
saat melihat tembok yang tidak di jaga,ia langsung berlari dan melompati tembok itu,dan berlari menyusuri jalan yang sepi.
"Putra ku,pasti khawatir"gumam Eliz terus berlari dengan melihat ke arah Belakang nya,berjaga jaga mereka akan mengejar.
"seperti nya kalau lewat jalan ini,mereka akan menemukan ku"gumam Eliz memotong jalan melalui hutan hutan.
****
"di mana perempuan itu!!!! cepat kejar!!!! dasar sekumpulan orang bodoh!!!"teriak pria yang berumur 35 tahun itu marah.
dengan segara para pengawal nya masuk ke mobil masing masing dan dengan cepat keluar gerbang.
"kalian akan mati jika tidak menemukan nya!!!!!"teriak nya lagi membuat para pengawal nya ketakutan.
****
"perempuan itu pasti masuk hutan!! cepat kejar!!!!"
"kalian masuk hutan,dan kami akan mencari nya di lorong jalan!!!"
mereka semua berpencar masuk ke hutan
****
sementara
Eliz langsung menghentikan langkah nya,melihat ia sudah berada di ujung tebing.
"sial ini jalan buntu"ucap Eliz bergumam.
ia melihat ke arah belakang nya dan terlihat sekelompok pria berotot besar berlari ke arah nya.
"tidak ada jalan lain lagi"Eliz menutup mata nya,tiba tiba kejadian 7 tahun lalu kembali melintas di pikiran nya.
"hahahah sekarang sudah jalan buntu!!! mau lari kemana"ucap pria pria itu tertawa.
"semoga di bawah tebing ini adalah sungai"doa Eliz dan langsung menjatuh kan diri dari tebing tinggi itu.
"gilaaaaa!!!! dia gilaaaaa!!!"teriak mereka tak habis fikir karna Eliz menjatuh kan diri.
"bagaimana ini!!!!"
"kita bilang saja pada tuan,kalau dia sudah mati melompat ke tebing"
"benar ayo pergi!!"ucap mereka langsung meninggal kan tempat itu.
10 menit Eliz melayang di udara,ia kemudian merasakan kalau tubuh nya masuk ke dalam air,persis seperti 7 tahun lalu.
"aku harus membuka mata ku,putra ku sekarang sendiri" gumam nya ingin membuka mata tapi rasa nya sangat berat.
*****
"Ini sudah pagi,tapi kenapa kalian belum menemukan mama ku!!!"teriak Benz dengan mata merah.
"kami sudah ke markas mereka,tapi kami tidak menemukan nya"ucap Zack sedih.
"Tidak,mama!!kalian harus menemukan nya"ucap Benz tidak bisa menahan air mata nya,ia langsung berbalik menyeka air mata nya.
Vian yang melihat hal itu dari ruangan sebelah,karna dinding kamar itu memang adalah kaca,sehingga ia bisa melihat Benz yang diam diam menyeka air mata nya.
"anak ini.."gumam Vian tak mampu berkata apa apa lagi,entah kenapa melihat Benz menangis hati nya juga ikut tersayat.
tap...tap...tap...
suara langkah kaki membuat suasana hening dan para pengawal yang ada di ruangan itu langsung memberikan jalan dan menunduk hormat begitu pun Zack.
Benz masih berusaha menahan air mata nya,agar tidak menetes lagi,tapi ia merasakan tangan seseorang yang terasa nyaman menyentuh bahu nya.
"paman,janji akan menemukan mama kamu,tapi kalau ingin menangis,menangis saja"ucap Vian datar menatap lekat wajah anak kecil bersifat dewasa itu.
mendengar perkataan Vian,seketika membuat Benz menjadi tenang,dan merasa tidak sendiri.
ia langsung memeluk Vian dengan erat dan tanpa di sadari nya air mata nya berjatuhan.
"aku merasa seperti memeluk anak ku sendiri"gumam Vian mengusap punggung Benz,Benz begitu lama memeluk Vian karna ia merasa sangat nyaman.
Vian memberi kode pada para bawahan nya untuk keluar dari ruangan itu,dan tanpa suara mereka keluar dari ruangan itu.
merasakan dengkuran kecil dan halus,membuat Vian tersadar kalau bocah kecil itu tertidur,ia mengangkat nya pelan membawa Benz ke kamar nya.
"anak kecil yang dewasa,sangat kuat dan tegar" gumam Vian.
****
ia membaring kan Benz di tempat tidur nya,dan ikut tertidur dengan memeluk bocah kecil itu.
"ini seperti saat aku memeluk Gretta kecil ku"gumam Vian terus memeluk Vian.
****
Pagi hari
Vian membuka mata nya mendapati Benz yang tidak lagi di samping nya.
ia berubah menjadi panik,dan langsung duduk hendak berdiri,ia terhenti saat pintu kamar terbuka ia sangat tertegun.
Benz meletakkan nampan berisi susu dan roti kering di meja dengan hati hati.
Vian masih tertegun.
"paman,ini adalah sarapan mu"ucap Benz tersenyum kecil ke arah Vian.
"kenapa kau mengantar kan sarapan?"tanya Vian tersadar dari ketertegunan nya.
"aku hanya ingin berterima kasih saja"ucap Benz datar.
"benar kah,kau anak yang lucu"ucap Vian mengangkat Tubuh Kecil Benz di pangkuan nya,membuat Benz membulat kan mata nya.
"kalau saja mereka masih hidup kurasa kami pasti akan mempunyai putra seperti mu"ucap Vian memeluk Benz.
"apa paman tidak punya anak?"tanya Benz serius.
"tidak,istri paman sudah pergi bersama anak paman"ucap Vian.
"maaf saya,sudah membuat paman sedih"ucap Benz tidak enak.
"ahaha tidak apa apa"ucap Vian.
"oh ia paman,aku hanya punya mama di dunia ini,jadi ku mohon temukan mama ku"ucap Benz tiba tiba merubah ekspresi nya menjadi sedih.
Vian merasa iba dengan bocah kecil di depan nya itu.
"baik lah paman janji"ucap Vian mengusap rambut Benz.
"paman janji ya"ucap Benz menjadi berbinar.
"iya paman janji"ucap Vian,entah kenapa ia tidak berani mencubit pipi Benz.
"terima kasih paman!!!"ucap Benz bersemangat dan langsung mencium pipi Vian.
"paman tau,melihat paman aku seperti merasa kalau paman adalah papa ku,tapi semoga saja tidak,karna aku akan selama nya membenci papa ku"ucap Benz berubah menjadi datar.
Vian mengerut kan kening nya melihat Benz yang dengan cepat berubah ekspresi