
"Tuan Zack kami telah mendapat informasi kalau,ibu dari anak itu terjatuh dari tebing dan meninggal"ucap seorang pengawal dengan raut wajah sedih.
seketika Zack tak mampu berbicara apa apa lagi.
''kalian cari hidup atau mati"ucap Zack yang terduduk lemas.
''padahal aku ingin tau siapa ibu anak ini,apakah itu nona'' gumam Zack,harapan nya seketika pudar.
"baik lah tuan,kami akan mencari nya sampai ketemu"ucap pengawal itu,langsung meninggal kan Zack yang terduduk.
****
"tuan"ucap Zack masuk ke kamar Vian dengan raut wajah yang sulit di jelas kan.
Melihat hal itu Vian memicing kan mata nya,dengan tangan nya yang masih memeluk Benz.
"mungkin ada sesuatu yang penting,apakah itu tentang mama? aku harus mendengar kan nya" gumam Benz.
"kalian bicara lah,aku akan keluar"ucap Benz dingin dan keluar dari ruangan itu.
Vian tersenyum melihat Benz yang bersifat dewasa,dan pengertian.
*****
Benz berdiri di depan pintu,sebelum ia keluar,ternyata diam diam ia tidak menutup pintu sepenuh nya,sehingga ia bisa mendengar mereka berbicara.
"Tuan,menurut informasi ibu anak itu,jatuh dari tebing dan.."Zack terhenti karna Tangan Vian memberikan kode untuk jangan melanjut kan pembicaraan nya.
Entah kenapa perasaan Vian sakit,ia langsung berlari ke arah pintu dan membuka nya,ia mendapati Benz yang menangis dengan berjongkok.
"mama,kenapa kau meninggal kan ku"gumam Benz menangis tersedu sedu.
tanpa di sadari air mata Menetes dari pelupuk mata Vian,hati nya merasa tersayat sayat melihat Benz menangis.
Ia langsung memeluk Benz dengan menangis,ia memeluk nya dengan erat.
Benz yang mengetahui itu,langsung menghapus air mata nya.
"kenapa kau memeluk ku dan kenapa kau menangis?"tanya Benz berpura pura tidak menangis.
"hei bocah kecil,jangan berpura pura tegar,kau mendengar semua nya kan,paman sudah bilang kalau mau menangis,menangis lah di pelukan paman"ucap Zack dengan mata merah.
"hik....pamaaaan!!!! aku mau mama kuuu!!!"tangis Benz menangis sejadi jadi nya di pelukan Vian.
Vian hanya diam dengan mengusap punggung Benz.
"pamaaaan mama ku jahat!!!! hiks...dia meninggal kan ku seperti papa!!! mereka berdua jahaat!!!!"tangis Benz tak henti henti nya.
"sekarang aku tidak punya mama lagi huuuu!! aku tidak punya siapa siapa lagiiii"tangis Benz membuat semua wajah nya basah.
Zack yang mendengar dan melihat semua itu,menitikan air mata nya,ia tak sanggup melihat Benz yang menangis karna kehilangan harta paling berharga di hidup nya,yaitu ibu,sama seperti nya dulu,yang di tinggal kan oleh kedua orang tua nya saat masih umur 7 tahun.
setelah setengan jam Benz menangis tersedu sedu,suara tangis nya mulai mengecil.
"Benz masih punya paman,paman akan merawat dan membesar kan Benz,dan mulai sekarang Benz boleh panggil papa"ucap Vian menyeka air mata Benz dengan mata yang sembab.
"paman kenapa ikut menangis?"tanya Benz dengan suara khas orang yang baru saja menangis.
"Tuan saya permisi dulu"ucap Zack langsung menyeka air mata nya.
Vian mengangkat tubuh Benz masuk ke kamar mandi.
"boleh kan papa memandikkan putra nya?"tanya Vian dengan mata memerah,berharap Benz menyetuji nya.
Dengan sedikit sesegukan,Benz menganggukkan kepala nya,membuat Vian tersenyum bahagia.
"terima kasih,mulai sekarang Benz panggil papa"ucap Vian ingin rasa nya ia menangis bahagia.
"papa"ucap Benz dengan segukan,membuat Vian tersenyum dan langsung memeluk nya.
"oke sekarang,Papa akan membuka pakaian Putra papa dan memasukkan nya ke dalam bathub"ucap Vian senang segera membuka pakaian Benz dan memassukan nya ke dalam buthub.
Benz tidak menolak sama sekali,entah kenapa ia tidak marah atau melarang Vian memandikkan nya,ia merasakan nyaman meski ia masih sedih kehilangan harta berharga nya.
####
POV AUTHOR
**Mama adalah Harta yang tak ternilai harga nya,bahkan kasih sayang mama tidak akan terbayar kan seumur hidup,mama memberikan segala nya yang ia mampui,ia berusaha tegar di depan kita,meski masalah banyak di hadapi nya,mama ku❤ mama mu❤ semoga selalu di berkati, di berikan kesahatan panjang umur,di mudah kan rezki nya Dan selalu dalam perlindungan TUHAN.
I LOVE YOU MAMA**
####
"aku tidak suka bebek"ucap Benz datar membuang bebek bebek itu keluar dari bathub,membuat Vian ingin terkekeh.
"baik lah lain kali papa tidak akan membuat bebek bebek itu lagi"ucap Vian menguasap rambut Benz dengan shampo yang sudah di siap kan oleh Zack.
Vian memandikan Benz dengan bahagia,tapi tak ada canda atau tawa dari Benz,ia terus murung.
melihat hal itu,Vian merasa sedih,setelah selesai memandikkan Benz ia mengambil handuk dan membalut kan nya ke tubuh Benz,segera mengangkat nya,ia layak nya memperlakukan Benz seperti bayi kecil,memakaikan pakaian Benz,yang juga sudah di siap kan Zack 1 set.
Benz seperti merasa tidak terjadi apa apa,ia tak menunjukkan ekspresi apa pun,ia merasa tidak ada lagi kebahagiaan di dunia ini.
Vian yang mengetahui itu semua,merasa tidak senang,ia bahagia memiliki seorang putra,tapi Putra nya tidak bahagia karna baru saja kehilangan ibu nya.
"nak ayo makan"ajak Vian tersenyum,tapi Benz diam dan meggeleng.
"aku tidak lapar"ucap Benz datar meninggal kan Vian sendiri di kamar itu.
Vian menjadi murung,ia tidak tega melihat Benz kecil yang sedih.
****
"mama kenapa kau begitu jahat!! kau meninggal kan ku sendiri di dunia kejam ini"ucap Benz berdiri di balkon kamar dengan sedih.
MOHON MAAF BANYAK YA TEMAN TEMAN,GAK UP BEBERAPA HARI INI,KARNA UJIAN DAN NGUMPUL NGUMPUL TUGAS,JADI GAK PUNYA WAKTU BANYAK MOHON MAAF YA,MOHON KEMAKLUMAN NYA YA