
Vian yang dari tadi fokus dengan berkas berkas,melirik sekilas ke arah Gretta.
''tidur?'' Gumam nya dan menggeleng kan kepala,berjalan ke sofa tempat Gretta tidur,ia mengangkat tubuh mungil Gretta kedalam kamar yang sudah di ada di ruangan itu.
Ia membaring kan,tubuh Gretta di kasur yang serba putih,begitupun dengan barang barang yang ada di sana,tak ada warna lain semua nya putih.
Puas melihat wajah Tenang Gretta Vian keluar membiar kan istri kecil nya itu tertidur pulas.
****
"Tuan,nona Viana datang ke perusahaan"ucap Zack berdiri di depan Vian.
"Suruh dia pergi"ucap Vian dengan nada dingin.
"Dia tidak mau pergi tuan,bahkan melakukan hal nekat bunuh diri jika tuan tidak menemui nya"ucap Zack lagi.
"dimana dia?"tanya Vian
"di depan perusahaan tuan"jawab Zack
Vian memijit kening nya dan berjalan keluar dari ruangan di ikuti Zack yang berada di belakang nya.
****
"ku mohon lepas kan aku"ucap seorang wanita dengan wajah memohon pada kedua pengawal yang menghalangi nya untuk masuk ke dalam perusahaan.
"nona,kami hanya melakukan tugas,mohon di mengerti"ucap Salah seorang pengawal itu.
"biar kan saja"ucap seorang pria dengan nada dingin nya,membuat kedua pengawal itu melepas kan tangan Viana.
Viana menunduk meremas jemari nya.
Vian menarik tangan Viana masuk ke mobil,dan segara melajukan nya dengan cepat.
"Vi jangan melajukan mobil nya terlalu cepat"ucap Viana memegangi dada nya wajah nya yang tanpa olesan make up berubah menjadi putih pucat.
Vian yang melihat hal itu mengurangi kecepatan mobil,menghembus kan nafas kasar.
"kenapa kau datang,aku sudah mengatakan kalau aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istri ku"ucap Vian to the point.
bulir bening mengalir dari pelupuk mata Viana,hati nya begitu sakit.
Vian melirik sekilas ke arah Viana,hati nya terasa iba.
"hapus air mata mu"ucap Vian memberi sapu tangan nya sambil menyetir dengan serius.
"terima kasih"ucap Viana menghapus air mata nya dengan sapu tangan Yang di berikan Vian.
"apa yang terjadi pada mu?"tanya Vian karna melihat kondisi Viana yang tidak baik baik saja.
"aku tidak apa apa,hanya tidak enak badan saja"ucap Viana tersenyum kecil.
"Jangan menyembunyikan sesuatu dariku"ucap Vian serius.
"aku benar benar hanya tidak enak badan saja"ucap Viana lagi.
ciiiiiit.......
Vian langsung merem mobil nya,ia tidak suka orang berbohong pada nya.
"turun,jangan ganggu aku lagi,karna aku tidak mencintai mu lagi,dan asal kau tau aku benar benar sangat mencintai istri ku"ucap Vian dengan nada yang sedikit tinggi.
"sakit sekali"gumam Viana memegangi dada nya di tambah kata kata Vian yang menusuk ke hati nya.
"aku tidak tahan lagi"gumam Viana memegangi dada nya dengan erat dan langsung pingsan.
****
"maaf apa bapak,suami nya pasien?"tanya dokter keluar dari ruang rawat Viana.
"bukan,saya hanya menolong nya"jawab Vian serius.
"pak,kami ingin meminta persetujuan dari keluarga pasien untuk segera mengoperasi pasien"ucap dokter itu.
"apa yang terjadi pada nya?"tanya Vian dengan cool,memasukkan tangan ke dalam saku nya.
"pasien mengalami penyakit serangan jantung stadium 3 akhir,kami takut terjadi sesuatu dengan keadaan pasien jadi kami harus segera mengoperasi tuan"ucap dokter itu
"dan sebelum itu,saya ingin memberitahu tuan,kalau operasi akan di lakukan pusat rumah sakit kami,di singapure"jelas dokter itu lagi.
***
"hoaaam"Gretta duduk dan merentang kan tangan nya.
"tidur ku nyaman sekali"ucap Gretta mengumpul kan kesadaran nya.
"eh dimana ini"gumam Gretta melihat sekeliling dan membuka horden,ia terpukau dengan pemandangan yang di depan mata nya saat ini,ia merasa berada di atas langit melihat ke bawah.
kemudian ia tersadar kalau ia berada di perusahaan Vian.
***
"Zack di mana dia?"tanya Gretta keluar dari kamar itu.
"Tuan sedang ada urusan ke luar nona"jawab zack berdiri dari tempat duduk nya.
"oh begitu,apa masih lama"tanya Gretta duduk di sofa.
"Saya tidak tau nona,apa nona lapar?"tanya Zack.
"tidak"jawab Gretta.
"permisi nona,saya mengangkat telfon sebentar"ucap zack keluar dari ruangan itu.
****
setelah selesai mengangkat telfon Zack kembali keruangan Vian menemui Gretta.
"Nona,Tuan menyurun saya untuk mengantar kan nona ke rumah"ucap Zack.
"oh begitu"ucap Gretta terdengar lemah.
***
Sore hari
"bi asih mau kah kau mengajari ku memasak?"tanya Gretta semangat.
"benar kah ? nona mau belajar masak"tanya bi asih tidak percaya.
"iyah,berikan pada ku celemek masak nya"ucap Gretta.
***
"wah nona muda,cepat tanggap sekali,baru di ajari sekali saja sudah mengerti dengan baik"puji bi asih senang.
"haha tidak begitu juga"ucap Gretta tersenyum.
"ini adalah masakan pertama ku, apa tidak berlebihan jika aku memberikan masakan pada nya"gumam Gretta malu.
"berikan saja,masakan pertama nona muda kepada tuan,"goda bi asih.
"baik lah aku akan menyimpan nya"ucap Gretta memasukkan kedalam lemari penghangat makanan.
***
"bi asih ini sudah jam 08.00 malam tapi kenapa dia belum pulang?"tanya Gretta cemberut.
"mungkin tuan sedang mempunyai urusan yang mendesak,mungkin sebentar lagi akan pulang"ucap bi asih duduk di depan Gretta.
***
09.00
Gretta melihat jam tangan nya,entah kenapa hati nya khawatir.
"non,mungkin tuan tidak kembali malam ini,sebaik nya nona tidur saja"ucap bi asih.
"Tidak bi,biar kan aku menunggu sebentar lagi"ucap Gretta.
"baik lah nona"ucap Bi asih mengalah menemani Gretta menunggu tuan nya.
krek....
pintu terbuka membuat Gretta langsung menoleh,ia terkejut melihat siapa yang datang,senyuman nya memudar melihat Vian memapah seorang wanita,masuk kedalam rumah.