
Gretta mengerjap kan mata nya,karna sinar matahari yang masuk dari celah horden.
"Sudah pagi,cepat sekali"ucap nya malas,mengumpul kan energi.
***
"Kenapa mama gak bangunin Gretta,udah jam 10 gini"ucap Gretta yang melihat Lia sibuk di dapur dengan para pelayan.
"Mungkin kamu capek,maka nya mama gk tega"ucap Lia kembali fokus dengan sayuran yang ia potong.
"Oh ia cucu tampan mama mana?"tanya Lia berbinar.
"Masih tidur ma"jawab Gretta duduk di meja makan.
"Selamat pagi"sapa Fico yang baru keluar dari kamar nya,dan langsung duduk di samping Gretta.
"Pagi juga"jawab Gretta dan mama bersamaan.
"Minggu depan kita bakal pulang"ucap Gretta membuat 3 orang yang duduk di meja makan terkejut.
"Pulang?"tanya Fico.
"Iya,kami akan kembali ke Thailand,jangan khawatir kami akan sering berkunjung kemari"ucap Gretta menunduk.
"Thailand?"gumam Fico.
"Kamu yakin"ucap papa menatap Gretta tajam.
"Gretta yakin pa,dan Gretta harap tidak usah ada orang yang tau kalau Gretta masih hidup"jawab Gretta.
Seketika suasana menjadi hening.
"Mama"panggil Benz dari arah tangga.
Membuat 4 orang itu menoleh bersamaan.
Fico tertegun,ia tidak percaya dengan siapa yang ia lihat saat ini,ia bahkan mengucek ngucek mata nya karna belum yakin.
"Benz,si bocah jenius?"gumam nya masih tidak yakin.
"Kemari sayang"ucap Gretta tersenyum ke arah Benz kecil.
"Akh ya sudah kalau gitu,mari makan dulu"ajak mama saat Benz sudah duduk di sebelah kanan Gretta.
Fico masih tidak percaya,
"Ya tuhaaan ternyata selama ini aku sudah mengenal putra adik ku,keponakan ku"Gumam Fico,rasa bahagia nya tak bisa di ukur saat ini.
"Benz si bocah jenius adalah keponakan ku,aku adalah paman terbahagia di dunia saat ini"gumam Fico senyum senyum sendiri membuat Gretta bingung.
****
"Mama gk tau pokok nya kamu harus membawa cucu mama kemari"ucap Cetrin dengan sesegukan karna menangis,tangan nya menarik kerah baju Vian.
"Jika kamu tidak berhasil membawa cucu mama kemari,jangan panggil aku dengan sebutan mama lagi"ucap Cetrin dengan mata yang merah dan sembab,melepas kan kerah pakaian Vian dan langsung keluar dari rumah itu.
Vian hanya terdiam,di marahi sang mama.
"Vian,sejujur nya papa kecewa sama kamu,kamu sebagai laki laki sejati seharus nya kamu menjaga baik baik orang yang berada di sisi mu,jangan sampai kamu kehilangan kedua kali nya nak"ucap pram menepuk bahu Vian dan keluar untuk menyusul istri nya.
Vian mengusap wajah nya kasar,pikiran menjadi kacau.
****
"Hai Benz"sapa Fico pada Benz yang duduk sendiri di ruang tamu.
Benz sama sekali tidak menanggapi nya.
"Kenapa di dekat keponakan ku ini,rasa nya merinding begini"gumam Fico.
Fico membaranikan diri duduk di samping Benz.
"Aku adalah paman mu,karna aku adalah kakak dari mama Gretta"ucap Fico menjelas kan.
"Oh"hanya itu yang keluar dari mulut Benz.
"Ternyata benar rumor yang beredar,Benz bocah jenius ini bersikap dingin bahkan pada paman kandung nya sendiri"tangis Fico dalam hati.
"Tapi kenapa saat bersama Gretta tadi,tidak ada sifiat dingin sama sekali"gumam Fico lagi.
"Aku tau,kemauan anda paman"ucap Benz tiba tiba menatap Fico.
"Eh..maksud mu?"tanya Fico bingung.
"Bukan kah selama ini kau mencari ku,untuk bekerja pada mu"sinis Benz,membuat Fico lagi lagi terkejut.
"Memang tidak di ragukan lagi,kau memang jenius"ucap Fico tersenyum bangga.
"Jadi bagaimana,apa kau mau bekerja sama dengan paman mu ini"tanya Fico dengan mata berbinar.
"Tidak"jawab Benz dingin.
"Ini juga untuk perusahaan keluarga kita,mohon bantu paman ya"ucap Fico dengan wajah memelas.
"Cih,bawa bawa keluarga segala"sinis Benz duduk dengan elegan layak nya Ceo besar.
"Jadi bagaimana?apa keponakan paman mau bekerja sama?"tanya Fico.
"Hmph...,asal harga nya sesuai mungkin bisa ku fikir kan lagi,itu pun karna kau adalah paman ku"jawab Benz lagi,membuat Fico menghembus kan nafas kasar.
''baik lah baik lah,harga nya seperti yang kau,minta saja''ucap Fico.
"Ku pikir akan mudah,dengan dia keponakan ku,nyata nya tetap susah"gumam Fico.
"Memang benar,buah jatuh tidak jauh dari pohon nya,ayah anak sifat nya sama saja"gumam Fico lagi,dengan bibir kecut.
''oh ia paman,apa paman tau siapa papa ku?"tanya Benz pura pura tidak tau siapa papa nya.
''eh,itu paman tidak tau''jawab Fico cepat.
''cih,bagaimana mungkin,kakak tidak tau siapa suami adik nya''ejek Benz.
''apa papa ku adalah ALVIAN FU?''tanya Benz,membuat Fico melebar kan mata nya,dan seketika menyembur kan kopi panas yang berada dalam mulut nya.
''seperti nya benar''ucap Benz tersenyum miring.
''anak ini punya aura yang membuat orang tak berkutik,bahkan aura ku kalah'' gumam Fico melirik sekilas ke arah Benz yang tersenyum miring.