
Vian yang melihat hal itu,menjadi tidak tega,iya yakin kalau ibu dari anak itu belum lah meninggal,tapi entah kenapa ia tidak ingin mencari ibu anak itu lagi,karna ia takut akan kehingan Benz.
''tuan apa perlu kami mencari ibu dari anak itu,saya punya firasat kalau dia masih hidup?''tanya Zack.
Vian tak menjawab nya sama sekali,ia terdiam,kemudian memejam kan mata nya,dan kembali membuka mata nya,kini ia melihat Benz yang duduk di balkon menitikan air mata nya,entah kenapa hati nya bergemuruh melihat Nya menangis.
''cari sampai ketemu''ucap nya dan langsung meninggap kan Zack,berjalan ke arah Benz yang duduk di balkon.
''Anak papa ternyata diam diam menangis''ucap Vian mencoba untuk tersenyum.
Benz dengan cepat menghapus air mata nya,ia sangat malu ketahuan menangis.
''jangan menangis lagi,papa janji akan menemukan mama meski...''ucap Vian terhenti.
''meskipun sudah tak bernafas lagi ''gumam Benz kembali menitikan air mata nya.
Vian menghapus air mata Benz.
''jangan menangis lagi,ayo papa ajak jalan jalan''ajak Vian menggendong Benz,Benz hanya terdiam membiar kan diri nya di bawa.
''sekarang aku semakin yakin,kalau tuan memiliki hubungan darah dengan anak ini,apa pun cara nya aku akan menemukan wanita itu,untuk memastikan semua nya'' gumam Zack.
****
setelah 3 hari mereka mencari,tapi sama sekali tidak menemukan Eliz.
Meski pun hati nya tidak rela untuk merelakan kematian sang mama,ia kembali ingat perkataan Eliz sebelum ia di bawa ke ruang bawah tanah.
"paman jika memang tidak ketemu,sudah lah mungkin itu sudah kehendak tuhan"ucap Benz dengan raut wajah datar meski ia tak rela mengatakan nya.
Vian dan Zack yang mendengar itu saling berpandangan.
"jika kalian ingin membawa ku pergi dari negara ini,aku akan ikut bahkan bekerja seumur hidup dengan mu"ucap Benz dengan wajah tegar.
tapi Vian dapat melihat kalau Benz berpura pura tegar,dan menahan air mata nya.
"maaf,papa tidak bisa menemukan mama kamu"ucap Vian berjongkok menyetarai Tubuh kecil Benz.
****
"mulai saat ini mama sudah menjadi kenangan yang tidak terlupakan seumur hidup,dan mulai saat ini aku akan mempunyai kehidupan baru" gumam Benz duduk dalam pesawat pribadi Vian.
"mulai saat ini aku akan memperlakukan mu seperti anak kandung ku,tapi aku yakin kamu memang anak kandung ku,tapi aku hanya pernah berhubungan dengan Gretta ku,apa mungkin" gumam Vian seketika ia terkejut dengan pikiran nya sendiri dan menatap ke arah Benz yang menatap keluar kaca pesawat.
*****
Pesawat mendarat di pelabuhan Pribadi keluarga FU di negara inggris tepat nya di london.
Benz menginjakkan kaki nya turun dari dalam pesawat,meskipun ia masih kecil ia merasa ada perasaan akrab.
"apa ini negara asli paman?"tanya Benz tanpa menoleh ke arah Vian.
"Benar,ini adalah Negara asli papa dan mulai sekarang akan menjadi negara asli Benz juga"ucap Vian memegang tangan Benz berjalan menuju mobil yang sudah di siap kan.
para pengawal yang ada di sana terkejut sekaligus terkagum kagum melihat layak nya Sepasang anak dan ayah kandung begitu akrab,wajah yang sama,dan ekspresi yang sama,sama sama dingin dan datar.
pengawal itu membuka kan pintu mobil dengan tersenyum,mereka sangat ingin mencubit wajah Putih mulus versi kecil tuan besar mereka.
*****
Mobil masuk ke dalam gerbang mewah dengan rumah yang sangat besar dan megah,membuat Benz sekilas terkagum.
"orang lain kalau tidak ada mama nya pasti ada mama nya,sedang kan aku ada nya orang ini" gumam Benz turun dari mobil dengan pintu mobil yang di buka oleh supir.
"Ini adalah rumah keluarga papa,dan mulai sekarang akan menjadi rumah Benz juga"ucap Vian tersenyum,membuat para pengawal yang mengikuti nya terkejut,ini pertama kali bagi mereka melihat tuan nya tersenyum setelah 7 tahun lalu.
Vian memegang tangan Benz masuk ke dalam rumah.
****
"hari ini Putra tante pasti pulang,dia sudah janji"ucap Cetrin memegang tangan seorang gadis dengan tersenyum.
"benar kah tante,tapi bagaimana kalau kak Al belum pulang juga"ucap gadis itu dengan wajah cemberut.
"di.."Cetrin terhenti karna suara pintu utama terbuka,segera mereka berdua menoleh dengan tersenyum.
tapi betapa terkejut nya mereka melihat pemandangan yang langka di mata ke dua permpuan itu.
Cetrin sangat takjub ia langsung berlari ke arah Vian yang berjalan dengan menggandeng seorang anak kecil yang benar benar mirip Vian saat kecil.
bukan nya memeluk Vian,ia malah memeluk Benz dengan sangat bahagia.
"papa!!!!papa!!!!"teriak nya keras dengan bahagia.
Dengan cepat pram datang dengan kakek terburu buru,seketika mereka berdua terdiam,kagum.
Cetrin dengan bahagia menggendong Benz dan membawa nya ke arah suami dan ayah mertua nya.
"pa,ini cucu kita,yah lihat lah"ucap Cetrin terus mencium pipi Benz,Benz yang biasa nya tidak suka di perlakukan begitu,sekarang ia hanya terdiam dengan wajah datar.
Pram masih terkejut tapi ia juga sangat bahagia mereka yakin kalau anak itu adalah cucu mereka,karna wajah Vian dan anak itu sangat mirip.