beberapa orang yang pintar masih tetap bisa membuka nya"ucap Benz menatap malas Eliz.


"benar juga ya,bagaimana kalau kita buat data pribadi palsu saja"saran Eliz semangat.


"benar juga,hm tapi data pribadi siapa?"tanya Benz menatap Eliz.


"Data pribadi Jayn ALL"ucap Eliz dengan nada lemah.


"Jayn All,dari mana kau mendapat kan nya?"tanya Benz penasaran karna melihat ekspresi wajah Eliz yang tiba tiba sendu.


"sudah tidak perlu tau,buat saja data pribadi nya"ucap Eliz seketika merubah ekspresi nya.


"kakek,sudah 7 tahun,aku akan selalu mengenang mu dan mengingat mu,dengan membuat aplikasi pelindung PRO komputer"gumam Eliz kembali menitikan air mata nya.


Benz sedikit melirik Eliz.


"lagi lagi menangis" gumam nya kembali mengetik di komputer milik nya.


"Oke sudah selesai,aplikasi ini akan kita luncur kan...sekarang"ucap Benz semangat.


"oh sudah kah,cepat sekali"ucap Eliz yang tersadar dengan lamunan nya.


Saat bekerja Ibu dan anak itu memang menggunakan bahasa yang formal,layak nya berada dalam perusahaan.


Eliz memutus kan untuk bekerja sebagai pembuat aplikasi,karna jika bekerja di luar ia takut meninggal kan putra nya sendiri, dan juga ia ingin menghindari orang orang yang selalu mengincar putra nya.


Dari membuat aplikasi mereka sudah mendapat kan penghasilan yang bukan main,bahkan mencapai ratusan jutaan dolar.


*****


"Tuan,anak itu menolak penawaran kita"ucap Zack masuk setelah mengetuk pintu.


"cih,jual mahal sekali itu sudah gaji yang sangat tinggi,masih berani menolak,anak yang duitan juga ternyata ya heh"decih Vian mengepap tangan nya.


"bukan hanya itu tuan,anak itu membalas surat tuan"ucap Zack memberi kan sebuah amplod kuning.


Vian mengerut kan kening nya dan membaca surat itu,dengan serius.


"***saya tau anda sangat mengingin kan saya,tapi mohon maaf saya tidak tertarik dengan tawaran gaji recehan anda,benar benar miskin sekali jika tidak mampu jangan sok jadi orang mampu memalukan diri anda sendiri saja,saya tau setelah ini anda pasti akan melakukan segala hal,saya tunggu anda orang recehan.


🕸BENZ🕸***


Seketika Wajah Vian memerah karna begitu marah dan begitu emosi,karna hinaan Benz.


Brak.....


"bajingan"teriak Vian yang membuat Zack terkejut.


"aku tidak mau tau,bawa anak itu kemari hidup hidup,aku akan membuat nya menyesal karna telah menghina ku"geram Vian emosi 99 %.


"baik tuan"ucap Zack ketakutan dengan tuan nya yang sekarang benar benar emosi.


''benar benar bernyali besar,selama ini tidak ada yang berani membuat tuan emosi bahkan mencari masalah dengan nya" gumam Zack.


****


"Siapa Jayn All ma?"tanya Benz yang serius memain kan gawai nya.


"Seseorang yang sangat ku rindukan"ucap Eliz dengan nada senang,membuat Benz merubah Ekspresi nya.


"Apa orang itu papa?"tanya Benz spontan.


deg....


"ternyata dia memikir kan siapa papa nya?"gumam Eliz seketika sendu,melihat wajah sang mama yang berubah seketika membuat Benz menarik nafas panjang.


"lupakan lah"ucap nya kembali memain kan gawai nya.


"Jayn All adalah kakek mama"ucap Eliz.


"kakek mama? apa dia masih hidup?"tanya Benz.


"tidak,kakek sudah meninggal"jawab Eliz.


"lalu siapa orang tua atau keluarga mama? apa sudah tidak ada?"tanya Benz ia benar benar ingin tau.


"mereka...mereka...hik....mama juga tidak tau"Ucap Eliz menutupi wajah nya dengan telapak tangan nya karna menangis.


"mama,jangan menangis kalau memang tidak ada lagi,bukan kah masih ada Benz"hibur Benz memeluk sang mama.


Eliz langsung memeluk Benz dengan erat.


"iya,putra ku akan selalu di samping ku,mama tidak akan menangis"ucap Eliz.


Benz menghapus air mata Eliz dengan tangan kecil nya.


"mereka benar benar sangat mirip" gumam Eliz menatap wajah Benz yang datar.


"apa mama memikir kan seseorang?"tanya Benz.


"tidak ada,apa kau mengingin kan seorang papa?"tanya Eliz membuat Benz terkejut.


"Benar kah,katakan siapa papa ku ma?"tanya Benz semangat.


"ahaha itu maksud mama,mama akan menikah lagi untuk memberikan mu seorang papa"ucap Eliz.


"tidak perlu kalau gitu,aku tidak butuh papa pengganti"ucap Benz kecewa dan langsung pergi meninggal kan Eliz di ruang tengah.


"Apa dia mengingin kan papa kandung?"tanya Eliz pada diri nya sendiri.


"sayang sekali,sekarang papa mu mungkin tidak mengingin kan kita lagi,dia sudah mempunyai seorang Istri dan seorang anak"ucap Eliz berkata sendiri dengan tersenyum miring